by

Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sirkuit Al In One, Bupati Tamba: Pusat Atraksi Budaya

KOPI, Jembrana – Bupati Jembrana I Nengah Tamba melakukan peletakkan batu pertama pembangunan sirkuit all in one yang berlokasi di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, resmi di mulai pada Jum’at (8/7/2022). Peletakkan batu pertama tersebut bertanda di mulainya pembangunan sirkuit all in one.

Sirkuit all in one tersebut sebagai tempat terpadu antara atraksi budaya dan wisata, dan diharapkan bisa mengembangkan industri pariwisata di Jembrana. Sebagai faktor pendukung yaitu dengan dibangunnya jalan tol tersebut di tahun 2022 ini, akan menghubungkan Bali barat dengan pusat kota.

Bupati Tamba menjelaskan bahwa sirkuit allin one tersebut nantinya bisa menjadi pemusatan atraksi budaya seperti, mekepung, lomba layang-layang, jegog, pacuan kuda, serta festival lainnya. “Tempat ini nantinya akan menjadi bomnya wisatawan datang ke Jembrana, kita mempunyai mekepung adalah atraksi budaya satu-satunya yang ada di Jembrana, mekepung adalah budaya mahal, oleh karena itu kita akan menghadapi atraksi mekepung dengan mempersiapkan sirkuit yang memadai, dan inilah sirkuit all in one  Desa Pengambengan tempat sekaa mekepung yang mempertahankan adat dan budaya,” jelas Bupati Tamba.

Lanjutnya, Bupati Tamba mengatakan bahwa, jika dibandingkan dengan daerah lainnya, seperti obyek wisata di Kabupaten Badung, khususnya tari kecak dance yang ada di Uluwatu dapat menarik banyak penonton, meskipun dengan harga tiket masuk yang sangat mahal. “Nanti kita akan membuat yang gratis juga, tetapi kita akan mempersiapkan paket khusus untuk wisatawan, dengan perlakuan yang berbeda, contohnya untuk atraksi mekepung, kita akan membuat yang lebih modern lagi, tidak seperti mekepung tradisional, yang tidak menyakiti hewan dengan memukul sampai berdarah, karena kita menginginkan dan menyasar pada atraksi, khusus untuk wisatawan luar,” ucap Bupati Tamba. 

Lebih lanjut, Bupati Tamba menyebut bahwa keberadaan sirkuit all in one nanti, akan menjadi pusat atraksi budaya terpadu, artinya, tidak hanya untuk tempat mekepung saja, tetapi seluruh atraksi budaya lainnya bisa dipentaskan di sini. “Termasuk festival-festival yang akan menjadi kalender pariwisata Jembrana, kita mempersiapkan ini untuk menunggu Jembrana Emas tahun 2026,” ucap Bupati Tamba.

Menurut Bupati Tamba momentum pembangunan sirkuit all in one itu seiring dengan pembangunan jalan tol yang tahapannya sebentar lagi akan di mulai groundbreaking, kita optimis bahwa pembangunan jalan tol tersebut akan mendorong masuknya investasi ke Jembrana. “Setelah infrastruktur sudah bagus wisatawan akan datang ke Jembrana, mereka akan melihat, salah satunya adalah atraksi budaya, termasuk mekepung, lomba layang-layang, pacuan kuda dan jegog, dan tempat ini akan dikelilingi oleh UMKM, ekonomi akan bergerak, dan saya berharap setiap hari ada even di sini, tentunya dijadwakan lebih jelas dengan kalender parisiwata,” harap Bupati Tamba.

Sementara itu, I Made Mara selaku koordinator sekaa mekepung Jembrana menyampaikan bahwa ia sangat bangga dengan di mulainya pembangunan sirkuit all in one di Desa Pengambengan ini, dan ia berharap keberadaan sirkuit tersebut, sebagai venue budaya terpadu yang mampu mengangkat budaya mekepung Jembrana bisa Go Internasional. “Sehingga mekepung bisa kita jual nantinya, dan bisa disandingkan dengan destinasi pariwisata lainnya, kami berharap pemerintah tetap membantu untuk perkembangannya nanti,” ucap I Made Mara.

I Made Mara menambahkan bahwa peletakan batu pertama ini menjadi awal yang baik  bagi masyarakat Jembrana. “Kami dari sekaa mekepung sangat menyambut baik, oleh sebab itu kami hadir di sini dengan pengurus menyaksikan bersama-sama, dan mudah-mudahan hal tersebut cepat terwujud dan bisa menjadi promosi, ke depan Kabupaten Jembrana menjadi Jembrana bahagia dan Jembrana Emas,” imbuhnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Pelangi (persatuan layang-layang Indonesia) Kabupaten Jembrana I Made Tarma, ia sangat berterima kasih telah disiapkan tempat dan ruang bagi penggemar layang-layang tradisional di Jembrana. “Ini yang pertama kali di Bali, di tempat lain belum ada, biasanya kami mengadakan event di Persawahan, banyak kendala yang kami hadapi, dan di sirkuit tersebut nanti sebagai  tempat dan ruang, dan event ini akan kami teruskan dan hidupkan kembali, event ini diikuti peserta dari seluruh Bali, mengingat Jembrana berada paling Barat Pulau Bali sama dengan Pulau Jawa, termasuk Banyuwangi juga akan kita undang nanti, untuk mengikuti event layang-layang,” pungkasnya. (AM)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA