Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Pemerintah Perlu Membuat Sistem Parameter Untuk Mengukur Angka Kemiskinan

KOPI, JAKARTA - Dua minggu lalu BPS merilis persentase penduduk miskin Maret 2018 turun menjadi 9,82 persen. Terendah sepanjang sejarah dalam berbagai media pemberitaan. Tak salah jika kita berikan apresiasi kepeada Pemerintah atas capaian penurunan kemiskinan ini, sebagai salah satu indikator kerja Pemerintah.

Akan tetapi, yang jadi soal dan tantangan saat ini adalah apakah parameter yang digunakan dalam mengukur kemiskinan tersebut sudah benar-benar mampu secara tepat untuk memotret kemiskinan yang sesungguhnya. Atau sekurang-kurangnya sudah sangat dekat dengan realita “kemiskinan” yang sebenarnya.

Mari kita lihat paramater yang digunakan, yakni Garis Kemiskinan. Garis Kemiskinan (GK) merupakan penjumlahan dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan dikategorikan sebagai penduduk miskin. Per maret 2018, nominal GK sebesar Rp401.220 per kapita per bulan.

Pertanyaan mendasarnya adalah “dengan parameter pengeluaran Rp401.220 per orang per bulan,tepatkah angka ini dijadikan sebagai ukuran batas kemiskinan?

Kalau mau jujur, angka GK tersebut masih tidak tepat dan masih jauh untuk jadi acuan kemiskinan. Ada beberapa hal yang mendasari parameter yang digunakan masih tepat dan masih jauh. Pertama, coba kita bandingkan nilai GK tersebut (yang sudah dikonversi dengan berapa kg beras yang dapat dibeli) dengan rata-rata konsumsi beras per kapita per bulan orang Indonesia.

Rata-rata konsumsi beras per orang per bulan sebesar 6 kg atau setara 200 gram per hari. Sedangkan GK hanya mampu membeli 1-1,5 kg per bulan atau 34-53 gram per hari (ini masih menggunakan harga beras kualitas bawah II).

Artinya, seluruh nilai GK tersebut hanya mampu membiayai (sedikit) kebutuhan beras. Tanpa sayur, buah dan lauk pauk. Dengan demikian, terlihat sangat jelas bahwa nilai GK sangat kecil dan bukanlah ukuran yang tepat dalam memotret kemiskinan yang sesungguhnya.

Kedua, mari kita kalkulasi berapa kira-kira penghasilan minimal seorang kepala rumah tangga (RT) agar sekeluarga tidak dikatakan orang miskin. Saat ini jumlah orang per rumah tangga sekitar 4 orang dan kita asumsikan hanya kepala rumah tangga yang bekerja.

Dengan menggunakan asumsi tersebut, maka seorang (laki-laki) kepala rumah tangga harus berpenghasilan seminimal-minimalnya Rp1.604.880 per bulan atau Rp53.496 per hari. Besaran ini relatif sama dengan rata-rata upah buruh tani harian per maret 2018 yang sebesar Rp51.598 per hari.

Artinya, rata-rata buruh tani kita sudah nyaris tidak miskin (karena upah hariannya sudah mendekati batas minimal GK per hari). Apa iya?, rasanya sangat tidak mungkin.

Ketiga, mari kita bandingkan angka Rp1.604.880 per bulan tadi (penghasilan minimal kepala RT agar tidak dikategorikan miskin) dengan rata-rata upah industri pengolahan yang sebesar Rp2.174.000/bulan per menurut data BPS per desember 2014.

Dengan perbandingan data ini, seolah-olah kita dapat menyimpulkan bahwa rata-rata semua buruh di industri pengolahan bukan masyarakat miskin (upahnya sudah jauh diatas garis kemiskinan untuk sekeluarga). Apa iya?, rasanya sangat tidak mungkin. Yang namanya (mayoritas) buruh, saat ini pasti bagian dari kelompok masyarakat miskin.

Terakhir, mari kita bandingkan antara angka GK dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Menurut BPS, KHL adalah standar kebutuhan seorang pekerja/buruh lajang untuk dapat hidup layak secara fisik dalam 1 bulan.

KHL juga menjadi dasar dalam penetapan Upah Minimum. "Kebutuhan hidup layak", ini yang perlu di bold. KHL per 2015 sebesar Rp1.813.396/bulan. Ini untuk lajang dan batas minimum hidup layak secara fisik, belum non fisik-psikologis dan lain sebagainya.

Bayangkan berapa KHL untuk pekerja kepala rumah tangga, agar hidupnya dan keluarga dikatakan hidup layak. Sudah pasti KHL untuk pekerja kepala tangga jauh lebih besar dari Rp2 – 2,5 juta/bulan.

Sedangkan menurut GK, seorang kepala rumah tangga (pendapatan tunggal) cukup berpenghasilan Rp1.604.880 agar sekeluarga tidak dikatakan miskin.

Padahal KHL lajang saja sudah Rp1,8 juta agar dianggap hidupnya layak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa garis kemiskinan (GK) yang digunakan masih sangat jauh untuk dapat benar-benar memotret kemiskinan yang sesungguhnya.

Dari keempat penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan garis kemiskinan (Rp401.220 per kapita per bulan) masih jauh dari layak sebagai paramater yang tepat untuk memotret realitas kemiskinan yang sesungguhnya.

Oleh karena itu, Pemerintah sebaiknya jangan berpuas diri dengan angka kemiskinan versi GK yang dirilis BPS tersebut dan sebaiknya Pemerintah dan BPS (bersama parlemen juga) sudah harus menyusun parameter baru yang lebih tepat dan mantep dalam memotret kemiskinan yang seutuhnya.

Bank dunia saja sudah menggunakan pengeluaran 3,2 USD dan 5,5 USD per hari (setara Rp44.000 dan Rp77.000 per bulan), sebagai paramater kemiskinan.

Parameter baru itulah yang nantinya digunakan untuk mengukur capaian angka kemiskinan negara kita yang sudah benar-benar sesuai kenyataan/kebutuhan hidup layak yang sesunggihnya. Paramater baru tersebut juga nantinya menjadi (benar-benar) ukuran kinerja pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, agar tidak lagi angka-angka semu seperti saat ini.

Selain itu, Pemerintah juga harus benar-benar memastikan penurunan angka kemiskinan bukan karena program pemerintah yang berdurasi pendek dan tidak sustain. Tetapi harus melalui program pemerintah yang berdimensi jangka panjang dan sustain.

Oleh : Robby Alexander Sirait, M.E. (Ketua II Bidang Ekonomi Dewan Pengurus Nasional Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia) +62 812-8028-0231


Artikel Lainnya:
Artikel Lainnya:

 

Anak Ketua PPWI Banten Dibacok Oknum Siswa SMK Prestek Cikande, Ketum PPWI: Usut Tuntas Pelakunya!
Selasa, 23 Oktober 2018

KOPI, Serang, Banten - Genta Alfiza Putra Aditya Nur atau nama panggilan Adit (15), anak yatim-piatu yang tinggal bersama neneknya di Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten harus menjalani operasi bedah dan rawat inap di Rumah Sakit Rangkas akibat terkena bacokan clurit di pinggang bagian atas, 16 Oktober 2018 lalu. Kejadian naas pembacokan terhadap siswa kelas IX di SMPN 2 Jawilan itu, terjadi pada hari Selasa, 16 Oktober 2018,... Baca selengkapnya...

Rhido Slank Apresiasi Aksi Pemuda Tapung Peduli Palu
Senin, 22 Oktober 2018

Tapung, 21/10/2018 - Live Band Accaustic penggalangan dana untuk para korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) oleh pemuda Tapung dengan tema " Tapung Peduli Palu " yang berlokasi di lapangan parkir Kopi Ateng berakhir ceria. Pasalnya, panitia dan penonton dikejutkan  kehadiran salah satu personil Band papan atas. Yaitu Rhido SLANK dan istrinya yang kebetulan ada agenda di Pekanbaru kota. Kedatangan mereka berkat kordinasi... Baca selengkapnya...

Peduli Bencana Sulawesi Tengah, Forum Agen 46 Indonesia Kirim Bantuan
Minggu, 21 Oktober 2018

KOPI - Sulawesi Tengah (21/10) - Bencana Gempa dan Tsunami yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala Provinsi Sulawesi Tengah mendatangkan duka mendalam, kehilangan dan penderitaan bagi masyarakat yang mengalaminya. Sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban, Forum Agen BNI 46 Indonesia yang merupakan perkumpulan Agen BNI yang merupakan Mitra Kerja Bank BNI tersebar di berbagai Provinsi di Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan dengan... Baca selengkapnya...

Seluruh Kepala Daerah di Riau Deklarasikan Dukung Pasangan Capres dan Wapres Jokowi- Maruf Amin
Kamis, 11 Oktober 2018

KOPI, Pekanbaru- Dua belas orang Kepala daerah dari Gubernur, Walikota, Bupati se Riau Deklarasikan dukung Relawan Projo. Sembilan Kepala Daerah hadir saat deklarasi bertempat di hotel Aryaduta Pekanbaru, Rabu 10 Oktober 2018 untuk mendukung relawan Projo pasangan calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia Jokowi-Ma'ruf Amin. Bupati yang hadir saat itu Bupati kepulauan Meranti Irwan Nasir, Walikota  Zulkifli, Mursini Bupati... Baca selengkapnya...

Heboh.. Ratna Sarumpaet Ngarang Berita Hoaks ke Kandidat Capres Prabowo Subianto
Kamis, 04 Oktober 2018

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso mengatakan” Ini buktinya Ratna Sarumpaet mengarang berita Hoaks kepada Kandidat Calon Presiden Prabowo Subianto. Seakan-akan ia korban dari kezoliman dari kandidat Timses (Tim Sukses) capres dan wapres yang lain. Ini akibatnya fatal, bisa menimbulkan gejolak politik, walaupun sepele. Ia melapor lansung kepada Prabowo. Prabowopun merespon beserta dengan Timsesnya. Kebiadapan oknum pelaku... Baca selengkapnya...

Inilah Isi Pakta Integritas Hasil Ijtima Ulama II dengan Capres Prabowo
Minggu, 16 September 2018

KOPI, Jakarta - Ada tujuh belas isi Pakta Integritas Hasil Ijtima Ulama II , penandatangani di Grand Cempaka Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018). Penandatanganan dilakukan oleh Prabowo Subianto dengan Ketua GNPF Ulama yakni Yusuf Martak. Hadir saat itu Ketum PAN (Partai Amanat Nasional) Zulkifli Hasan dan Waketum Gerindra Fadli Zon. Inilah 17 poin isi Pakta Integritas tersebut. 1. Sanggup melaksanakan Pancasila dan UUD... Baca selengkapnya...

Ilmu "Kaca Mata Kuda"
Minggu, 16 September 2018

  KOPI, Jakarta – Hidup ini harus pandai-pandai membawakan diri. Lihat Timing, Situasi, ekonomi kalau ingin berubah. Pandai/pintar sendirilah Anda. Ada orang tidak tamat sekolah hanya SD (Sekolah Dasar)  jadi pengusaha sukses. Orang ada memiliki kemampuan akademik, kemampuan diluar akademi yakni motorik. ialah kemampuan berpikir otak kiri dan kanan harus seimbang. Ada orang yang betah kerja kantoran, pergi pagi pulang sore/malam. ... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALAnggota Parlemen Timor Leste Memutarbali.....
08/09/2018 | Mohamad Nur Arifin

KOPI, NTT - Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E, M.M di Kupang, Jumat ( 07/09) menjelaskan bahwa apa yang di tuduhkan pada tan [ ... ]



NASIONALKementrian Pondok Pasantren.....
23/10/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta, Indonesia mayoritas penduduknya alaha beragama Islam. hampir disetiap pelosok negeri ada pengajian rutin yang dilakukan. Salah satunya a [ ... ]



DAERAHAsril Rencanakan Aksi Tutup Seribu Luban.....
22/10/2018 | DEDI SETIAWAN

Kampar, Riau - Asril, pemuda Tapung, Kabupaten Kampar, RIAU berencana akan menggelar aksi tutup lubang seribu di jalan Lintas Petapahan Simpang Gelomb [ ... ]



PENDIDIKANMemperkuat Pendidikan Islami.....
23/10/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta, Dalam Islam maka pendidikan itu sangat dianjurkan untuk dipelajari dan diamalkan. Implementasi dari pendidikan Islami ini tentunya t [ ... ]



EKONOMIMES Aceh Menatap Masa Depan.....
18/10/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta, Masyarakat Aceh merasa bersyukur karena sekarang telah hadir di provinsi Aceh kepengurusan MES atau Masyarakat Ekonomi Syariah. Saat ini [ ... ]



HANKAMDanlanud RHF Pecat Prajurit TNI AU Pra.....
01/09/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pulau Batam - Ditempat kerjanya , sebut saja namanya Sugeng Triwardono mengatakan “ Jangan ada pula oknum Tentara “ Separoh Tentara Sepa [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



PARIWISATAKunjungan Turis Mancanegara ke Riau .....
04/09/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Ditempat kerjanya, sebut saja namanya Aji Sulung mengatakan “ Program promosi Pariwisata dan event lainnya yang diadakan oleh D [ ... ]



HUKUM & KRIMINALKetum PPWI: Usut Tuntas Pelaku Pembacoka.....
23/10/2018 | Wawan Setiawan
article thumbnail

KOPI,Serang - Genta Alfiza Putra Aditya Nur atau nama panggilan Adit (15), anak yatim-piatu yang tinggal bersama neneknya di Desa Junti, Kecamatan J [ ... ]



POLITIKSeorang Anak Petani Tembakau dan Tenun I.....
19/10/2018 | Anjelino Mali

KOPI, NTT - Berpenampilan sederhana, tutur kata lembut. Ia pun sangat memberi perhatian dibidang hukum, terutama pada rakyat kecil. Dia adalah sosok D [ ... ]



OPINIEfek Sayap Kupu-Kupu dari Pertemuan IMF-.....
27/08/2018 | Harjoni Desky

KOPI - Dua bulan ke depan, Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan International Monetary Fund-World Bank Group (IMF-WBG) Annual Meeti [ ... ]



PROFILKepala BPOM Penny Lukito Apresiasi P.....
30/08/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Kepala BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) pusat Penny Lukito memberikan apresiasi kepada produk kosmetik local  mengembangka [ ... ]



ROHANIKanwil Kemenag Riau H. Ahmad Supardi Mut.....
10/10/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hari, Jumat (05/10) melantik M Nur kholis Setiawan sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Agama [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGSuami Genjot Pedal Becak, Istri Genjot T.....
08/10/2018 | Didi Rinaldo

KOPI - Memang tak ada undang-undang yang melarang tukang becak beristri cantik, karena semua itu tergantung rejeki dan kelihaian lobi masing-masing. M [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATINikki Haley : Negara Arab Hanya Bisa B.....
22/08/2018 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, New York - Adapun dalam Daftar Donatur Anrwa ( yayasan mengurus Pengungsi Palestina) terdapat 11 negara mayoritas Muslim yakni : Arab Saudi, K [ ... ]



SERBA-SERBIKomunikasi Secara Langsung.....
23/10/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta, Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi d [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.