by

Indahnya Persaudaraan, Kehadiran TNI-POLRI di Mamba Bawah Sangat Dinanti Anak-anak dan Warga

KOPI, Intan Jaya – “Lo ntar yg bawa, ajak Damai Cartenz, biar sekalian ramai. Sekalian kita tunjukin sama mereka kalau kita solid, biar mereka tau. Anwar, sama Suryo juga ikut. Dokter dan Pater jangan lupa. Rokok nanti ambil di kamar gw. Gula-gula bawa yang banyak,” perintah Ardy, si Raja Aibon Kogila kepada Mayor Inf Anjas, Wadansatgas YPR 305/Tengkorak, saat briefing bersama Kapten Puji, Kapten Suryo dan Lettu Jeffry.

Semenjak kedatangan pertama untuk memperkenalkan diri ke Mamba Bawah beberapa hari lalu, meskipun diawali dengan suasana mencekam, Anjas, Puji dan Jeffry seolah ketagihan dan tidak sabar untuk bersua kembali dengan warga Kampung. Apalagi Letkol Inf Ardiansyah, si Raja Aibon Kogila merasa yakin jika kampung Hengki Sani, salah satu tokoh KST Intan Jaya bisa dibuat ramai, sama seperti Kampung Bilogai. Rencana pembuatan fasilitas taman bermain anak-anak, fasilitas olahraga dewasa, penerangan kampung, pipanisasi dan pemanfaatan pompa hidrant menjadi salah satu program unggulan para Ksatria Tengkorak untuk meyakinkan masyarakat Mamba Bawah, bahwa kehadiran pasukan Kostrad bersama dengan Aparat Keamanan lainnya di Intan Jaya, benar-benar untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Intinya kita ciptakan kampung Mamba Bawah yang dulunya mungkin dianggap ngeri, sekarang menjadi wilayah binaan kita. Ada dua kendaraan, silahkan dibagi. Sebelum bergerak, akan saya laporkan ke Raja Aibon.” Begitulah akhir penekanan Anjas didampingi Puji kepada prajurit Kostrad, Brimob dan Pasopati sesaat sebelum meninggalkan Ksatriaan Raja Aibon Kogila.

Pasukan gabungan mulai bergeser dari Ksatriaan Raja Aibon Kogila menuju Mamba Bawah. Beraneka ragam raut wajah ditampakkan oleh prajurit saat berada di atas kendaraan. Namun, hal tak terduga kembali terjadi. Sesampainya di Kampung, anak-anak kampung Hengki Sani justru berlarian mengejar untuk menghampiri, padahal kendaraan belum berhenti.

Ternyata anak-anak mengejar Praka Baskoro untuk minta difoto. Baskoro kemudian mengarahkan anak-anak mencari Bapa Pater. Sambil berlarian, anak-anak mendekati Iptu Gada dan Serka Cecep yang duluan turun dari truk depan. Seolah kangen dan memang sudah menanti kehadiran para prajurit, anak-anak Mamba Bawah menge-tos-kan tangan mereka sambil berteriak-teriak.

Anjas yang turun dari truk belakang, tidak luput dari kejaran anak-anak. Indah sekali suasananya. Sangat berseri. Padahal, kedatangan TNI-POLRI ke kampung Hengki Sani ini, baru yang kedua kalinya.

Jeffry, Saeful si Pater Elang, Gada dan Bapa Peter kewalahan melayani anak-anak Mamba Bawah. Riuh, seperti masyarakat sedang demo. Seperti dikomandoi, nampak warga Kampung makin ramai berkumpul di lapangan. Mama-mama, Bapa-Bapa, pemuda pemudi sampai anak yang masih digendongan hadir semua.

Indah, ramai sekali, tidak seperti biasanya. Anjas, Puji dan rombongan kemudian menyatu dengan warga Kampung. Ada yang bergabung bermain volly, ada yang lanjut membagi gula-gula, ada yang mencukur rambut anak-anak, dan tak ketinggalan Dokter bersama timnya melayani pengobatan. Letnan Bima putra Mbojo asyik ngobrol dengan Bapak Melki Sani, sambil bertanya-tanya tentang distrik-distrik di Intan Jaya. Aneh tapi nyata. Tapi, itulah faktanya. Mereka ramah sekali menyambut kehadiran TNI-POLRI di kampungnya.

“Harapan kami, biar Intan Jaya ini damai, tenang. Itu maksud kami ada disini,” ucap Bima disambut dengan kata “Aamiin, hormat” oleh Melki Sani.

Di tempat lain, Letnan Imam Sembiring didampingi beberapa Ksatria Kostrad mendatangi lokasi sumber air. Imam diarahkan oleh Bapak Samuel Sani untuk melihat langsung sekaligus memastikan kondisi sumber air, karena ke depannya akan dilaksanakan program pipanisasi dan pemanfaatan pompa Hydran dari sumber tersebut. Program yang dicetus oleh Pangkostrad ini, pastinya akan sangat membantu masyarakat jika sudah terlaksana, mengingat selama ini masyarakat Mamba Bawah hanya mengandalkan air hujan untuk kehidupan sehari-harinya.

Terkadang mereka harus turun ke sumber air yang jalannya lumayan curam untuk dilalui jika beberapa hari tidak turun hujan. Sebelum meninggalkan kampung, tak lupa Anjas, Puji dan rekan-rekan TNI-POLRI menyerahkan buah tangan yang sudah disiapkan, untuk dibagikan kepada warga.

Bapak Depinus Sani, salah satu Tokoh agama dan Bapak Yeskil Sani sebagai perwakilan pemuda, didampingi oleh Osea Sani yang tidak lain adalah kakak kandung Hengki Sani, mewakili warga untuk menerima bingkisan. Saat meninggalkan lokasi, anak-anak Mamba Bawah mengantar dan mengikuti rombongan Anjas, seolah-olah prajurit TNI-POLRI tidak boleh pergi meninggalkan mereka.

Bahkan, mereka rela menungggu hingga truk yang ditumpangi pasukan tak terlihat lagi dari pandangan. Bahagia selalu masyarakat Intan Jaya. Bahagia selalu saudaraku. Kami, TNI-POLRI hadir di tengah kalian untuk meyakinkan indahnya persaudaraan. (DJ/Penerangan YPR 305)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: [email protected] Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA