by

Pemkab Jembrana Gelar High Level Meeting TPID, Bupati Tamba: Jaga Stabilitas Harga

KOPI, Jembrana – Bupati Jembrana I Nengah Tamba memimpin rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Jembrana untuk melaksanakan High Level Meeting (HLM)/pertemuan tingkat tinggi, bertempat di ruang rapat Lantai 3 Kantor Bupati Jembrana, Bali, Rabu (20/7/2022). Rapat tersebut bertujuan untuk membahas berbagai langkah strategi.

Dalam rapat tim pengendalian inflasi daerah tersebut membahas tentang langkah yang akan diambil. Hal tersebut untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Jembrana.

Turut hadir dalam rapat tersebut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, G.A. Diah Utari; Sekda Jembrana, I Made Budiasa; Badan Pusat Statistik Jembrana, Perum Bulog serta seluruh anggota TPID Kabupaten Jembrana.

Selanjutnya Bupati Tamba menyampaikan bahwa mengacu pada situasi saat ini, yang dihadapkan pada ketidakpastian pasar global yang tinggi, akibat perang Rusia-Ukraina, serta kebijakan proteksionisme bahan pangan dan energi oleh beberapa negara mengakibatkan tingginya harga komoditas global, yang sudah tentu berpengaruh terhadap inflasi. Sementara dari dalam negeri sendiri kebijakan pemerintah yang menaikan pajak, harga BBM, gas dan tarif dasar listrik juga semakin meningkatkan tekanan terhadap inflasi.

“Mengacu pada beberapa uraian permasalah tersebut, saya menginginkan kepada seluruh unsur TPID Jembrana dapat mengambil langkah-langkah antisipatif untuk menghadapinya. Dengan langkah antisipasi yang tepat kita bisa menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Jembrana,” ucap Bupati Tamba.

Lebih lanjut, Bupati Tamba juga memaparkan bahwa beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok diantaranya, untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan, dapat dilakukan kerjasama antar pemerintah daerah, terutama daerah yang surplus untuk menjamin ketersediaan stok komoditas. Untuk menjaga kelancaran distribusi, dengan memaksimalkan Perumda untuk mengembangkan usaha di bidang pangan serta mengoptimalkan peran unit pelaksana teknis (UPT) pasar dalam memonitoring arus komoditas di pasar-pasar, baik dari sisi kuantitas maupun daerah asal komoditas tersebut.

“Di samping itu, ketersediaan data informasi pangan yang akurat sangat diperlukan untuk mendukung perumusan kebijakan serta meningkatkan peran UMKM dalam memperkuat rantai pasokan lokal dengan mengoptimalkan pesatnya digitalisasi,” papar Bupati Tamba.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, G.A. Diah Utari menjelaskan bahwa Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kabupaten Jembrana serta instansi terkait, tentu akan melakukan langkah-langkah konkrit untuk memastikan ketersediaan bahan pokok serta stabilitas harga yang berkontribusi terhadap terkendalinya risiko inflasi.
“Di samping langkah-langkah yang telah di paparkan Bupati tadi, perlu kita tambah yaitu, dengan mengintensifkan operasi murah sebagai upaya pengendalian harga komoditi di masyarakat,” pungkasnya. (AM

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA