by

Peduli Lingkungan, Babinsa Ciroyom Koramil 1803/Andir Sulap Kawasan Kumuh menjadi Taman

KOPI, Bandung – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Ciroyom Koramil 1803/Andir Serka Iswah Indiarto, bersama-sama warga melaksanakan kerja bakti menyulap kawasan kumuh menjadi Taman, Sabtu (22/1/22). Taman tersebut berlokasi di Jalan Minyak Tanah RW. 01 Kelurahan Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung.

Kegiatan pembuatan taman tersebut di inisiasi oleh Babinsa Ciroyom Serka Iswah Indiarto, saat itu ia sedang berpatroli di wilayah tersebut. Lokasi tersebut dijadikan masyarakat sekitar sebagai tempat pembuangan sampah liar.

Dengan seringnya warga membuang sampah di situ, maka terjadi penumpukan sampah dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga sekitar dan masyarakat yang melewati jalan tersebut. Menindaklanjuti hal tersebut, Babinsa Ciroyom, Serka Iswah berkoordinasi dengan Lurah Ciroyom, Agus Firmansyah,S.I.P., M.M., untuk mengatasi hal tersebut dengan harapan tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Usai berkoordinasi dengan Lurah Ciroyom, Babinsa bersama dengan warga setempat, dibantu oleh Tim Gober Kelurahan Ciroyom, dan Reformer RW 07 Siaga, berencana untuk membuat sebuah taman di area tersebut, lantas dengan rasa semangat, membuat rancangan dan persiapan-persiapan untuk pelaksanaan pembangunan taman tersebut. Berkat dukungan Lurah Ciroyom, dan kreatifitas warga yang tinggi maka mampu terciptanya taman ini yang kemudian dinamakan ‘Taman Babinsa’.

“Sesuai Perintah harian KASAD, agar setiap Prajurit TNI AD di manapun berada dan bertugas agar bermanfaat untuk masyarakat, dengan moto Manunggal TNI & Rakyat. Taman Babinsa yang terletak di Jalan Minyak Tanah RW. 01 Kelurahan Ciroyom ini terealisasi, sehingga tempat yang awalnya kumuh berubah menjadi taman,” ujar Iswah.

Lanjutnya, tujuan pembuatan taman ini antara lain agar lokasi ini bermanfaat, serta menjadikan lokasi yang indah dipandang dan terlihat bersih serta asri, atas kesepakatan bersama, taman ini dinamakan ‘Taman Babinsa’. “Dengan adanya ‘Taman Babinsa’ ada pesan moral yang disampaikan agar masyarakat senantiasa menjaga lingkungannya.” ucap Serka Iswah Indiarto saat dikonfirmasi Wartawan, Jumat (21/1/2022).

Lebih lanjut, Serka Iswah mengimbau agar masyarakat turut menjaga keasrian taman, merawat dan tidak membiarkan ada yang sengaja maupun tidak sengaja merusak taman. “Diharapkan seluruh warga harus menjaga taman Babinsa ini,” imbuhnya.

Mengingat pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kelurahan Ciroyom. Lurah Ciroyom, Agus Firmansyah, S.I.P., M.M., mengapresiasi pembuatan taman tersebut yang diinisiasi oleh Babinsa Ciroyom, Serka Iswah Indiarto, yang dilaksanakan bergotong-royong bersama warga masyarakat, Tim Gober Kelurahan Ciroyom bersama Reformer RW 07 Siaga hingga pembuatan Taman Babinsa tersebut terealisasikan.

“Berkaitan dengan hal prinsip di Lingkungan Kelurahan Ciroyom, tepatnya di Jalan Minyak Tanah RW 01, dimana memang kepadatan penduduk di wilayah tersebut sangat signifikan, dan berkenaan dengan pengelolaan sampah di sana memang belum terlalu terkelola dengan baik, maka banyak warga masyarakat yang bertanggungjawab terhadap pembuangan sampah secara liar,” ungkap Agus Firmansyah, Lurah Ciroyom yang terkenal humanis di kalangan para Wartawan ini.

Ia menambahkan, hal tersebut memang salah satu pekerjaan rumah kita di mana bukan ranah ataupun tempat sampah yang dijadikan pembuangan, padahal di kelurahan Ciroyom ini sudah ada tempat pembuangan sampah sementara, hari demi hari kita mencermati berkenaan dengan kesadaran warga masyarakat kami pun sudah sampaikan bahwa itu memang bukan tempat sampah, melalui para pengurus RT dan RW tetapi warga masyarakat salah satunya mungkin kebingungan untuk membuang sampah dan juga disinyalir di tempat tersebut banyak pembuang secara spontan yang memang lewat dengan kendaraan.

Terkait pengelolaan sampah di Kelurahan Ciroyom sendiri, ia mengatakan sudah menerapkan secara otonom, di mana seperti halnya Pasar Ciroyom telah mempunyai pengelolaan pembuangan sampah tersendiri. Selain daripada itu, pihaknya mendorong kepada pedagang pasar tumpah bersama forumnya untuk mengelola sampah sendiri termasuk di warga masyarakat.

“Hal ini memang salah satu janji politik Walikota Bandung terkait penanggulangan sampah di Kota Bandung, yaitu dengan cara “Kangpisman” (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) dan itu bisa menjadi nilai financial untuk menunjang ekonomi warga masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap di kelurahan Ciroyom, selalu mewujudkan satu dinamika yang berfrekuensi sama dengan seluruh stakeholder dan komponen warga masyarakat, “Artinya ketika warga masyarakat mempunyai usulan ataupun kendala di lingkungan, ketika kita bergerak bersama insyaallah akan terselesaikan dengan baik.” (Tedy)

Editor : NJK