by

Cegah Penyebaran Covid-19, Siswa-siswi SDN 2 Sekincau Ikuti Vaksinasi Tahap Kedua

KOPI, Lambar – Untuk mencegah penyebaran Covid-19, sebanyak 86 siswa SDN 2 Sekincau antusias menjalani vaksinasi Covid-19 lanjutan tahap kedua. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, para orang tua murid dengan semangat mengantarkan putra-putrinya ke sekolah untuk divaksin, Senin (22/2/22), di halaman sekolah.

Kegiatan vaksinasi kali diperuntukkan untuk usia 6-11 tahun, yang dibuka langsung oleh Kepala Sekolah Yuniar, S.Pd., serta didampingi seluruh Dewan Guru SDN 2 Sekincau, dan dihadiri Personil Puskesmas sebagai tenaga medis yang bertugas sebagai pemberi vaksin kepada siswa-siswi.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah mengingatkan kepada seluruh masyarakat khususnya siswa-siswi beserta orang tuanya untuk tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan Covid-19. “Saya mengingatkan kepada anak-anak maupun orang tua murid untuk tetap mematuhi Prokes, karena kunci utamanya ada pada diri kita,” ujar Yuniar.

Yuniar mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Sekincau dan seluruh stakeholder yang ikut membantu terlaksananya kegiatan vaksinasi Covid-19 ini. Sebelum disuntik vaksin, mereka terlebih dahulu diperiksa kondisi kesehatannya, untuk menentukan layak atau tidaknya diberikan vaksin.

Secara simbolis, pemberian vaksin diberikan kepada perwakilan siswa-siswi SD Negeri 2 Sekincau, yang diwakili oleh Aisyah dari kelas 1, disaksikan langsung oleh awak media dan seluruh Dewan Guru beserta wali murid SD N 2 Sekincau. Aisyah Ailani Arka Hartati, Siswa Kelas 1 SDN 2 Sekincau mengatakan sangat senang setelah mendapat vaksinasi Covid-19 tahap kedua ini.

Karena dengan vaksinasi ini ia berharap bisa belajar secara tatap muka bersama guru dan teman-temannya di kelas. Dengan didampingi Sang Ayah, Aisyah berharap agar teman-temannya yang masih enggan, maka harus berani disuntik.

Di kesempatan yang sama, Kepala Sekolah mengungkapkan bahwa saat ini proses belajar mengajar dilakukan dengan sistem shift. Dalam satu minggu siswa-siswi hanya dua kali mengikuti proses belajar mengajar di sekolah, selebihnya masih secara daring dari rumah masing-masing.

“Saya berharap setelah pemberian vaksinasi kegiatan belajar mengajar kembali pulih kembali,” harapnya.

Sementara itu, Tim Medis yang bertugas memberikan vaksinasi juga mengingatkan terutama kepada orang tua murid untuk memperhatikan asupan gizi makanan untuk putra-putrinya agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit serta virus seperti Covid-19. (Jamsi martien)

Editor: NJK