by

Menanti Kurikulum Merdeka

Oleh: Gayuh Ilham Widadi, S.Pd (Guru PPKn SMP Diponegoro 2 Karangmoncol, Purbalingga)

KOPI, Purbalingga – Setiap sekolah tumbuh dan berkembang melengkapi kebutuhan pendidikan di negeri ini. Sekolah menjadi rumah kedua bagi anak-anak sebagai upaya memenuhi kodrat kehidupan mereka, yaitu melengkapi jalan kehidupan mereka dengan asupan keilmuan.

Mencerdaskan kehidupan bangsa niscaya ikhtiar membangun bangsa Indonesia melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui jalan pendidikan. Sebagai modal yang bagus dan berkemajuan, metode pendidikan sudah jauh dicetuskan oleh Pahlawan Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara.

Melalui semangat pemikiran beliau, pendidikan bertransformasi menjadi rute perjalanan mulia dalam memanusiakan manusia. Hal demikian ialah niat dan harapan agar pendidikan menjadi api pemantik peningakatan kualitas masyarakat pada khususnya.

Hegemoni zaman terkini juga menuntut lingkup pedoman pendidikan haruslah mencangkup nilai yang mampu mengimbangi keadaan. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan masif termasuk pembaruan Kurikulum. 

Mengatasi ketimpangan proses pendidikan yang terdampak Pandemi Covid-19 dua tahun terakhir, membuat pemerintah melaui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melaksanakan  terobosan Kurikulum dengan tujuan mengejar ketertinggalan aspek yang sulit terlaksana maksimal, yaitu melalui prototype Kurikulum Merdeka.

Program merdeka belajar (dalam kurikulum merdeka, red) dicetuskan oleh Kemdikbud sebagai bahan upaya mengatasi krisis pendidikan di masa pandemi kemarin. Sesuai tujuannya yaitu untuk menggali bakat dan minat peserta didik. Tentu kurikulum ini punya karakteristik dalam hal implementasi.

Pertama, dengan sistem pembelajaran projek, lebih mengedepankan pengembangan softskill dan karakter peserta didik sesuai profil pancasila. Kedua, pendalaman materi melalui fokus materi esensial jadi nilai tambah agar peserta didik mampu mengilhami materi belajar secara mengena sampai ke titik paling penting untuk dipahami.

Ketiga, konteks penyesuaian belajar yang didasarkan kepada kebutuhan peserta didik membuat guru harus lebih mampu menganalisis apa yang siswa butuhkan ketimbang memberikan pembelajaran yang adil namun tidak sesuai apa yang peserta didik butuhkan.

Sebagaimana tergolong sebagai bahan uji coba sekarang ini, Kurikulum merdeka tentu masih dikaji dengan mendalam sebelum di implementasi ke setiap jenjang pendidikan baik SD,SMP, sampai SMA/SMK. Setali tiga uang, konsep merdeka dalam kurikulum merdeka akan memuat kebebasan belajar. Contohnya dibuat agar setiap peserta didik agar bisa mendalami minat dan bakat masih masing. 

Konsep pendidikan yang didasarkan pada asas kemerdekaan diharapkan mampu memberi arti lumayan dan memberi seutas harap besar, yaitu dengan artian bahwa konsep demikian merupakan cerminan bahwa manusia selalu diberikan kebebasan menentukan jalan hidupnya, asal masih dalam rute aturan dalam kehidupan bermasyarakat.

Mencerdaskan bangsa dalam pendidikan bukan artian memberikan didikan terhadap golongan, tapi memberikan kesesuaian pendidikan berdasarkan kemajuan zaman dan kebutuhan untuk masyarakat luas. Inilah yang menjadi satu titik pengertian bahwasannya pendidikan harus melakukan penyesuaian terhadap perkembangan dan kebutuhan.

Proses perumusan kebutuhan pendidikan dilakukan berdasarkan kebutuhan peserta didik di sekolah dengan syarat implementasi beberapa poin penting di era kemajuan ini. Tentu yang pasti harus bisa meliputi pengembangan nilai karakter, budi pekerti, pendidik berwawasan pancasila, dan bekal pengetahuan teknologi.

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA