by

Sinterklaas Ksatria Tengkorak Hadir di Intan Jaya Bagikan Kado Natal Spesial dari KASAD dan Pangkostrad

KOPI, Intan Jaya – Kegilaan para prajurit Kostrad yang sedang bertugas di Intan Jaya, Papua, membuat masyarakat Intan Jaya semakin bahagia dan tersenyum lebar. Kolaborasi dengan pasukan Kopassus dari Satgas Mandala, membuat masyarakat semakin nyaman serta menikmati suasana damai yang telah lama mereka idamkan, Minggu (25/12/22).

Setelah sukses membangun Gereja idaman anak cucu keturunan Mendiang Oktavianus Sondegau, sang Kepala Suku Besar yang belum tergantikan sampai saat ini, kali ini Letkol Inf Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila, Komandan pasukan Tengkorak Kostrad menjalankan program ‘Sinterklaas Berbagi Kado Natal’. Jika di film-film sering ditampilkan Sinterklaas datang ke rumah-rumah, membagi hadiah dalam bentuk kado yang dihias, kali ini prajurit TNI AD yang sedang menjalankan tugas negara di Intan Jaya melakukan hal yang berbeda. Maklum, selain merupakan titipan dari keluarga besar Yonif Para Raider 305 Tengkorak, sebagian besar hadiah tersebut merupakan kado dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Panglima Kostrad dan Kasatgas Elang, para Perwira Alumni Dikreg Seskoad Angkatan XLVII, SEJATI serta prajurit Kopassus.

Oleh Raja Aibon Kogila, selaku Komandan Pasukan Tengkorak, amanah dari KASAD dan Pangkostrad dibelikan beberapa ekor babi, yang diantar oleh Sinterklaas ke Gereja-Gereja. Lima karung beras dan 50 kardus mie instan dari Brigjen TNI I Gusti Agung Winata, yang merupakan Alumni SMU Negeri 1 Mataram, juga diserahkan kepada masyarakat, digabungkan dengan babi, beras dan mie instan dari Alumni Dikreg Seskoad Angkatan XLVII SEJATI, keluarga besar Tengkorak dan prajurit Kopassus yang tergabung dalam Satgas Mandala. Semuanya demi membahagiakan masyarakat Intan Jaya dalam perayaan Natal tahun ini. Hal ini mengingat, setiap tahun dirangkaikan perayaan Natal, masyarakat Papua, khususnya di Intan Jaya, menggelar tradisi Bakar Batu. Suatu tradisi yang telah mendarah daging dan turun temurun dijalankan oleh masyarakat Papua.

“Total ada 10 ekor babi besar-besar, 10 karung beras dan 70 kardus mie instan yang kami siapkan dalam program Sinterklaas berbagi serta beberapa paket gula, kopi, rokok dan permen. Empat ekor babi dari KASAD, kami serahkan ke Jemaat Gereja Bazemba, GKII Antiokia, Mamba dan Wandoga. Dua ekor babi, kado dari Panglima Kostrad, kami berikan kepada Jemaat Gereja Sambili dan Tanah Putih. Titipan dari Alumni Dikreg Seskoad Angkatan XLVII SEJATI, kami serahkan kepada Jemaat Gereja Holomama. Sedangkan tiga ekor babi dari keluarga besar Tengkorak, kami hadiahkan untuk Jemaat Gereja Galunggama serta para Ksatria Tengkorak yang merayakan Natal di Intan Jaya,” ucap Ardy si Raja Aibon Kogila.

Jemaat Gereja Bazemba, yang merupakan Gereja baru, hadiah Kepala Staf TNI Angkatan Darat di Intan Jaya, menjadi yang pertama kali mendapat kado Natal. Kapten Inf Poltak Siahaan alias Gembala Poltak, berubah menjadi Sinterklaas di sore hari itu. Di bawah guyuran air hujan, Gembala Poltak mendatangi masyarakat yang telah ramai menyiapkan acara Bakar Batu di halaman Gereja. Lettu Inf Abdul Basyir, Lettu CHK Julet dan para Ksatria Tengkorak yang sedang menyelesaikan tahap akhir pembangunan Gereja, sekaligus menghias Gereja menjadi saksi, ketika Gembala Yakob Sondegau dan para tokoh masyarakat menjadi perwakilan dalam menerima kado dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

Keesokan harinya, di Posramil Holomama, didampingi oleh Mayor Inf Anjas, Wadansatgas YPR 305 Tengkorak, para perwira Staf, tiga Sinterklaas dipimpin oleh Kapten Inf Anwar, si Bos Holomama menyerahkan kado yang sama. Babi dari Alumni Dikreg 57 SEJATI diserahkan untuk Jemaat Gereja Holomama, sementara dari keluarga besar Tengkorak untuk Jemaat Gereja Galunggama. Beras dan beberapa kardus mie instan, sebagai kado dari Kasatgas Elang, juga diterima oleh Gembala Paulus Meiseni dari Holomama dan Bertus Sani dari Galunggama, disaksikan oleh sejumlah warga yang ikut datang ke Posramil.

Tak sampai di situ. Setelah selesai menyerahkan kado di Pos Holomama, Anjas dan Poltak, didampingi Suryo dan beberapa Ksatria Tengkorak, berangkat menuju Kampung Sambili, Kampungnya Hengki Sani. Di Gereja Sambili, rombongan Anjas si Perdana Menteri sudah ditunggu kehadirannya oleh Yusuf Sani, salah satu tokoh masyarakat di Kampung Sambili, bersama sejumlah warga, Jemaat Gereja Sambili. Betapa senangnya masyarakat menerima kado Natal dari Pangkostrad, karena belum pernah dirasakan di tahun-tahun sebelumnya. Apalagi, kado berupa babi, hewan yang cukup mahal harganya di Intan Jaya, menjadi keharusan bagi masyarakat untuk dimasak dalam tradisi Bakar Batu.

Dalam perayaan Natal di Intan Jaya, Jemaat Protestan melaksanakan tradisi Bakar Batu sebelum tanggal 25 Desember. Sementara, bagi Jemaat Katholik, acara Bakar Batu diselenggarakan setelah tanggal 25. Itulah kenapa, 10 ekor babi dan bahan makanan yang telah disiapkan oleh Raja Aibon, titipan dari para pimpinan TNI AD, diantar oleh para Sinterklaas di hari yang berbeda-beda, baik sebelum maupun sesudah tanggal 25 Desember.

Pada tanggal 23 Desember, dengan truk yang sudah dihias, diiringi alunan lagu-lagu Natal, rombongan Sinterklaas dipimpin Raja Aibon Kogila, mendatangi GKII Antiokia untuk menyerahkan kado Natal dari KASAD dan para Ksatria Kostrad. Pendeta Timotius Miagonis, menyambut Raja Aibon di gapura GKII dengan sangat senang. Kado dari KASAD dan Kasatgas Elang diterima dengan penuh suka cita oleh Jemaat Gereja.

“Hormat. Terima kasih. Luar biasa, terima kasih Komandan. Tuhan memberkati. Semoga Bapak bersama anggota selalu diberkati terus. Amakanie,” ucap Pendeta Timotius Miagonis, yang juga merupakan Ketua Kelasis se-Kabupaten Intan Jaya.

Pada tanggal 27, di pagi hari, Sinterklaas Tengkorak menyiapkan diri untuk membawa kado Natal untuk Jemaat Gereja Katolik di Wandoga, Mamba dan Tanah Putih. Bersama dengan para prajurit Kopassus, Ksatria Kostrad dari Karawang ini membuat masyarakat tak kuasa menitikkan air mata. Apalagi, sehari sebelumnya, Lettu CZI Lase, prajurit Komando seangkatan Raja Aibon Kogila, telah menyampaikan kepada para tokoh agama dan masyarakat di tiga Gereja tersebut tentang rencana kedatangan pasukan Kostrad dan Kopassus untuk berbagi berkat Natal. Berkat sebagai kado istimewa dari KASAD, Pangkostrad, Kasatgas Elang, keluarga besar Tengkorak Kostrad serta prajurit Kopassus yang tergabung dalam Satgas Mandala.

Bersama Bapak Bernadus Kobogau, S.E. putra suku Moni yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Intan Jaya, sekaligus Plt. Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setda Provinsi Papua Tengah, Raja Aibon Kogila dan rombongan berangkat dari Posramil Mamba menuju Kampung Wandoga. Letda Lase bersama pasukan Kostrad dan Kopassus sudah di halaman Gereja Wandoga, bersama masyarakat menyambut Raja Aibon Kogila, Bernadus Kobogau dan rombongan. Gembala Yakob Sondegau dari Bazemba turut serta, menyaksikan kebahagiaan Jemaat Gereja Wandoga menerima kado Natal dari KASAD dan para prajurit TNI AD.

“Saya, mewakili pimpinan kami di TNI, Bapak Jenderal Dudung, kemudian di Kostrad, Bapak Jenderal Maruli, mengucapkan selamat Natal dan tahun baru. Kami datang ke sini, selama tiga bulan, kami banyak bercerita dengan teman-teman semua. Apa yang ada di depan, yang bisa kami berikan kepada Bapak-Bapak, Mama-Mama semuanya, ini bukan dari kami, tapi dari Tuhan. Semua ini dari Tuhan. Kita semua manusia hanya jalan saja, Tuhan semua yang kasih. Tuhan memberikan kami hati, berjalan sampai ke Intan Jaya ini untuk ketemu Bapak-Bapak semua, Mama-Mama semua, Anak-Anak semua, itu sudah Tuhan yang punya rencana. Hidup kita, mati kita itu dari Tuhan semua, rejeki dari Tuhan. Sekali lagi, terima kasih telah menerima kami disini. Tidak mungkin kami bisa hadir disini kalo Bapak-Bapak semua tidak terima kami disini. Semua karena kita semua bersaudara. Kemudian, saya punya kakak satu (Bernadus Kobogau), beliau orang Moni juga. Titip sampaikan nanti ke pejabat yang ada di atas, kita bangun Intan Jaya ini lebih bagus, agar masyarakat bisa disini lebih tenang. Terima kasih sudah menjadikan kami sebagai saudara. Syalom, Amakanie,” ucap Raja Aibon Kogila dihadapan masyarakat Wandoga.

