by

Menuju Koperasi Modern dan Kuat Bupati Tamba Dorong Sistem Digital

KOPI, Jembrana – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana menggelar workshop digitalisasi menuju koperasi modern, bertempat di Gedung Kesenian Bung Karno, Kabupaten Jembrana, Bali, Rabu (1/12/2021).

Koperasi merupakan organisasi atau lembaga pembiayaan yang telah lama hadir di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan, jumlah koperasi di Indonesia terus menyusut sejak 2017.

Workshop digelar dan dibuka Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang didampingi Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jembrana. Serta dihadiri oleh peserta Workshop sebanyak 100 orang peserta, terdiri dari pengurus, KUD, KPN, KSP, KSU, serta Kopwan.

Di hadapan peserta workshop Bupati Tamba mengatakan bahwa koperasi di Kabupaten Jembrana saat ini mengalami pertumbuhan sekitar 2,5 persen dibanding sebelumnya. Peningkatan terjadi dibidang usaha koperasi, dari sisi aset dan SHU meskipun tidak signifikan.

“Hanya saja terkendala dalam perkembangan usaha khususnya yang menjalankan usaha simpan pinjam. Perkembangan usaha tersebut belum maksimal bahkan beberapa koperasi mengalami kemacetan. Untuk itu, koperasi perlu didorong untuk melakukan perubahan sistem dengan memanfaatkan teknologi digital terlebih di masa sulit pandemi Covid-19 saat ini,” ucap Bupati Tamba.

Lebih lanjut, Bupati Tamba menjelaskan bahwa, Pemkab Jembrana juga mendorong pelaku koperasi untuk masuk ke pasar digital. Pengembangan tersebut menjawab tantangan jaman, untuk bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya.

“Pandemi Covid-19 ini, mengajarkan kita banyak hal. Sudah saatnya kita harus merubah mindset bisnis dengan cara baru. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital serta melakukan inovasi produk. Pandemi Covid-19 momentum menghadirkan visi dan tata cara baru,“ jelas Bupati Tamba.

Dalam hal tersebut, Bupati Tamba menerangkan bahwa, dengan sistem digitalisasi nanti akan membantu dan mewujudkan koperasi yang kuat, sehat, berkualitas dan berdaya saing, dengan memanfaatkan teknologi digital serta platform ecommerce, sehingga menjadi koperasi modern.

”Saya yakin kita bersama mampu, asalkan dikelola oleh pengurus, pengawas dan pengelola yang memiliki integritas, kredibel, inovatif dan bertanggung jawab,“ terang Bupati Tamba.

Bupati Tamba menambahkan bahwa dengan cara menggunakan sistem digitalisasi sudah saatnya koperasi melirik generasi milenial Kabupaten Jembrana. Terlebih jumlahnya cukup tinggi mencapai 23 persen dari jumlah penduduk Jembrana,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Jembrana Gede Gunadnya mengatakan bahwa, di masa Pandemi ini gerakan koperasi di Jembrana masih bisa bertahan melaksanakan usaha dan pelayanan kepada anggota. Namun diakui, situasi pandemi memiliki pengaruh.

Secara kuantitas serta volume usaha mengalami penurunan dibanding sebelum Pandemi. Karena itu, workshop tahun ini tema yang diangkat adalah digitalisasi di masa Pandemi. Diharapkan melalui materi tersebut mampu meningkatkan pengetahuan para pengelola koperasi khususnya terkait digitalisasi koperasi.

“Ke depan kita berharap koperasi bisa dikelola secara efektif, efisien dan transparan, menuju koperasi yang sehat,” ucap Ketua Dekopinda Gede Gunadnya yang merupakan mantan sekda Kabupaten Jembrana. (AM)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA