by

Alumni Universitas Indonesia Ini Ditunjuk Sebagai CEO ASEAN-Australia Strategic Youth Partnership (AASYP)

KOPI, ASEAN-Australia Strategic Youth Partnership – Tahun 2022 ini nampaknya menjadi tahun yang membanggakan bagi Indonesia. Sebab Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah di ajang olahraga bertaraf Internasional MotoGP.

Pagelaran MotoGP telah berhasil diselenggarakan di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Nusa Tenggara Barat pada awal Maret 2022. Selain itu Indonesia juga menjadi ketua Ketua Presidensi G20 pada tahun 2022 ini.

Di sisi lain, banyak anak muda Indonesia yang juga mengharumkan Indonesia dalam kancah global. Satu di antara anak muda bertalenta tersebut adalah Josephine Petra Lovensa yang dipercaya menjadi CEO ASEAN-Australia Strategic Youth Partnership (AASYP).

AASYP sendiri adalah organisasi kepemimpinan pemuda dengan visi membangun kemitraan dan memperkuat relasi antara negara-negara di ASEAN dan Australia.

Penunjukan wanita yang tengah menjabat sebagai Chief Strategy Officer (CSO) di startup pendidikan bahasa asing, LingoTalk ini bukan tanpa alasan. Sebelum melakukan pivot ke industry teknologi, Josephine adalah seorang Public Affairs & Government Relations Consultant yang telah malang melintang di kawasan Asia Pasifik.

Selama menggeluti profesi di industri tersebut, dirinya telah dipercaya untuk memimpin beberapa operasi strategis untuk proyek perusahaan multinasional, pemerintah, dan organisasi internasional.

Menanggapi penunjukannya sebagai CEO AASYP, Josephine merasa terhormat mendapat kepercayaan dari para pendiri organisasi bertaraf internasional tersebut.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini bertekad untuk menyukseskan acara Australia Young Leadership Forum atau AAYLF. Acara yang melibatkan banyak anak muda dari berbagai negara ini akan diselenggarakan pada bulan Juni tahun 2022 setelah vakum selama 2 tahun karena pandemi.

 “Sebuah kehormatan bagi saya mendapatkan kepercayaan dari para pendiri AASYP untuk memimpin organisasi ini. Banyak agenda besar yang akan digarap di tahun 2022, salah satunya adalah ASEAN-Australia Young Leadership Forum (AAYLF) yang sempat vakum selama 2 tahun karena pandemi,” tutur Josephine dalam wawancaranya.

Selain menggarap berbagai agenda besar di tahun 2022, sebagai CEO Josephine juga berharap AASYP dapat menjadi mitra bagi Sekretariat ASEAN, khususnya pemerintah Indonesia. Terlebih Indonesia telah terpilih menjadi ketua ASEAN di tahun 2023 mendatang. Berbagai kegiatan strategis seperti bidang pendidikan, diplomasi, dan kegiatan pemuda akan menjadi prioritas utama.

“Dengan terpilihnya Indonesia menjadi ASEAN Chair di tahun 2023, saya berharap dapat membawa AASYP untuk menjadi mitra strategis pemerintah Indonesia dan Sekretariat ASEAN dalam menjalankan agenda prioritas, terutama dalam bidang pendidikan, diplomasi, dan kegiatan pemuda,” jelas alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 2015 ini.

Seperti diketahui sebelumnya, Indonesia dipercaya menjadi ketua Association of Southeast Asian Nations atau ASEAN pada tahun 2023 mendatang. Terpilihnya Indonesia menjadi ketua ASEAN 2023 adalah kali keempat, setelah sebelumnya di tahun 1976, 2003 dan 2011 lalu.

Ditunjuknya Josephine menjadi ketua AASYP dapat menjadi angin segar bagi hubungan diplomasi Indonesia dengan negara lainnya di masa mendatang.

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA