by

Bupati Tamba Lakukan Koordinasi Progam Jembrana, Wamendes Apresiasi Tatakelola Satu Data

KOPI, Jakarta – Bupati Jembrana I Nengah Tamba melakukan koordinasi ke Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, Budi Arie Setiadi, terkait Progam Jembrana Satu Data dari Desa bertempat di Kantor Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Jakarta, Selasa (12/4/2022). Koordinasi tersebut bertujuan untuk memastikan dukungan infrastruktur dan pendukung termasuk tenaga survy lapangan.

Turut hadir dalam koordinasi tersebut, Plt Kadis Kominfo Jembrana I Made Gede Budhiarta, dan dari jajaran Kemendes turut mendampingi Wamendes Desa, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Desa  PDT dan Transmigrasi Ivanovich Agusta.

Terkait hal tersebut, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi menilai jika tata kelola Jembrana untuk mewujudkan satu data dari desa dapat dijadikan percontohan oleh daerah lainnya di Indonesia. Wamendes Budi Arie Setiadi mengapresiasi ide program Jembrana satu data dari desa.

Ia berharap langkah ini bisa dijadikan contoh bagi kabupaten lain sehingga tidak lagi ada tumpang tindih data. Hal tersebut diungkapkan oleh Budi Arie Setiadi saat menerima kedatangan Bupati Jembrana I Nengah Tamba.

“Kabupaten Jembrana adalah kabupaten pertama yang mencanangkan Sistem Satu Data. Saya harap inovasi ini bisa dicontoh untuk mewujudkan data yang berkualitas, terukur sekaligus membantu akselerasi pembangunan berbasis desa,” ujar Wamendes Budi Arie Setiadi.

Wamendes Budi Arie Setiadi menyebut bahwa, secara prinsip, program ini sejalan dengan progam Presiden Joko Widodo melalui peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia agar data menjadi terpadu untuk kepentingan negara. Terlebih untuk pengambilan kebijakan tepat dan terukur, sehingga didata itu kuncinya.

“Pijakan yang tepat membantu akselerasi pembangunan desa dalam penyusunan kegiatan, mengetahui permasalahan termasuk potensi masing-masing desa.
Bisa mengetahui plus minusnya hasil bumi di setiap desa. Desa yang surplus bisa membantu yang kurang, sehingga tidak perlu mencari barang jauh-jauh contohnya impor,” jelas Wamendes Budi Arie Setiadi.

Dalam hal ini Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengucapkan terimakasih atas dukungan dan sambutan hangat dari Wamen desa. Bupati Tamba berharap program Jembrana satu data ini bisa menjadi inspirasi untuk kabupaten seluruh Indonesia.

“Hari ini kami juga menyerahkan proposal kepada kementerian desa. Program satu data ini penting untuk mewujudkan pembangunan berbasis data. Sehingga berbagai kebijakan yang di ambil, baik oleh kementerian maupun lembaga pemerintahan provinsi dan kabupaten/ kota bisa tepat sasaran,” ucap Bupati Tamba.

Secara teknis, Bupati Tamba memaparkan melalui program Jembrana satu data akan sinergi dengan Kemendes dan Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang didapatkan di Big data akan terkoneksi   dengan data yang didapat di Kemendes termasuk BPS.

“Kita sudah membuat MoU dengan BPS, sehingga program ini sudah menjadi isu nasional. Sehingga saat ini saya datang langsung ke Kemendes untuk memastikan serta dukungan infrastruktur pendukung termasuk tenaga survey lapangan,” papar Bupati Tamba.

Melalui implementasi Jembrana satu data ini, Bupati Tamba berharap ke depan tidak ada lagi kesimpangsiuran data. Termasuk  adanya transparansi serta efisiensi dari masing-masing dinas untuk pemenuhan data.

“Kita bekerja akan lebih transparan dan tepat, karna seluruhnya tercatat, baik itu potensi, data penduduk, hasil bumi dan lainnya yang berkaitan dengan kenegaraan. Sehingga masyarakat akan dimudahkan, karena data yang didapat sifatnya faktual,” ujar Bupati Tamba yang merupakan mantan ketua komisi III DPRD Bali.

Bupati Tamba juga memaparkan secara lugas mengenai programnya yaitu, Jembrana Emas 2026. Fokus dalam beberapa program tersebut di antaranya berkaitan dengan penataan Pelabuhan Gilimanuk, tol Gilimanuk-Denpasar, dan penataan berbagai kawasan wisata seperti adanya Sirkuit All In One, Rumah Tenun, Kawasan TIKTOP, dan Infrastruktur pendukung wisata. “Tentu semua ini diharapkan berbasis dengan data,” pungkasnya. (AM)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: [email protected] Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA