by

Malaysia Alami Badai Banjir, Begini Penampakanya

KOPI, Malaysia – Sejak tiga hari berturut-turut hujan kembali mengguyur negeri Jiran Malaysia. Ini akibat fenomena alam yang sering berlaku saban tahun. Fenomena ini dikenal dengan istilah musim tengkujuh. Musim tengkujuh ini biasanya berlangsung antara bulan Desember hingga Februari.

Dari data sebelumnya, lazimnya musim tengkujuh meliputi daerah-daerah pantai timur semenanjung Malaysia, yaitu Provinsi Johor, Pahang, Trengganu dan Kelantan. Namun pada tahun 2021 ini, daerah Provinsi Selangor, Negeri Sembilan dan Melaka juga mengalami imbas musim tengkujuh.

Hujan tanpa henti mengguyur enam provinsi yaitu Provinsi Selangor, Negeri Sembilan, Melaka, Johor, Pahang, Trengganu dan Kelantan. Kondisi ini mengakibatkan genangan air setinggi 2,50m di setengah daerah.

Penampakan banjir di berbagai daerah terdampak sangat dibimbangkan. Curahan hujan mengakibatkan volume air melahap ratusan hektar area yang menyebabkan aktivitas warga lumpuh total dan perekonomian macet akibat kendala sarana yang terhambat banjir.

Perdana menteri Malaysia, Datok Sri Ismail Sabri Yaakob dalam siaran persnya (19/12/21) menyatakan bahwa telah mengarahkan pada seluruh instansi terkait agar segera melakukan evakuasi terhadap korban yang terdampak banjir, guna menghindari lebih banyak kesulitan di alami warga terdampak banjir. “Saya telah himbau pada seluruh instansi dan jajaran terkait agar segera melakukan langkah-langkah cepat menangani korban terdampak banjir,” jelasnya.

Sebanyak 11,384 orang dari 500 Keluarga, (18/12/21), yang terdampak banjir sudah berada di tempat-tempat pengungsian. Sebanyak 6600,15 satuan tugas bencana negara dikerahkan di seluruh Malaysia untuk segera mengevakuasi warga yang terdampak serta menyediakan rumah-rumah pengungsian sebanyak 188 unit serta pusat informasi.

Banjir kali ini banyak menggenangi ibukota provinsi dan kota kabupaten. Pemerintah Malaysia menerjunkan beberapa personil gabungan seperti Angkatan Tentara Malaysia (militer), PDRM (kepolisian), Bomba dan penyelamat (pemadam kebakaran), Tim SAR, JKR, JKM, SATPOL PP, Relawan dan ormas lainnya.

Menurut penuturan salah satu pengungsi, Leo Heng Seng (44) tahun, “Sejak beberapa tahun rumahnya tidak pernah mengalami banjir, namun kali ini hanya bisa pasrah.”

Dikutip dari media lokal, Utusan online.com (18/12), satu orang tewas akibat terhanyut banjir, namun sudah ditemukan dua jam kemudian oleh Satgas Bomba dan penyelamat Daerah Pahang. Hal ini terjadi di Kota Kuantan, Provinsi Pahang.

Dari penelusuran Tim Media Pewarta Indonesia, banjir kali ini juga berlaku di tempat-tempat pemukiman warga PMI (Pekerja Migran Indonesia) dan pekerja dari berbagai negara lainnya di berbagai daerah di Malaysia. Dan Mayoritas warga PMI/TKI tidak bisa melakukan aktivitas akibat penempatan mereka tergenang air dan guyuran yang tiada henti.

Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika Malaysia (BMKG) (19/12) menjangkakan hujan akan terus melanda Malaysia hingga satu pekan ke depan, namun curahanya akan semakin melemah. (Mag).

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA