by

Mulai Dikerjakan, Bupati Jembrana Tinjau Pelaksanaan Revetment Pantai Pebuahan

KOPI, Jembrana –Bupati Jembrana I Nengah Tamba meninjau langsung pelaksanaan Revetmen Pantai Pebuahan, Sabtu (6/7/2024). Peninjauan tersebut untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan dengan baik.

Pembangunan pengamanan pantai (revetment) untuk mengatasi abrasi di Pantai Pebuahan Desa Banyubiru mulai dikerjakan. Proyek pembangunan tersebut menelan anggaran sebesar Rp18,3 milyar.

Pembangunan revetmen yang ditunggu bertahun-tahun oleh warga Pebuahan juga sangat disambut bahagia Bupati Tamba untuk ditahap awal ini, revetment akan dibangun sepanjang 770 meter dengan pembiayaan dari APBN. “Saya merasa bersyukur bahwa proyek ini sudah mulai berjalan meskipun menunggu bertahun-tahun, astungkara (syukur) walaupun tidak tuntas semuanya tetapi fase ini sudah membanggakan, ada 770 meter yang dikerjakan dengan anggaran  Rp18 milyar dan di akhir bulan Desember depan ini sudah selesai,” ucapnya.

Bupati Tamba juga memberikan apresiasi kepada warga Pebuahan yang sangat mendukung pelaksanaan revetment ini, dan pihaknya akan berupaya untuk dapat menuntaskan revetment sehingga seluruh garis Pantai Pebuahan dapat terlindungi dari abrasi. “Saya berterima kasih kepada warga Pebuahan yang sangat kondusif membantu kelancaran pelaksanaan dari proyek ini, sisanya akan kita perjuangkan, saya sudah diskusi dengan pelaksana proyek di sini kira-kira lagi berapa membutuhkan anggaran, mudah-mudahan di tahun depan sudah bisa mendapat anggaran untuk menyelesaikan revetment ini,” harapnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Revetment Pantai Pebuahan Adipra mengatakan tidak menemui kendala yang berarti dalam pelaksanaan proyek ini, sebagaimana yang diungkapkan Bupati Tamba, pihaknya juga sangat mengapresiasi warga Pebuahan yang sangat mendukung berjalan revetment ini. “Saat ini pembangunan telah memasuki delapan persen, sejauh ini tidak ada kendala, dari masyarakat mensupport, memang karena batu yang digunakan ini dikirim dari Karangasem, sehingga belum bisa maksimal,” ujarnya.

Lanjutnya, Adipra mengatakan bahwa para pekerja harus bisa menyesuaikan dengan kondisi alam, pengerjaan proyek disesuaikan dengan pasang surut air laut, sehingga nantinya revetment diharapkan bisa selesai tepat waktu di bulan Desember nanti. “Untuk cuaca saat ini sangat mendukung, memang ada waktu-waktu kita tidak bisa bekerja dalam satu hari, tapi kita bekerjanya fleksibel mengikuti pasang surut, juga kadang malam kita bekerja, tenaga kerja ada sekitar 20 orang khusus untuk pasang batu,” ucapnya.

Salah seorang warga Pebuahan Mohamad Hafid bersyukur Pantai Pebuahan akhirnya bisa mendapat penanganan setelah bertahun-tahun dilanda abrasi. “Saya sebagai warga Pebuahan menyambut baik pekerjaan ini yang sekarang bisa dikerjakan, semoga berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” ungkapnya.
(AM)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: [email protected]. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA