by

LQ Indonesia Lawfirm Tanggapi Fitnah Oknum Lawyer Bernama Natalia Rusli

KOPI, Jakarta  – Natalia Rusli, seorang pengacara di Jakarta, mengeluarkan pernyataan yang bersifat tuduhan dan fitnah atas gencarnya perjuangan LQ Indonesia Lawfirm mendampingi korban investasi bodong. Kabid Humas LQ Indonesia Lawfirm, Sugi, memberikan klarifikasi terhadap tuduhan dan fitnah tersebut dalam rilis LQ Indonesia Lawfirm di Jakarta (22/1/2022).

“Secara membabi buta, pihak kuasa hukum RSO, Natalia Rusli menyerang Ketua Pengurus LQ Indonesia Lawfirm, Advokat AlVin Lim, SH, MSc, CFP, CLA. Pernyataan tersebut adalah hal sederhana, yaitu membuktikan bahwa serangan dan desakan LQ Indonesia Lawfirm sehingga POLRI menaikkan status LP ke penyidikan atas dugaan penipuan, penggelapan, tindak pidana perbankan dan pencucian uang yang diduga dilakukan oleh terlapor Raja Sapta Oktohari terbukti telak dan membuat lawan gusar dan marah,” kata Sugi.

Dalam bagian lain pernyataannya, Natalia Rusli juga menyampaikan tuduhan bahwa Alvin Lim saat ini berstatus DPO di Polda Metro Jaya. “Tuduhan terkait Alvin Lim berstatus DPO, apalagi DPO di Polda Metro Jaya, sangat menggelikan karena mungkinkah Alvin yang setiap minggu ke Polda Metro Jaya tidak ditahan apabila berstatus DPO?” tanya Sugi.

Tuduhan Alvin Lim menggelapkan dana investasi satu milyar lebih juga menurut Sugi menggelikan karena Alvin Lim bahkan mengeluarkan dana lebih besar dari itu untuk amal. “Terhadap tuduhan penggelapan bilyet investasi 81 Milyar, jelas makin ngawur. Tolong tunjukkan bilyet mana bernilai 81M? Alvin Lim siapkan 1 Milyar bagi yang bisa membuktikan ada bilyet 81M yang digelapkan. Katanya dilaporkan polisi, kenapa ga ditahan dan tidak naik sidik apabila benar?” paparnya.

Terakhir, terhadap tuduhan kasus pemalsuan Klaim Asuransi Allianz, Sugi selanjutnya menunjukkan bukti putusan MA yang sudah incracth. “Ini bukti putusan MA sudah jelas dan incracth yang menyatakan bahwa Tuntutan Jaksa Penuntut Umum tidak dapat diterima. Alvin Lim sudah bebas demi hukum di PN Jaksel dan menang hingga putusan MA #873 K/PID/2020 tidak terbukti bersalah. Putusan MA ini sudah berkekuatan hukum tetap,” jelasnya.

“Jadi tuduhan tersebut justru membuktikan ahli hukum yang berkomentar dan kuasa hukum RSO, si Natalia Rusli tidak mengerti hukum. Namun kami tidak heran karena terbukti melalui surat yang kami terima dari Dirjen Dikti, Natalia Rusli, Ijazah SH-nya tidak terdaftar DIKTI. Normal makanya kalo dia tidak mengerti hukum dan asbun,” ujar Sugi sambil tersenyum.

“Mari masyarakat melihat sendiri, keangkuhan oknum Terduga pengemplang dana masyarakat, sudah naik penyidikan, bukannya perhatikan para korban, malah menyerang pribadi kuasa hukum para korban yang berjuang melakukan pembelaan. Jelas menunjukkan tidak adanya itikat baik. Bagi yang ingin bergabung bisa menghubungi 0818-0489-0999 untuk konsultasi,” pungkasnya.

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA