by

Apa Benar Penggunaan Kompor Besi Picu Penyakit Jantung Hingga Stroke?

KOPI, Jakarta – Memasak bukanlah keahlian semua orang. Bekerja di dapur, menyortir bahan, memutuskan menu yang akan dibuat, bisa menjadi kebahagiaan bagi sebagian orang.

Tapi, “Terjebak?” Ada pepatah yang mengatakan bahwa penggunaan besi pada bahan tungku bisa mendatangkan banyak penyakit berbahaya. Seperti serangan jantung, stroke dan aterosklerosis.

Pada saat yang sama, penggunaan tungku aluminium juga memiliki mitos tersendiri. Penyebab Alzheimer adalah penyakit yang dipuji karena penggunaan aluminium dalam memasak. Apakah ini nyata? Mari kita lihat di sini!

Besi


Isu:
Menyebabkan serangan jantung, stroke dan aterosklerosis.

Fakta:

Pria dewasa membutuhkan 40-50 mg/kg zat besi per hari, dan wanita membutuhkan 35-50 mg/kg zat besi per hari. “Tingkat zat besi yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan serangan jantung, stroke dan aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah) di arteri yang memasok darah ke otak.

Pada saat yang sama, kekurangan dapat menyebabkan anemia dengan gejala kelemahan, kelelahan dan kelesuan. Masalahnya, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa peralatan dapur yang terbuat dari besi berbahaya.

Penyebab Utama Kelebihan Besi

Lebih banyak di dalam tubuh adalah karena pola makan dan seringnya asupan suplemen zat besi seperti suplemen zat besi secara berlebihan. “Jadi, kalau tidak benar-benar anemia, tidak perlu mengonsumsi suplemen zat besi karena merusak tubuh.

Alumunium

Isu:

Penyebab penyakit Alzheimer.

Fakta:

Penyakit Alzheimer, atau kehilangan memori, adalah penyakit yang disebabkan oleh kerusakan sel-sel saraf di otak yang terlibat dalam fungsi memori. Ini karena zat neurotransmitter yang mentransfer sinyal dari satu sel otak ke sel otak lainnya berkurang.

Kondisi ini menghambat fungsi berpikir dan proses memori otak.
Penyebab utamanya adalah usia, bukan genetika, atau kepala sangat terpengaruh. Jadi bukan hanya karena peralatan masak mengandung aluminium.

Penyerapan lebih dari 1000 mg aluminium per hari dapat menjadi racun bagi otak. Tapi memasak dalam panci aluminium, membungkus sisa makanan dalam aluminium foil, dan minum minuman kaleng hanya bisa mendapatkan hingga 9 mg,

Jadi, dapat dikatakan bahwa tidak ada hubungan antara penyakit Alzheimer dan memasak dengan aluminium.