by

Bakesbangpol dan Disdik Karawang Resmikan Sekolah Pancasila Perdana di SMPN 4 Kotabaru

KOPI, Karawang – Bakesbangpol bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang meresmikan Sekolah Pancasila Perdana, Selasa (5/7/22), bertempat di SMPN 4 Kotabaru, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sekolah Pancasila bertujuan untuk mengedukasi kepada generasi muda terhadap Pancasila sebagai ideologi dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Acara tersebut dihadiri Kadisdikpora yang diwakili oleh Kabid GTK Disdikpora Karawang, Drs. H. Parno; Kepala Bakesbangpol Karawang, H. Sujana, S.H., M.H.; Direktur Klinik Pancasila BNPT Jakarta, Dr. Dodi Susanto, P. Hd.; Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Kotabaru, Ahmad Fadloli, M.Pd., Camat Kotabaru, H. Dede, serta siswa-siswi SMP Negeri 4 Kotabaru.

Saat dikonfirmasi awak media, Dr. Dodi Susanto, P.Hd., menyampaikan bahwa Sekolah Pancasila merupakan inisiatif mulia untuk mendorong generasi bangsa semakin gigih mengamalkan Pancasila. “Kita berharap dengan gerakan menumbuhkan jati diri bangsa ini, maka kita akan terhindar dari ancaman-ancaman eksternal maupun internal yang akan melemahkan tujuan kita berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Dodi menambahkan, dengan semangat Sekolah Pancasila ini akan membangkitkan semangat mencari ilmu pengetahuan agar Pancasila dijadikan dasar pengetahuan untuk menyelesaikan semua permasalahan bangsa.

“Saya berharap, Sekolah Pancasila ini akan menjadi embrio atau sel-sel dari tumbuhkembangnya kegairahan baru dalam dunia pendidikan bahwa Pancasila adalah solusi dari seluruh masalah bangsa,” ungkapnya.

Adapun maksud dan tujuan dibuka Sekolah Pancasila antara lain sebagai berikut:

  1. Sebagi wahana dan sarana untuk menumbuhkan generasi bangsa cinta Pancasila;
  2. Pancasila menjadi cara ampuh untuk mengantisipasi serangan eksternal maupun internal;
  3. Pancasila adalah sarana edukasi untuk menumbuhkan anak-anak bangsa terampil menyelesaikan masalahnya dengan cara Pancasila;
  4. Sarana dan upaya membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan landasan Pancasila;
  5. Wahana menumbuhkan patriot-patriot sejati berdasarkan Pancasila;
  6. Sarana dan media interaksi sesama anak bangsa dengan menggulirkan semangat dan amalkan Pancasila setiap hari;
  7. Sekolah Pancasila adalah warisan nenek moyang yang wajib dijaga dengan semangat gotong royong, kolaborasi dan sinergitas;
  8. Sekolah Pancasila harus menjadi momentum strategis dalam rangka membangun persatuan sesama anak bangsa.

Dodi melanjutkan, untuk pengembangan pendidikan Pancasila akan dilakukan melalui pendidikan karakter dengan jumlah 10 SKS setiap bulannya. “10 SKS akan menjadi sekitar 5 jam dalam satu bulan. Hal tersebut dapat diisi dengan pengetahuan dan praktek Pancasila dengan metode dialog dan interaksi,” jelasnya.

Kegiatan ini dilakukan untuk pertama kalinya di Karawang dan akan diikuti oleh daerah-daerah lain yang ada di Jawa Barat. (DJ)