by

Ponpes Ar Risallah Lubuklinggau Pererat Silaturahmi dengan Kegiatan Buka Bersama

KOPI, Lubuklinggau – Pondok Pesantren Modern Ar Risallah Kota Lubuklinggau, mengadakan kegiatan buka puasa bersama di bulan suci Ramadhan tahun ini di rumah makan Bebek Gober, Sabtu (30/04/2022).

Kegiatan buka puasa bersama tersebut di hadiri oleh kepala Ponpes Ar Risallah Lubuklinggau dan pengurus yayasan, KH Moch Atiq Fahmi, Lc, beserta santri putra dan santri putri.

Kegiatan buka puasa bersama ini dimulai dari sore, dengan serangkaian acara meliputi Tausiah dan do’a, buka puasa bersama dan dilanjutkan sholat magrib berjamaah.

KH Moch Atiq Fahmi, Lc, mengatakan buka bersama adalah sesuatu hal yang tidak dinyatakan buruk, selagi buka bersama itu bernilai yang sesuatu hal yang memiliki kasih sayang dan kebersamaan.

Terlebih lagi kalu buka bersama itu dilakukan oleh orang yang mampu, dimana dengan hartanya dia menyedikan makanan sehingga nanti orang-orang yang berpuasa dapat menikmati makanan yang dia sediakan itu akan lebih baik lagi, karena masuk dalam salah satu Hadist Nabi ‘Siapa yang memberikan buka puasa bagi orang yang berpuasa, maka Dia akan mendapatkan pahala dari setiap orang yang berpuasa yang menikmati makanannya’.

” Cuma yang menjadi ingatan, bagi yang telah melaksanakan Bukber pastikan sholat Magribnya terlaksana, karena kalau bukbernya tidak melaksanakan sholat bukbernya menjadi bernilai maksiat, karena bukber itu ada kalanya sekedar mubah dan ada kalanya bernilai sunah, jika sesuatu hal yang di wanti-wanti Nabi di jaga, seperti makanan yang tidak berlebihan, cara makannya sesuai dengan Nabi, yaitu jangan dibuang, baca Bismillah, dan semacamnya,” ujar Ustad Fahmi.

Pesan Ustad Fahmi, kepada para anak muda, laki-laki dan perempuan srlalu dapat menjada diri dari segala perbuatan yang bernilai maksiat, berboncengan kesana kemari, kemudian habis bukber kesana kemari mencari tempat untuk berduaan.

” Oleh kerena itu saya berpesan kepada seluruh orang tua, jangan izinkan anak-anak kita bukber kalau mereka yang bukan mahromnya, atau dia bersama tan yang bukan orang yang bisa dipercaya untuk menemaninya dari kaum perempuan itu sendiri, oleh karena itu saya minta kepada orang tua lwbih hati-hati dalam melaksanakan bukber,” ujar Ustad Fahmi. (Vhio)