by

Bupati Tamba bersama Kepala BPS Lepas 777 Tenaga Surveyor JSDDD Mulai Tugas

KOPI, Jembrana – Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama Kepala Badan Pusat Statistik, Dr. Margo Yuwono melepas tenaga surveyor sebanyak 777 orang yang sudah dilatih, dari berbagai desa yang ada di Kabupaten Jembrana bertempat di Gedung Kesenian Bung Karno, Kabupaten Jembrana, Bali, Jumat (15/4/2022). Pelepasan tenaga surveyor tersebut bertujuan untuk kesuksesan pembangunan Kabupaten Jembrana melalui progam JSDDD menuju pembangunan di desa tepat sasaran dan terlaksana dengan baik.

Tenaga surveyor tersebut sebelumnya sudah mendapat pelatihan dan segera bertugas sebagai surveyor dalam pengembangan Jembrana satu data. Kabupaten Jembrana merupakan percontohan pusat sebagai daerah yang pertamakali mengembangkan program satu data di Indonesia.

Pelepasan tenaga tersebut ditandai dengan pengambilan sumpah dan penyerahan nametag kepada masing-masing perwakilan surveyor oleh Bupati Tamba yang didampingi Kepala BPS Pusat Dr. Margo Yuwono. Usai pelepasan dilanjutkan dengan melakukan pendataan perdana di kediaman Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Jembrana.

Lanjutnya, Bupati Tamba mengungkapkan bahwa sukses membangun desa merupakan kesuksesan membangun Kabupaten Jembrana. Agar pembangunan di desa tepat sasaran dan terlaksana dengan baik, serta dapat dimanfaatkan hasilnya, maka implementasi kebijakan dan program pembangunan harus didukung oleh data dan informasi yang akurat.

“Untuk mendapatkan data yang lengkap dan akurat, Pemkab Jembrana mewujudkan melalui program Jembrana Satu Data Dari Desa yang merupakan Program Prioritas Kabupaten Jembrana yang sudah disambut baik oleh Pemerintah Pusat (Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dan Badan Pusat Statistik Pusat,” ungkap Bupati Tamba.

Lebih lanjut, Bupati Tamba mengatakan bahwa satu data Jembrana dibutuhkan karena memasuki era pengetahuan, era system informasi, era kecepatan untuk merespon perubahan. Memiliki data yang lengkap dan akurat, harus dijadikan basis data dalam pengambilan setiap kebijakan.

“Kebijakan berbasis data merupakan kebijakan berbasi pengetahuan yang harus di ke depankan untuk Jembrana Maju dan Jaya dalam mewujudkan Nangun Sad Kertih Loka Jembrana,” ucap Bupati Tamba.

Bupati Tamba menjelaskan bahwa Program Jembrana Satu Data Dari Desa merupakan salah satu komitmennya sebagai Bupati Jembrana. Sehingga setiap pengambilan kebijakan pembangunan mesti  berbasis data yang akurat.

“Dengan dilaksanakan pelatihan Jembrana Satu Data Dari Desa ini, Saya meyakini Jembrana akan mempunyai data yang lengkap dan akurat yang membuat Jembrana kembali Jaya karena setiap keputusan dan kebijakan diambil berdasarkan data yang lengkap dan valid,” jelas Bupati Tamba.

Dalam kesempatannya Bupati Tamba juga meminta kepada Petugas Jembrana Satu Data Dari Desa yang sudah mengikuti pelatihan agar bersungguh-sungguh mengimplementasikan apa yang didapatkan selama mengikuti pelatihan. “Pada saat pelaksanan survey, saudara sungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan kepada warga dan sampaikan salam saya sebagai Bupati Jembrana dalam rangka mengumpulkan data ini dimohon memberikan data yang akurat yang didapat dari sumber data yang sesungguhnya.”

“Sehingga diperoleh data yang berkualitas untuk mencapai pembanguan yang tepat sasaran, dalam mewujudkan Jembrana emas dan masyarakat bahagia. Tugas ini adalah tugas yang sangat mulia, di tangan saudara akan bisa memberikan hal-hal yang sebenarnya kepada masyarakat Jembrana,” harap Bupati Tamba.

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik Dr. Margo Yuwono mengatakan bahwa, sesuai arahan Bapak Presiden di beberapa kesempatan, Beliau menekankan bahwa pentingnya pemerintah memiliki satu data. “Jembrana sudah mulai melangkah lebih maju dengan melakukan kolaborasi untuk memadukan kegiatan pendataan. Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia (SDI),” ucap Kepala BPS Pusat Dr. Margo Yuwono.

Menurut Kepala BPS Pusat Dr. Margo Yuwono bahwa, Kolaborasi yang dibangun di Kabupaten Jembrana melalui kegiatan Jembrana Satu Data Dari Desa (JSDDD), menjadi terobosan tata kelola data dari tingkat Kabupaten dengan mengoptimalkan peran desa sebagai subjek pembangunan. “Untuk itu saya sebagai Kepala BPS memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemkab Jembrana atas kolaborasi yang telah dilakukan sebagi upaya dalam mewujudkan Satu Data Dari Desa,” ujar Kepala BPS Pusat Dr. Margo Yuwono.

Pada momen yang bersejarah ini, selaku Kepala BPS dan sebagai Pembina Data Statistik tingkat Nasional, menyatakan bahwa program Pemkab Jembrana Satu Data Dari Desa (JSDDD), hasil kolaborasi antara BPS, Kementerian, Pemkab, dan Pemdes. Program di Kabupaten Jembrana ini menjadi prototipe nasioanal menuju satu data dari desa Indonesia.

“Saya ucapkan selamat bekerja kepada seluruh petugas, semoga diberikan kemudahan, kelancaran dan kesehatan, sehingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dengan waktu yang telah ditentukan,” pungkasnya. (AM)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: [email protected] Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA