by

Marlisye Mandosir, Perempuan Papua Pertama Berlisensi Level 1 Nasional sebagai Pelatih Kepala Tim Futsal Indonesia di Papua

KOPI, Jayapura – Sejarah baru tercipta di dunia futsal Indonesia hari ini. Marlisye Mandosir, S.IP, menjadi perempuan pertama yang meraih lisensi Level 1 Nasional sebagai Head Coach Tim Futsal. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Marlisye, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Papua dan Indonesia.

Perempuan kelahiran 3 Oktober 1991 ini adalah perempuan asli Supiori dari Kampung Sowek. Marlisye Mandosir adalah mantan pemain Timnas Indonesia Putri pada tahun 2015 dan juga merupakan salah satu pilar penting dalam Tim PON Papua yang berhasil menjuarai sepak bola putri pada PON 2020. Selain itu, Marlisye juga merupakan perempuan Papua pertama yang memegang gelar lisensi kepelatihan Level 1 Nasional. Pengalamannya sebagai pemain profesional di tingkat nasional telah membentuk Marlisye menjadi sosok yang berdedikasi dan memiliki visi dalam dunia futsal dan sepak bola putri.

Lisensi Level 1 Nasional yang diperolehnya menjadi bukti keseriusan dan komitmen Marlisye dalam mengembangkan potensi futsal di tanah air. Lisensi ini memberikannya kewenangan untuk melatih tim futsal di tingkat nasional, menjadikan Marlisye sebagai pionir bagi perempuan-perempuan lain yang ingin berkarier di bidang kepelatihan futsal.

“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa mencapai prestasi ini. Saya berharap ini bisa menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan lain di Indonesia untuk berani bermimpi dan berusaha keras meraih cita-cita mereka,” ujar Marlisye Mandosir saat ditemui di kediamannya di Jayapura pada Jumat, 31 Mei 2024.

Saat ditanya terkait tim mana yang akan dilatihnya nanti, Marlisye menjawab bahwa untuk sementara ini ia masih melatih Tim Futsal Wahno Putri, salah satu tim futsal yang ada di Kota Jayapura, Provinsi Papua. Namun, dirinya berharap bisa melatih tim futsal putri dari Kabupaten Supiori, daerah asalnya. “Jika diberi kepercayaan untuk memegang tim putri Kabupaten Supiori nanti, saya ingin melatih salah satu SSB yang ada di Supiori, yaitu SSB Imani,” tambahnya.

Dengan lisensi ini, Marlisye siap untuk membawa perubahan dan inovasi dalam strategi dan pembinaan tim futsal di Indonesia. Ia juga bertekad untuk terus berkontribusi dalam pengembangan futsal, khususnya di Papua, dan memajukan prestasi futsal putri Indonesia di kancah internasional.

Marlisye Monalisa Mandosir adalah putri kelahiran Papua yang juga merupakan putri Papua berdarah Sowek. Prestasi Marlisye ini menjadi bukti bahwa dengan kerja keras dan tekad yang kuat, perempuan Indonesia dapat mencapai prestasi tinggi dan memberikan kontribusi nyata dalam dunia olahraga. (*)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: [email protected]. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA