by

Kredit Macet Rp 20 Milyar di BPR Bank Blora Artha, DPRD: Proses Pencairan Bermasalah

KOPI, Blora – Adanya dugaan kongkalikong yang dilakukan oleh nasabah kepada Direktur Umum dan Pemasaran BPR Bank Blora Artha menguat. Hal ini dilakukan dalam proses pencairan kredit yang akhirnya macet. Hal itu mengemuka saat DPRD Kabupaten Blora mengundang Dewan Pengawas dan Direksi Bank Blora Artha.

“Ya kita tanyakan tadi begitu. Ada kongkalikong, ada dugaan gratifikasi dari nasabah ke pejabat BPR. Ada Rp 11 Milyar kredit macet diluar kota, bahkan luar pulau. Harus ditagih sampai kembali. Kalau nggak, wajib lelang agunan, kekayaan daerah harus kembali,” ucap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora Siswanto saat ditanya media usai rapat.

Siswanto menambahkan, agunan berupa aset bergerak dan tidak bergerak harus diinventarisir lagi. “Nominal agunan harus kita pastikan diatas jumlah pinjaman. Hitung pakai apprasial, ” terangnya.

Saat ditanya langkah apa yang disepakati dalam rapat, Siswanto menegaskan penagihan jumlah Rp. 20 Milyar itu adalah kunci. “Dirut BPR Bank Blora Artha sanggup menangih. Kami kasih deadline. Proses pencairan kredit janggal. Perusahaan harus kembali sehat,” paparnya. (*)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: [email protected]. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA