by

ITBox Menjadi Edutech Berbasis Online yang Komplet, untuk Kelas IT yang Banyak Diminati

KOPI, Jakarta – Pandemi Covid-19 turut membawa beberapa perubahan, termasuk gencarnya digitalisasi di berbagai aspek kehidupan. Kemampuan teknologi seperti programming atau data science pun jadi salah satu skill yang makin dibutuhkan.

Dari situlah kemudian banyak kita jumpai kelas teknologi yang sayangnya kebanyakan berada di Jakarta. Hal tersebut tentu cukup menyulitkan mereka yang berada di luar wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Belajar mandiri via YouTube pun jadi solusi sederhana, namun menjadi kurang efektif karena tidak terstruktur dan jika menemui kesulitan akan bingung karena tidak ada dampingan dari pengajar yang profesional.

Melihat hal tersebut, ITBox pun mencoba hadir sebagai alternatif bagi mereka yang ingin mempelajari skill teknologi yang saat ini semakin banyak dibutuhkan.

Head of Digital Marketing ITBox, Ihza Azyu Azra menjelaskan bahwa sebagai Edutech, ITBox mencoba membuat kelas teknologi lebih inklusif dan bisa diakses oleh lebih banyak orang di Indonesia.

ITBox adalah Edutech yang fokusnya bergerak di skill teknologi seperti programming, cyber security, data science, dan lainnya. Nah, yang kami fokuskan adalah online course yang disesuaikan dengan keinginan masing-masing peserta, jadi bisa diikuti dari nol sampai mahir,” kata Ihza.

Ihza juga menjelaskan kalau ITBox bisa diikuti oleh orang-orang yang sama sekali belum memiliki kemampuan dasar IT. Tak hanya itu para profesional yang sudah bekerja pun bisa mengambil kelas di IT Box sebagai refreshment. Apalagi pada kelas online yang ITBox, ada forum diskusi untuk para peserta berkonsultasi, jika merasa kesulitan.

Utamanya adalah mahasiswa atau anak SMA. Terus para profesional juga bisa. Nah, biasanya untuk profesional ini terbagi menjadi dua tipe lagi,” kata Ihza saat dihubungi via sambungan telepon.

Ia menambahkan “Pertama memang ada yang sudah bekerja di bidang IT, mungkin mereka mau upgrade skill atau sekadar refreshment. Yang kedua para profesional di bidang non-IT. Karena mungkin ada beberapa orang yang merasa bahwa suatu saat nanti pekerjaan yang ia tekuni bisa tergantikan. Nah, mereka bisa mempersiapkan skill-nya (di bidang IT) dari sekarang,”

Diluncurkan pada 12 Desember 2021, ITBox memang terbilang masih baru. Namun begitu, Ihza menjelaskan bahwa para coach atau pengajar di ITBox adalah praktisi di beberapa perusahaan besar.

Ihza menjelaskan bahwa saat ini kebutuhan akan skill teknologi, dalam hal ini IT, makin tinggi. Namun kelas-kelas IT seperti bootcamp misalnya, masih terlalu terkonsentrasi di Jakarta. Padahal banyak juga masyarakat di luar wilayah Jakarta dan sekitarnya yang ingin mempelajari atau meningkatkan skill teknologi mereka.

Untuk saat ini belajar coding dan bahkan perusahaan teknologi masih terpusat di Jakarta. ITBox coba menghadirkan inklusifitas untuk masyarakat, terutama di luar Jakarta. Jadi mereka punya akses yang sama untuk belajar skill teknologi ini. Karena saat ini bootcamp yang cukup bagus kebanyakan masih (diselenggarakan) di Jakarta,” katanya.

Tak hanya menyajikan kelas IT secara online, ITBox juga memberikan sertifikat yang kredibel, karena bisa digunakan untuk melamar pekerjaan di kemudian hari. “Mereka dapat tech support (forum diskusi) dengan para praktisi dan coach, dan juga sertifikat kelulusan,” jelas Ihza.

Selain sertifikat dan dukungan dari para coach dan praktisi, Ihza juga menjelaskan kalau peserta hanya cukup mendaftar sekali dan mendapat akses seumur hidup. “Cukup sekali akses bisa untuk seumur hidup, dan jika ada update dari teknologi (di kelas yang diikuti) akan dapat materi baru gratis,”

Karena berbasis online, peserta kelas ITBox pun terbilang memiliki waktu yang fleksibel, “Untuk course-nya sendiri karena kita berbasis online, mereka (peserta) bisa menghabiskan materi dengan cukup fleksibel. Karena memang untuk bundel (materi yang diterima peserta) cukup panjang. Kira-kira satu video mencapai 24 jam video materi,”

Meski terbilang masih baru, namun peserta ITBox sudah cukup banyak dan menurut Ihza, banyak peserta yang berasal dari luar Jakarta.

Untuk member sampai saat ini sekitar 400-an orang. Itu dari seluruh Indonesia dan kebanyakan dari luar Jakarta.” Pungkas Ihza.