by

Aduan Pelanggaran Kode Etik Diterima, KAI Cabut Keanggotaan Natalia Rusli

KOPI, Jakarta  – Atas aduan resmi dugaan pelanggaran kode etik yang dilaporkan oleh Alvin Lim dari LQ Indonesia Lawfirm, 5 Mei 2021 lalu, akhirnya Kongres Advokat Indonesia pimpinan Erman Umar, menjatuhkan sanksi pencabutan Natalia Rusli sebagai advokat KAI dan mencabut kartu anggota KAI berdasarkan Surat Keputusan No 001/DKEA-KAI-III/2022 tanggal 4 April 2022.

Dalam persidangan etik terkuak bahwa ternyata ijazah Sarjana Hukum Natalia Rusli tidak terdaftar Dikti sehingga melanggar Permenristek Dikti. Jika di cari di Pangkalan data Dikti dan dimasukkan nama Natalia Rusli, jurusan Sarjana Hukum di Universitas Timbul Nusantara, maka tidak muncul datanya karena tidak terdaftar.

Sebelumnya juga diketahui Natalia Rusli mengundurkan diri dari keanggotaan Peradin ‘Ropaun Rambe’ ketika di sidang etik oleh puluhan korban investasi bodong yang merasa ditipu oleh Natalia Rusli, setelah ambil uang lawyer fee ternyata tidak menjalankan janjinya untuk mengembalikan kerugian investasi, bahkan ketika menandatangani surat kuasa, Natalia Rusli belum disumpah sebagai Advokat oleh Pengadilan Tinggi.

Alvin Lim menerangkan bahwa Natalia Rusli sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Jakarta Barat atas dugaan penipuan dan penggelapan oleh mantan kliennya VS dan RS yang mengetahui ketika menandatangani surat kuasa ternyata Natalia Rusli belum disumpah sebagai advokat.

Tetapi dalam Surat Kuasa dan Perjanjian Jasa Hukum mengakui dirinya sebagai Advokat dan mengambil sejumlah uang sebagai lawyer fee.

VS dengan sengit mengatakan bahwa Natalia Rusli ini merugikan dirinya, yang menjadi korban mulut manis dan rayuan kebohongan Natalia Rusli yang mengunakan sosok Juniver Girsang atas janji akan dikembalikan dana kerugian di Indosurya.

“Ternyata bohong semua itu janjinya. Saya adukan etik di Peradin ternyata dia mengundurkan diri dan pindah ke KAI. Makanya saya pidanakan saja dia ke Polres Jakarta Barat. Harap masyarakat berhati-hati atas sepak terjang Natalia Rusli. Ijazah Sarjana Hukumnya saja tidak terdaftar Dikti,” katanya.

Alvin Lim dalam keterangannya mengapresiasi jajaran KAI. “Terima kasih banyak atas keprofesionalan dan komitmen KAI dalam melakukan sidang etika terhadap Teradu Natalia Rusli,” ujarnya dalam rilis LQ Indonesia Lawfirm, (2/5/2022).

“Keputusan KAI sudah tepat, apalagi ijazah Sarjana Hukum sebagai syarat utama seorang Advokat tidak terpenuhi karena tidak terdaftar Dikti,” ungkapnya.

M dan VS selaku korban Natalia Rusli, menambahkan, setelah ini saya akan mengajukan gugatan di Pengadilan untuk permohonan pembatalan Berita Acara Sumpah Natalia Rusli sebagai Advokat. “Tidak seharusnya oknum lawyer bodong dibiarkan memangsa masyarakat yang mencari keadilan,” tegasnya.

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA