by

Satukan Visi Misi, Kodim 0604 Karawang Gelar Silaturahmi Pentahelix Bersama Awak Media

KOPI, Karawang – Kodim 0604/Karawang menggelar silaturahmi Pentahelix bersama awak media, Jumat (13/1/23), bertempat di Warung Lengkong, Makodim 0604/Karawang. Acara dipimpin Dandim 0604/Karawang Letkol Kav Makhdum Habiburrahman dan dihadiri 100 orang dari berbagai media di Karawang.

Kegiatan tersebut juga berkolaborasi dengan akademisi yang diwakili Kang Soni, badan atau corporate (bisnis) diwakili Kang Nace, serta perwakilan awak media Kang Ujang.

Dalam sambutannya, Kang Soni menyampaikan terkait cara mewujudkan Pentahelix. Menurutnya, informasi yang paling akurat dan lengkap itu ada di media, karena yang membuat sebuah negeri baik atau buruk itu tergantung media.

“Pentahelix merupakan kolaborasi antara akademisi, bisnis, pemerintah, dan komunitas. Karena media memiliki peran penting dalam eksistensi sebuah daerah, maka media merupakan bagian dari Pentahelix,” jelas Kang Soni.

Lanjutnya, Pentahelix atau multi pihak merupakan sistem yang jika satu tersakiti atau terluka maka semua harus merasakannya. Dalam perjalanan pemerintah dan pembangunan ke depan, itu belum dirasakan sebuah sistem.

Karena sesungguhnya pemerintah harus menciptakan sistem yang sinergis yang komponen-komponennya bukan suprastruktur politik tapi infrastruktur politik sebagai bagian dari kebesaran sebuah negeri dan daerah harus menjadi bagian komponen dalam sistem. Komponen-komponen tersebut harus dilibatkan semuanya.

“Saat ini, yang dianggap memiliki potensi besar dalam sistem yang diciptakan dan tercipta adalah Pentahelix, jadi ketika melahirkan sebuah kebijakan maka semua merasa bertanggung jawab,” tuturnya.

Sementara itu, Kang Nace menyampaikan bahwa Pentahelix merupakan sebuah penggabungan gagasan antara pemerintah, masyarakat, akademisi, komunitas dan media. “Ketika sudut pandang sudah sinergitas maka inshaallah tidak akan ada perbedaan,” ungkap Kang Nace

Salah satu contoh adalah persoalan jembatan buntu di Karawang, di sinilah seharusnya pemerintah berkomunikasi dengan masyarakat agar jembatan tersebut lebih berguna dan bermanfaat, sehingga tidak ada yang menyebut jembatan buntu. Kang Nace sangat menyayangkan, begitu pesatnya kemajuan di Karawang baik di bidang industri maupun pariwisata dan lain-lain, namun Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya 1,3 triliun.

Menurutnya, saat ini, pembangunan di Karawang belum berpihak kepada masyarakat Karawang. “Dari semua kawasan industri, Pemda Karawang hanya menerima pajak bumi bangunan dan BPHTB saja, hal tersebut disebabkan kantor pusat dari kawasan tersebut masih di Jakarta, jadi Jakarta yang menerima administrasi pajak lainnya,” ungkapnya.

Ia berharap masyarakat harus lebih kritis melalui media supaya Karawang ke depan harus lebih baik lagi.

Sedangkan Dandim menyampaikan, silaturahmi Pentahelix ini sangat penting dan diawali dengan awak media, hal tersebut dikarenakan media merupakan pilar yang sangat penting dalan demokrasi. Iapun mengingatkan kepada awak media agar dalam memberikan sebuah informasi harus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

“Program-program yang sedang dijalankan pemerintah harus dipublikasikan baik yang bagus maupun yang jeleknya. Pentahelix ini diselenggarakan bertujuan untuk kemajuan Karawang,” tandasnya.

Sementara dari awak media mengajukan pertanyaan yang langsung dijawab oleh para akademisi, bisnis dan pemerintahan. Acara berlangsung santai sambil mendengarkan musik dan mencicipi hidangan yang disajikan di Warung Lengkong. (DJ)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: [email protected]warta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA