by

Parasocial Relationship, Hubungan Idol-Fan yang Melampaui Batas

KOPI, Opini – Mudahnya mengakses internet di zaman sekarang tentunya sangat membantu berbagai aspek kehidupan.

Salah satu kegunaan utama internet, terutama untuk anak muda, adalah untuk bermain sosial media. Tidak terbatas pada hanya satu situs atau aplikasi, sosial media sekarang sangat beragam dan kebanyakan individu memiliki lebih dari satu jenis sosial media.

Sosial media merupakan perantara yang paling sering dimanfaatkan untuk menghubungkan selebriti dan penggemar.

Sosial media adalah sumber hiburan bagi banyak orang dan tidak jarang ditemukan orang-orang yang menghabiskan banyak waktu, bahkan sampai berjam-jam, hanya untuk bermain sosial media.

Aplikasi dan situs sosial media kebanyakan memiliki desain yang simple dan fitur yang mudah digunakan, hal ini dengan demikian membuat penggunanya merasa nyaman untuk terus menerus scroll.

Parasocial relationship kebanyakan bermulai melalui persona selebriti yang ditampilkan. Banyak konten selebriti sekarang memiliki tujuan untuk menunjukan berbagai aspek kehidupan mereka, seperti vlog dan behind the scenes.

Adapun aplikasi yang dibuat dengan desain seolah-olah selebriti tersebut mengirim pesan hanya kepada satu penggemar, padahal pesan yang dikirim sebenarnya merupakan broadcast dan dikirim ke semua penggemar yang membeli layanannya. Konten-konten tersebut dapat membuat sebuah ilusi dimana para penggemar merasa bahwa mereka mengenal idola mereka secara personal dan memiliki hubungan yang spesial, walaupun sebenarnya hanya sebelah pihak.

Awalnya, penggemar hanya ingin mengetahui lebih tentang idolanya. Seiring berjalannya waktu, penggemar pun mulai mencoba untuk mencari tahu jadwal sehari-hari maupun kebiasaan idolanya.

Ketertarikan ini bisa saja menjadi satu hal yang berbahaya karena bisa saja ada penggemar yang dengan sengaja menguntit atau mengusik idola mereka. Perilaku seperti itu bisa saja termasuk tindakan kriminal, terutama jika perusahaan atau label selebriti tersebut sudah mengeluarkan peringatan.

Walaupun tidak semua penggemar yang terjebak dalam parasocial relationship akan menjadi obsesif, alangkah baiknya jika para penggemar mencoba untuk mengurangi ketergantungan kepada idolanya.

Hal ini dapat dilakukan dengan sedikit demi sedikit memberi jarak atau menjauh dari konten selebriti dan mengingat bahwa masih ada kehidupan di luar dunia idola-penggemar.

(Artikel Opini oleh : Sachiko Nadia Rahmadani)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA