by

10 Tahap Budidaya Jamur Merang di Rumah Secara Simpel

KOPI, Jakarta – Apakah Anda penggemar sayuran? Jika Anda menjawab ya, maka tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan jenis jamur yang satu ini. Jamur merang adalah salah satu jamur yang paling populer di Indonesia. Anda dapat menanam dan mengolah tanaman jamur juga untuk berbagai jenis masakan, termasuk tumis, sup, paprika dan sebagai pelengkap capcay.

Namun, jumlah jamur merang sangat jarang di pasaran, sehingga selalu kekurangan stok. Lalu, apakah anda tidak tertarik mencoba membudidayakan sendiri di rumah? Selain bisa jadi pendapatan pasif, budidaya jamur merang juga bisa dibilang mudah. Berbeda dengan Budidaya Jamur Tiram.

Tertarik mencoba budidaya jamur merang sebagai usaha sampingan? Untuk menambah pengetahuan anda, artikel ini akan membahas lebih dalam tentang apa itu jamur merang, dan berikut adalah beberapa topik yang akan dijelaskan dalam artikel ini:

1. Jamur Merang Adalah Santapan Lezat

2. Budidaya Jamur Merang Menjadi Sambilan di Rumah

3. Manfaat Jamur Merang

Cara Budidaya Jamur Merang

1. Sediakan rumah atau wadah jamur untuk budidaya

2. Sediakan alat-alat untuk menjaga suhu dan kelembaban kumbung

3. Proses pembibitan jamur merang

4. Siapkan media tanam jamur

5. Taburkan dolomit di media tanam

6. Proses pembalikan media tanam

7. Masukkan media tanam ke dalam kumbung

8. Tebarkan bibit jamur merang

9. Pemeliharaan jamur merang

10. Proses panen jamur merang

Macam-macam Jamur yang Bisa Dimakan

1. Jamur Kancing

2. Jamur Sawit

3. Jamur Tiram

4. Jamur Kuping

5. Jamur Shimeji

6. Jamur Shiitake

7. Jamur Matsutake

8. Jamur Truffle

9. Jamur Lingzhi

10. Jamur Portobello

11. Jamur Porcino

12. Jamur Maitake

13. Jamur Morel

Resep Kaldu Alami Jamur Merang

Tanpa basa-basi lagi, berikut ini penjelasan lengkap tentang budidaya jamur yang sangat menarik untuk diketahui.

1. Jamur Merang Adalah Santapan Lezat

Jamur merang yang memiliki nama ilmiah Volvariella volvacea merupakan salah satu jenis jamur yang banyak dibudidayakan di berbagai belahan Asia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, jamur ini disebut jamur merang karena biasanya tumbuh di atas jerami atau merang.

Ciri-ciri jamur ini adalah bentuknya yang bulat asimetris dengan diameter sekitar 5 cm – 14 cm. Permukaan kering berwarna coklat sampai coklat keabu-abuan dan dilindungi oleh selubung. Bilahnya sempit, lebar, dan putih saat muda, kemudian berubah menjadi merah muda saat spora matang.

Jamur yang termasuk dalam famili Pluteacea dapat berkembang dengan menghasilkan spora berukuran mikron. Spora akan berkecambah dan membentuk hifa. Selanjutnya kelompok hifa membentuk massa kecil dan mengembang membentuk tubuh buah pada tahap kancing muda yang kemudian berkembang menjadi tahap telur. Tahap ini dipanen dari telur dan dikonsumsi. Rasanya enak dengan bumbu yang pas.

2. Budidaya Jamur Merang Sebagai Kesibukan di Rumah

Mencari inspirasi bisnis sampingan? Bagaimana dengan budidaya jamur merang yang bisa anda lakukan di rumah. Produksi yang masih terbatas menjadi peluang bagi anda untuk menjadikannya sebagai usaha sampingan.

Jamur merang merupakan salah satu jenis jamur yang populer untuk dikonsumsi. Tingginya permintaan jamur pangan belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh pasar. Peluang bisnis yang menarik bukan? Jangan khawatir jika Anda tidak memiliki pengalaman sebelumnya karena budidaya jamur relatif mudah untuk pemula.

Manfaatkan lahan di rumah anda untuk menanam jamur, yang selain bisa dikonsumsi juga bisa menjadi bisnis sampingan jika anda menyukainya. Tanah yang Anda perlukan untuk menanam jamur tidak harus luas, jika anda sedang mencari rumah dengan tanah yang bisa digunakan.

3. Manfaat Jamur Merang

Selain rasanya yang lezat, jamur ini juga kaya akan nutrisi. Jamur banyak mengandung protein, vitamin, serat, zat besi, fosfor, dll. Dengan berbagai komponen tersebut, jamur ini dapat menjadi komponen nutrisi yang baik untuk tubuh. Dan jamur ini terkadang dijadikan sebagai alternatif pengganti vegetarian. Berikut manfaat jamur untuk kesehatan.

• Mengandung protein untuk menyehatkan tubuh.

• Mengandung kalsium untuk menjaga kesehatan gigi.

• Kandungan fosfor untuk membantu mencegah osteoporosis.

• Mengandung berbagai macam vitamin untuk kesehatan mata, otak, dan darah.

• Kandungan serat untuk membantu melancarkan pencernaan.

Banyak orang mulai bercocok tanam di rumah, dan hal ini termasuk dalam urban farming atau pertanian saat ini sudah banyak diterapkan di kota-kota dengan lahan terbatas, yuk simak selengkapnya tentang budidaya jamur.

Cara Budidaya Jamur Merang

Berikut langkah-langkah budidaya jamur merang sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah.

1) Persiapkan Rumah Jamur atau Wadah untuk Budidaya

Langkah pertama yang perlu anda lakukan adalah menyiapkan tempat tumbuh jamur yang dikenal dengan nama kumbung. Area tanam atau rumah jamur ini mengatur suhu dan kelembapan jamur.

Anda bisa membuat kumbung dari rangka besi, kayu, atau bambu yang dilapisi plastik sebagai dinding. Bisa juga membuat bangunan kumbung secara permanen. Jika anda ingin menanam jamur dengan cara kecil-kecilan terlebih dahulu, anda bisa menyiapkan rumah jamur dengan menempelkannya di dinding rumah, misalnya di samping dapur. Ukuran ideal untuk sebuah kompong adalah tinggi kurang lebih 2,5 meter, lebar 4 meter x lebar 6 meter. Di dalam, anda bisa meletakkan rak dua baris yang terbuat dari besi atau kayu.

2) Persiapkan Alat-alat untuk Menjaga Suhu dan Kelembaban Kumbung

Untuk menjaga suhu dan kelembaban di dalam kombuj dengan baik, Anda harus menyiapkan blower listrik dan pemanas ruangan. Blower elektrik merupakan alat untuk mensirkulasikan udara di dalam kombuj, sedangkan pemanas ruangan berfungsi untuk menjaga suhu di dalam kombuj sesuai dengan yang diinginkan. Suhu ideal untuk budidaya jamur adalah 32°C hingga 34° C.

3) Proses Pembibitan Jamur Merang

Perbanyakan jamur dapat dilakukan dengan membeli bibit jamur atau membuatnya sendiri. Jika anda memilih untuk membeli, pastikan untuk memilih benih yang baik. Di sisi lain, jika anda ingin membuatnya sendiri, berikut adalah proses yang perlu dipertimbangkan.

1. Irislah payung jamur, lalu sirami dengan air hangat.

2. Masukkan irisan payung jamur ke dalam wadah.

3. Tambahkan abu sekam mentah sebanyak ¾ kg.

4. Tuangkan air bersih secukupnya, kemudian aduk sampai tercampur.

5. Tutup wadah selama 2 hingga 4 hari dan buka jika telah ada serabut putih.

4) Siapkan Media Tanam Jamur

Media budidaya yang digunakan untuk menumbuhkan jamur merang adalah jerami. Selain jamur, anda juga perlu menyiapkan bahan lain, seperti onggok. Langkah-langkah menyiapkan media tanam adalah dengan menumpuk jerami secara berlapis-lapis dan menyusunnya sebagai berikut.

1. Susun jerami dengan ketinggian 15 cm, kemudian siram dengan air secukupnya.

2. Tumpuk dengan onggok secara merata kemudian siram kembali.

3. Lakukan penyusunan tersebut hingga mencapai ketinggian sekitar 1,5 m, lebar 2,5 m, dan panjang sekitar 4 m.

4. Tutupi lapisan tersebut dengan plastik.

5. Biarkan selama dua hari hingga media tanam matang.

5) Taburkan Dolomit di Media Tanam

Setelah media tanam dibiarkan selama dua hari, langkah selanjutnya adalah penyemprotan dolomit.

1. Campurkan 40 kg bekatul dengan 24 kg dolomit, kemudian aduk hingga merata.

2. Buatlah lapisan jerami dan onggok dengan ketinggian 15 hingga 20 cm.

3. Siram lapisan tersebut dengan air secukupnya.

4. Taburkan campuran bekatul dan dolomit secara merata ke atas lapisan tersebut.

5. Tutup rapat tumpukan yang telah ditaburi campuran bekatul dan dolomit.

6) Proses Pembalikan Media Tanam

Selanjutnya adalah proses membalik media tanam agar media tanam pada jamur terkompos dengan baik. Caranya adalah dengan membalikkan media budidaya yang telah didiamkan selama dua hari. Balikkan media tanam sebanyak tiga kali. Jika prosesnya benar, media tanam akan berubah warna menjadi coklat tua kehitaman, memiliki kadar air 65 persen hingga 75 persen, dan memiliki tekstur yang halus.

7) Masukkan Media Tanam ke Dalam Kumbung

Susun media tanam yang sudah jadi di rak dengan menempatkan lapisan media tanam paling tebal di bagian bawah, diikuti lapisan yang lebih tipis secara bertahap. Kemudian taburkan kapas tersebut pada media tanam secara merata.

8) Tebarkan Bibit Jamur Merang

Selanjutnya adalah proses perbanyakan atau penyemaian bibit jamur merang sebagai berikut.

1. Ambil bibit jamur merang secukupnya, lalu tebarkan secara merata di permukaan media tanam.

2. Siram lantai dengan air secukupnya agar kelembapan kumbung terjaga agar pertumbuhan jamur merang lancar.

3. Setelah melakukan proses penanaman, tutup kembali kumbung dengan rapat.

9) Pemeliharaan Jamur Merang

Berikut cara mudah untuk melakukannya agar jamur dapat tumbuh dengan baik.

1. Selalu menutup rapat kumbung agar kelembaban jamur merang terjaga.

2. Jagalah agar lantai kumbung tidak pernah kering.

3. Usahakan agar suhu kumbung berada pada kisaran 32 derajat Celcius hingga 38 derajat Celcius.

4. Kumbung sebaiknya dibuka ketika jamur merang telah berumur setidaknya empat hari sejak penanaman bibit.

5. Semprot media tanam untuk menjaga kelembaban jamur merang, tetapi usahakan agar badan jamur tidak ikut tersemprot.

6. Lakukan penyemprotan pada jamur merang secara rutin, yaitu setiap hari sebanyak dua kali, yaitu pagi dan siang menjelang sore.

10) Proses Panen Jamur Merang

Ini adalah proses yang paling ditunggu, namun proses panen jamur tidak bisa dilakukan sembarangan.

1. Jamur merang siap dipanen ketika menginjak usia 10 hingga 11 hari setelah penanaman.

2. Jamur merang layak panen jika telah mencapai tinggi 3 cm hingga 6 cm atau masih berbentuk kancing.

3. Segera lakukan pemanenan ketika kuncup jamur merang belum terbuka.

4. Cara memetik jamur merang adalah dengan memutar secara perlahan, bukan dengan menariknya langsung. (*)