by

Bupati Tamba Bersama Wabup Patriana Dampingi Wakasal Laksdya TNI Tinjau Pembangunan MFE

KOPI, Jembrana – Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama Wabup Patriana mendampingi Wakil Kepala Staf TNI AL, Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono S.E.,M.M, dalam rangka kunjungan kerja meninjau dan melakukan ground breaking pembangunan Maritime Food Estate, Kampung Bahari Nusantara TNI AL di Kabupaten Jembrana, Bali, (7/1/2022).

Maritime Food Estate (MFE) adalah bagian dari program Kampung Bahari Nusantara yang fokus pada budidaya udang vaname teknologi terbaru ‘Ultra Intensive Aquagriculture Technology’ MFE yang sedang di bangun di Kabupaten Jembrana diantaranya sebagai berikut:

  1. Maritime Food Estate (MFE) Tahap I yang berada di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru
  2. Maritime Food Estate (MFE )Tahap II berada di Desa Pengambengan
  3. Maritime Food Estate (MFE) Tahap III di Desa Yeh Embang.

Ketiga lokasi tersebut, masing-masing memiliki 90 kolam budidaya udang vaname berdiamater 30 meter.

Program tersebut yang menekankan pada ketahanan pangan, hal ini merupakan bagian kerjasama TNI AL dengan Pemkab Jembrana dan swasta. Adapun sasaran program tersebut adalah pemberdayaan masyarakat pesisir dalam hal penyerapan tenaga kerja, pembinaan dalam bidang pendidikan dan kesehatan. 

Program MFE TNI AL ini, dalam rangka membina potensi maritim dan pemberdayaan wilayah pertahanan agar terjadi sinergi antara TNI AL, Pemkab dan masyarakat pesisir untuk bersama-sama penjaga pertahanan di wilayah. 

“Kami berterima kasih kepada Bupati Jembrana dan jajarannya yang telah bersedia bekerja sama dengan TNI AL dalam menjalankan program unggulan TNI AL Maritime Food Estate ini, semoga program ini berjalan dengan baik dan dapat memberikan manfaat bagi Kabupaten Jembrana umumnya dan masyarakat di wilayah pertahanan pesisir dan laut” tutur Wakasal.

Sementara Bupati Jembrana I Nengah Tamba sangat bersyukur bahwa Kabupaten Jembrana dipilih oleh TNI AL RI sebagai kabupaten di Indonesia untuk pembudidaya tambak udang vaname. Bupati Tamba juga menyambut langsung kedatangan Wakasal ke Kabupaten Jembrana untuk meletakan batu pertama pembangunan tambak udang.

Menurut Bupati Tamba, Kabupaten Jembrana bersinergi dengan TNI Angkatan Laut (AL) RI membangun project tambak udang vaname yang diberi nama Maritime Food Estate Tahap II Bahari. Hal itu wujud komitmen untuk menambah penghasilan Pendapatan Daerah (PD) dimana Kabupaten Jembrana paling kecil pendapatan daerah dibanding kabupaten lainnya, serta komitmen untuk mencari lapangan pekerjaan untuk warga Kabupaten Jembrana.

Pembangunan tambak udang vaname di Kabupaten Jembrana merupakan project TNI AL yang pertama di Indonesia, dikarenakan lokasi yang sangat strategis. Dibangunnya tambak udang vaname di Jembrana, tidak lepas dari tuntutan Provinsi Bali dimana Kabupaten Jembrana menanggung kebutuhan udang vaname sebanyak 50 persen dari 20 persen di Bali.

“Kami berterima kasih kepada kehadiran bapak wakasal, dibarengi dengan dimulainya ground breking hari ini sebagai Maritime Food Estate Kabupaten Jembrana dengan system teknologi Ultra Intensive, tentu ada 2 hal yang kita dapatkan, pertama secara Pendapatan Daerah (PD) kita mendapatkannya, yang kedua lapangan perkerjaan kepada masyarakat Jembrana dan tentunya ekonomi disini sudah bergerak saat dimulai pembangunan tambak yang menyerap tenaga kerja lokal Jembrana,” ujar Bupati Tamba

Selain disektor perikanan, lanjut Bupati Tamba, pihaknya berharap disektor lain pun bisa dibantu oleh TNI AL. “Karena beliau mempunyai koneksi yang banyak, kita akan terus presentasikan potensi Jembrana kepada beliau, kita akan jualan potensi terus ke depan dan kita juga dituntut oleh provinsi, menanggung 50 persen kebutuhan udang di Bali,” ucap Bupati Tamba.

Perlu untuk diketahui bahwa “Ada sekitar 20 ribu untuk kebutuhan seluruh Bali, kita ambil 50 persennya dari Jembrana, dan saya rasa dengan 3 project ini sudah bisa kita penuhi, belum lagi adanya tambak udang lainnya yang kecil-kecil di Jembrana sebagai tambahan nantinya,” tutupnya. (AM)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA