by

Santri YAPI, MUI, Aswaja dan Masyarakat Bersatu Menanam Pohon

KOPI, Jawa Timur – Santri Yayasan Pendidikan Islam (YAPI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ahlus-Sunnah Wal-Jamaah (Aswaja) dan masyarakat bersatu menanam pohon, Kamis (16/12/21) lalu. Kegiatan tersebut merupakan gerakan peduli lingkungan dengan tema “Sedekah Pohon” yang digelar di Pondok Pesantren YAPI Bangil, Pasuruan, Jawa Timur.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ir. Haryono, KH Badrus mewakili Nahdatul Ulama (NU), Awaludin dan Fauzan mewakili MUI, Ustadz Saiku dari YAPI, Kepala Desa Kenep Nur Sholeh bersama 15 orang perangkat Desa setempat, 50 siswa YAPI, Koramil setempat bersama 7 orang personilnya.

Dampak Pemanasan Global menghantui keberlangsungan kehidupan manusia dan ekosistem yang ada di bumi. Yakni, mencairnya Gletser atau Gunung Es di kutub Utara dan Selatan. Akibatnya, terjadi kenaikan permukaan laut, sehingga berpotensi menyebabkan banjir.

Pola cuaca yang tidak teratur dan peningkatan curah hujan mengakibatkan hewan dan tumbuhan tidak dapat beradaptasi serta tanaman juga mudah mati. Jika tidak segera ditanggulangi Ini dapat menyebabkan seluruh ekosistem berubah secara total dan cepat, akibatnya akan terjadi kerusakan di mana-mana.

Sadar akan ancaman dan bahaya tersebut, gerakan peduli lingkungan dengan tema “Sedekah Pohon” yang diikuti unsur Pemerintahan, Siswa dari pondok pesantren, perangkat desa bersama-sama menanam pohon. Hal ini sebagai wujud gerakan manunggal antar umat beragama dan peduli lingkungan, khususnya di Pasuruan, Jawa Timur.

Kegiatan diawali di dalam Gedung Serba Guna YAPI dengan penyampaian sejumlah materi. Dan, dilanjutkan penanaman pohon di lingkungan pondok dan sekitarnya termasuk di Desa Kenep.

“Penghijauan atau penanaman pohon yang kita lakukan ini bertema ‘Sedekah Pohon’ yang dilakukan oleh santri pondok pesantren, bersama elemen desa dan masyarakat bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup dan bumi. Selain itu, juga untuk mengasah skill kesiswaan, sekaligus untuk oleh-oleh atau bekal bagi mereka (para santri) saat di rumah,” ujar Kepala Asrama Pondok Pesantren YAPI, Ustad Saiku, Kamis (16/12) lalu.

Ditambahkan, Ponpes YAPI yang didirikan oleh Ustadz Husein bin Abu Bakar Al-Habsyi, saat ini terdapat 200-an santri putra dan 260-an santri putri, dari berbagai daerah.

Kepala Asrama yang juga Humas Ponpes YAPI tersebut menambahkan, penghijauan yang dilakukan merupakan bentuk kesadaran untuk menyelamatkan bumi dan isinya dari ancaman pemanasan global. “Saya berharap, penanaman pohon yang dilakukan ini bisa ditiru oleh gerakan lainnya, dan dilakukan di berbagai tempat,” harapnya.

Kemudian, mewakili MUI setempat, Awaludin mengatakan sangat mendukung kegiatan positif tersebut. Menurutnya, jika dilakukan merata, sama artinya ikut menyelamatkan generasi yang akan datang. “Artinya, jangan wariskan kerusakan untuk generasi mendatang,” tuturnya.

Foto: Santri YAPI bersama stakeholder dalam rangka menanam pohon.

Ajakan juga dilontarkan kepada semua elemen di Pasuruan, baik dari latar belakang suku, agama atau etnis yang berbeda. Untuk bahu membahu melakukan gerakan menanam dan tidak membiarkan lahan kosong atau terlantar.

“Tanpa membedakan suku, agama atau etnis kita semua harus menunjukkan kebersamaan, menyelamatkan bumi yang kita tinggali ini. Dan, akan terus bermanfaat untuk anak cucu kita,” tutupnya. (Red)

Editor: NJK