by

Kapolri Diminta Tindak Oknum Penyidik Polres Jakarta Barat Karena Ancam Korban Penipuan Natalia Rusli

KOPI, Jakarta – Para korban penipuan yang diduga dilakukan oleh Natalia Rusli heran sudah sau bulan sejak dijadikan tersangka namun Polres Jakarta Barat tidak pernah memeriksa Natalia Rusli sebagai Tersangka atas tuduhan penipuan dimana selain ijazahnya diduga palsu. Ketika menerima uang jasa pengacara ternyata belum disumpah sebagai pengacara.

Korban M dengan kecewa. “Ada apa dengan Polres Jakarta Barat, jika tidak berani tegas terhadap Tersangka baiknya Penyidik dan Kanit diperiksa oleh Propam. Masa Polisi kalah dan takut Tersangka?” ungkapnya

Korban R juga kecewa. “Apa benar pernyataan Natalia Rusli di media, bahwa Polres Jakarta Barat sudah dikondisikan dan takut kepada Natalia Rusli yang juga Lawyernya Raja Sapta Oktohari, seorang pejabat negara, benarkah hukum tumpul keatas?” ujarnya.

Kuasa hukum para korban, LQ Indonesia Lawfirm, sekali lagi menyatakan betapa tumpulnya hukum di Indonesia terhadap kalangan atas.

“Janji Kapolri makin lama dilihat masyarakat makin jauh dari realisasi. Sudah Tersangka saja, sampai sekarang Penyidik dan Kanit malah memaksa Pelapor untuk damai dan terima uang agar cabut laporan polisi,” katanya.

“Sejak kapan perdamaian bisa dipaksakan dengan intimidasi kepolisian? Benarkan sekarang Kepolisian adalah pelindung penjahat? Setelah kemaren korban begal dijadikan tersangka, kini Polres Jakarta Barat menindas dan mengintimidasi korban, inikah POLRI PRESISI?” lanjutnya.

Natalia Rusli diketahui menawarkan jasa kepengurusan Kasus Indosurya kepada para korban Indosurya dengan iming-iming akan dibayar dalam waktu 3 bulan oleh Juniver Girsang dan mengenakan jasa 1,5 – 5 % di depan kepada para korbannya. Setelah 3 bulan bukannya diurus kasusnya malah nomer telpon sudah ganti dan alamatnya, semua pindah dan ternyata sewa,” ungkapnya dalam rilis, Rabu (20/4/2022).

“Setelah ditelusuri ternyata ijazah Sarjana Hukum di Universitas Timbul Nusantara ternyata tidak terdaftar di Dikti. Bahkan ketika menerima uang, ternyata Natalia Rusli belum disumpah sebagai Advokat di Pengadilan Tinggi. Juniver Girsang ketika diperiksa penyidik juga menyanggah pernah menjanjikan akan membayar kliennya Natalia Rusli,” pungkasnya.

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA