by

Buka Bimtek BPD, Wabup Patriana Krisna: Penuhi Azas Transparansi, Akuntabel, dan Partisipatif

KOPI, Jembrana – Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna mewakili Bupati Jembrana membuka Bimbingan Teknis Pengembangan Kapasitas Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Se-Kabupaten Jembrana bertempat di Aula Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jembrana, Bali, Selasa (21/6/2022). Bimbingan teknis BPD tersebut bertujuan untuk optimalisasi tugas dan fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam rangka mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif efesien dan akuntabel.

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam sistem pemerintahan desa sekarang ini menempati posisi yang sangat penting. Tapi sebenarnya, apa saja tugas para anggota BPD sehingga menjadi begitu penting bagi warga desa, penjabaran tupoksi BPD sebenarnya telah tertuang dalam UU No. 6 tahun 2014 tentang desa dan Permendagri RI No. 110 tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa.

Fungsi BPD adalah membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama kepala desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa dan melakukan pengawasan kinerja kepala desa. Dari tiga tugas ini sudah jelas BPD adalah lembaga yang memiliki kekuatan dalam menyepakati peraturan desa yang akan menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan desa.

Hal tersebut disampaikan Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Jembrana I Made Yasa agar BPD memahami prinsip-prinsip penyelenggaraan pemerintahan desa. Mulai dari penyusunan, perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban, serta peran BPD dalam melakukan pengawasan kinerja pemerintah desa.

“BPD sebagai pengawas kinerja pemerintah desa dalam pengelolaan keuangan desa sangat perlu ditingkatkan kemampuannya,” ucap Kadis PMD I Made Yasa.

Kadis PMD Kabupaten Jembrana I Made Yasa juga melaporkan bahwa Bimtek ini diselenggarakan dalam satu hari yaitu 21 Juni 2022 yang akan dilanjutkan dengan orientasi lapangan/studi tiru ke daerah lain yang dapat dijadikan sebagai bahan penerapan hasil pembelajaran. Acara kegiatan Bimtek yang diikuti sebanyak 41 peserta dari Ketua/pengurus BPD Se-Jembrana, ini menggunakan anggaran dari Dinas PMD dan studi tiru dari dana APBDES mengambil empat Tema materi, yaitu Peningkatan pemahaman dalam penyusunan peraturan desa, Peran BPD dalam menyusun rencana kerja pemerintahan di desa, Peran BPD dalam pengembangan potensi desa, dan Pentingnya peran BPD dalam pengawasan BUMDES,” terang I Made Yasa

Dalam sambutan tertulisnya Bupati yang dibacakan Wabup Patriana Krisna menyampaikan bahwa Bimtek ini sangat penting untuk dilaksanakan. “saya harapkan dapat diikuti dengan sebaik-baiknya oleh seluruh peserta,” ucap Wabup Patriana Krisna yang mewakili Bupati.

Menurutnya desa sebagai ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan akan senantiasa bersentuhan langsung dengan berbagai potensi dan permasalahannya. Dan BPD sebagai lembaga yang melaksanakan tugas pengawasan kinerja pemerintahan di desa dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menyelenggarakan pengawasan kinerja pemerintah desa khususnya pengawasan dalam pengelolaan keuangan desa.

“Sehingga pengelolaan keuangan desa bisa memenuhi azas transparansi, akuntabel, partisipatif, dan tertib serta disiplin anggaran,” tutur Wabup Patriana Krisna.

Usai membacakan sambutan, Wabup Patriana Krisna membuka acara Bimtek Peningkatan Kapasitas Ketua BPD Se-Jembrana yang dihadiri oleh Sekda, Para Camat Se-Kabupaten Jembrana, Perwakilan dari Bappeda Litbang, dan Prebekel (Kades-red) Se-Kabupaten Jembrana. (AM)