Terharu masyarakat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Raja Aibon Kogila. Tak terkecuali Bernadus Kobogau, karena selain merupakan warga asli suku Moni, juga merupakan pejabat penting di pemerintahan Kabupaten Intan Jaya. Mulai dari tokoh Gereja, Bernadus Kobogau sebagai perwakilan pemerintah, hingga salah seorang Mama yang mewakili suara hati masyarakat, turut berbicara dihadapan Raja Aibon Kogila.

“Saya kemarin mendapat laporan dari beliau-beliau, setelah mereka tiba (Satgas Yonif PR 305) banyak yang mereka membantu di Gereja, kemudian pelayanan. Kemarin saya tanggal 22, saya ketemu distribusi babi dari sini ke Galunggama, kemudian ke Holomama, juga Mamba. Sebenarnya saya merasa malu karena saya, dengan kapasitas saya sebagai perwakilan pemerintah, sesungguhnya itu yang harus dilakukan adalah pemerintah. Tetapi semua fungsi ini diambil oleh teman-teman TNI dan Polri, lebih khusus lagi dari 305. Jadi kami minta maaf sebanyak-banyaknya di hadapan masyarakat. Saya juga sudah memberikan permohonan maaf sama dua Gereja di bawah kemarin, Holomama dan Galunggama. Sesungguhnya di akhir-akhir ini, apalagi di Bulan Desember, sebenarnya kita punya pemerintah sebagai fungsi pelayan itu harus dilakukan. Memberikan sesuatu yang terbaik bagi rakyat, tetapi hal itu gagal semua, hal itu disebabkan oleh banyak faktor. Jadi, sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada TNI di sini, karena fungsi ganda yang dilakukan TNI,” ucap Bernadus Kobogau, S.E. putra suku Moni yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Intan Jaya, sekaligus Plt. Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setda Provinsi Papua Tengah.

“Selama kami di sini, sampai dengan saat ini, memang walaupun ada pejabat Intan Jaya, tapi tidak pernah tetap di tempat dan tidak pernah perhatikan. Tetapi, dari sejak dulu di sini sampai sekarang, kami dibantu oleh bapak-bapak TNI. Sampai sekarang. Sehingga, kami mengucapkan banyak terima kasih atas nama Tokoh Wanita,” ucap salah satu Tokoh Wanita dalam bahasa Moni yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Rombongan Raja Aibon kemudian berangkat dari Wandoga ke Gereja Tanah Putih, tempat beribadah warga Amaesiga. Raja Aibon memutuskan untuk menyerahkan kado Natal untuk Jemaat Gereja Mamba di halaman Gereja Tanah Putih, bersamaan dengan Jemaat Gereja Tanah Putih. Hal ini dilakukan karena pada saat rombongan masih berada di Wandoga, beberapa kali letusan tembakan terdengar oleh para Ksatria Tengkorak yang sedang berpatroli di sekitar kampung Mamba dan Sambili. Meskipun jaraknya cukup jauh, sekitar 800 meter dari Posramil Mamba, namun tidak menutup kemungkinan para gerombolan KST datang mendekat, menggangu masyarakat yang akan menerima kado Natal dari para pimpinan TNI AD.

“Terima kasih Bapak TNI. Terima kasih Bapak KASAD, Bapak Pangkostrad. Komandan Raja Aibon Kogila luar biasa. Hormat, Amakanie. Kami tidak bisa membalas suatu apapun. Tuhan yang membalas kebaikan Bapak-Bapak,” ucap kedua Gembala dari Gereja Mamba dan Tanah Putih, yang bersama para jemaatnya menerima kado Natal dari KASAD, Pangkostrad serta prajurit Kostrad dan Kopassus di halaman Gereja Tanah Putih.

Besar harapan masyarakat Intan Jaya untuk senantiasa berkumpul dengan para prajurit TNI AD, seperti pasukan yang hadir di tengah-tengah mereka saat ini. Meskipun tidak semua sanggup mengutarakan karena keterbatasan bahasa, namun dari pandangan mereka seolah ingin mengucapkan hal yang sama.

Selamat Natal buat saudara kami. Bahagia selalu masyarakat Intan Jaya. Para Ksatria Tengkorak Kostrad hanyalah utusan, yang mewakili ratusan ribu prajurit TNI AD pimpinan Jenderal TNI Dr Dudung Abdurachman, S.E., M.M., yang hadir di tengah-tengah masyarakat, demi mengatasi segala kesulitan masyarakat. (DJ/Penerangan YPR 305)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: [email protected] Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA