by

Mengkaji Makna di Balik Lirik Lagu Musik Indie Bersama Anaksenja.com

Mengkaji Makna di Balik Lirik Lagu Musik Indie Bersama Anaksenja.com

KOPI, Jakarta – Sering kali kita menemukan beberapa lagu yang sulit untuk dicerna. Seperti lagu-lagu yang dibawakan oleh beberapa kalangan indie yang baru-baru ini sering bermunculan di jagat musik indonesia. Beberapa di antaranya adalah Nadin Amizah, yang kerap di panggil dengan Nadin ini memiliki beberapa karya yang mungkin sulit untuk di pahami.

Nadin memang kita kenal dengan seorang wanita muda yang berbakat perihal sastra. Ia mampu menciptakan beberapa karya yang tak hanya indah di dalam kebahasaan, melainkan juga indah di dalam nada. Bebrapa lagunya banyak yang hits karena memang sangat asyik dan nyaman untuk di dengar. Salah satu lagu Nadin yang paling hits hingga sekarang adalah Bertaut, sebuah lagu yang menceritakan tentang keharmonisan seorang anak kepada ibunya.

Lagu dengan judul Bertaut ini sudah mendapatkan puluhan juta pendengar di berbagai platform digital. Salah satunya adalah di kanal youtube Nadin Amizah sendiri, yang hingga kini vidio klip lagu bertaut sudah mendapat hampir tiga puluh juta viewers. Belum lagi di spotify, joox, dan platform lain, mungkin jika di total semuanya sudah mendapat ratusan juta pendengar.

Tak hanya itu saja, Nadin juga terkenal dengan karya-karya lainnya. Seperti Mendarah, Sorai, Seperti Tulang, Cermin, dan lagu-lagu lainnya, baik itu di almbum terbaru maupun album lama. Memang sih, lagunya sangat keren-keren. Mimin sendiri pun masih seing mendengarkannya berulang-ulang hingga sekarang. Bahkan sering membawakan lagunya ketika di tongkrongan bersama teman-teman.

Selain Nadin Amizah, masih banyak artis indie di Indonesia yang mahir dalam merangkai kata di dalam lirik lagunya. Seperti Brigitta Sriulina Beru Meliala, atau yang lebih dikenal dengan sebutan panggung “Idgitaf”, yang merupakan seorang penyanyi, serta penulis lagu, dan konten kreator berkebangsaan Indonesia. Usut punya usut, namanya menjadi terkenal sejak ia memarodikan video Odading Mang Oleh di platfrom TikTok.

Salah satu lagu dari Idgitaf yang moncer adalah berjudul Takut, yang menceritakan tentang seseorang yang takut ketika hendak menjadi dewasa. Seperti yang banyak diketahui masyarakat umum, menjadi dewasa itu tidak lah mudah, banyak tanggung jawab yang hatus dijalankan. Tak seperti masa kanak-kanak lagi, yang cencerung selalu bermain-main serta selalu ceria di setiap harinya.

Idgitaf sangat apik membungkus segala ketakutan-ketakutan seseorang untuk menjadi dewasa di sepanjang lirik lagunya. Seperti yang di bunyikan di bagian reffnya, “takut tambah dewasa, takut aku kecewa, takut tak seindah yang ku kira”. Terlihat simpel sih, seperti kata-kata biasa, namun tanpa kita sadari sebenarnya memiliki makna yang sangat dalam di baliknya.

Setelah itu, ada juga dari pihak sekumpulan cowok-cowok, yang kini kepopulerannya sedikit menurun setelah sang vokalis memilih untuk hengkang dari grup bandnya, tidak lain dan tidak bukan adalah Payung Teduh. Band ini sempat memuncak ketika merilis lagu yang berjudul Akad. Walaupun setelah banyak konflik yang terjadi hingga sempat mengkhawatirkan banyak fansnya, lagu Akad tetap cukup populer hingga sekarang walau tanpa formasi penuh di dalam grup musiknya seperti saat lagu ini rilis.

Untuk info lebih lengkapnya, kamu bisa langsung menuju ke anaksenja.com, di sana kamu akan langsung mendapatkan info menarik mengenai kajian makna lagu berbahasa indonesia dengan penjelasan yang tidak main-main, melainkan sangat lengkap dan detail. Kamu juga bisa request mengenai lagu apa yang akan di bahas atau diterjemahkan arti maupun maknanya. Dan kamu juga bisa mengirimkan kajian maknamu sendiri jika ingin diterbitkan di situs Anak Senja dengan biaya 0 rupiah, alias gratis! Terima kasih.

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA