by

Festival Literasi Budaya dan Kewargaan di Kemiri Sukses Dilaksanakan

KOPI, Tangerang – Kegiatan Festival Literasi Budaya dan Kewargaan bertema “Semangat Gotong Royong untuk Indonesia Berbudaya” telah sukses digelar di Aula Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu, 11 Desember 2021. Acara ini melibatkan berbagai unsur Lembaga, Komunitas, Ormas dan OKP yang ada di wilayah Kemiri.

Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Dewi Shinta dan Acara dibuka langsung oleh Camat Kemiri, Hadiyanto, S.IP, MM, dengan membunyikan gong, tanda acara kegiatan di mulai. Camat Hadiyanto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terlaksananya Festival Literasi Budaya dan Kewargaan yang pertama kali di Kabupaten Tangerang khususnya di wilayah Kecamatan Kemiri.

Dua orang Cendikiawan Putra wilyah Kemiri yang mana pada kesempatan kali ini hadir di acara Festival Literasi Budaya dan Kewargaan. Yaitu Andri Gunawan dan Drs, Adung Abdul Haris telah menunjukan Hasil Karya tulisnya dalam bentuk Buku yang berjudul “Sejarah Sumur Sentul”.

Camat berharap sinergitas antar Ormas, OKP dan Lembaga terjalin dengan baik serta menunjukan pergerakan sosial yang bisa bermanfaat bagi masyarakat. Bukan dengan otot, kekerasan dan emosional tapi otak yang berfikir positif bagaimana kita bisa bersama membangun dan melestarikan Seni Budaya dan budayakan minat baca kepada anak-anak.

Ketua Pelaksana kegiatan, Abos Maewie, S.Pd.I, menyampaikan kepada awak media Pewarta Indonesia rasa syukurnya bahwa kegiatan telah berlangsung sukses. “Alhamdulillah, kami telah selesai mengadakan Festival Literasi Budaya dan Kewargaan. Banyak sekali kegiatan yang kami gelar ini, misalnya kesenian tari dari SMAN 26 Tangerang, Seni Pencak Silat dari Terumbu Banten, Diskusi Literasi, Workshop Literasi, Workshop fhotografi dan Bazar Literasi yang dimana hasil dari penjualan tersebut akan disalurkan untuk dampak musibah gunung Semeru,” ujarnya.

Abos juga menyampaikan bahwa selama kegiatan, juga sediakan Perpustakaan Keliling, Taman Baca untuk para pengunjung yang hadir. “Hal ini penting, khususnya bagi anak-anak untuk edukasi agar bisa membudayakan gemar minat membaca, ada marawis dari Majlis ta’lim Hadaddan, Murotal Qur’an dan aksi peduli kemanusiaan,” imbuhnya.

Lanjut Abos “Tak lupa, Kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Setempat khususnya Camat Kemiri yang sudah memfasilitasi tempat dan juga kepada Bupati Tangerang Zaki, Wakil Bupati H.Mad Romli telah mensupport kegiatan ini, hadir pula Anggota Dewan H. Fakhrudin, S.Pd (anggota DPRD Kab – Tangerang fraksi PPP), serta kepada rekan – rekan ormas, Okp, Komunitas – Komunitas dan Tokoh masyarakat. Sehingga acara ini berjalan dengan lancar dan Sukses.”

Kemudian sambutan Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM ) Kabupaten Tangerang, Wanfatmah, menuturkan, “Saya merasa bangga dengan adanya kegiatan ini, pengenalan budaya literasi dan kewargaan yang meningkatkan semangat gotong-royong serta minat baca kepada masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Kemiri. Dengan adanya buku sejarah Sumur Sentul yang ditulis oleh Drs. Adung Haris yang dieditori oleh Andri Gunawan selaku ketua Provinsi Banten, saya sangat merasa bangga.”

Dan juga Saya menghimbau kepada para penggiat Literasi, Kepada Masyarakat Indonesia untuk bisa memiliki buku sejarah sumur sentul agar bisa mengenal lebih jauh sejarah petilasan sumur sentul di wilayah Kecamatan Kemiri. “Harapannya semoga Masyarakat Kecamatan Kemiri bisa bersemangat lagi minat gotong royong dan semangat literasi membaca, bukan saja membaca dan menulis tapi membaca lingkungan sekitar, membantu orang kesusahan dan juga meningkatkan kebudayaan kewargaan,” ungkap Adung Haris.

Ahmad Syechu Selaku Narasumber menambahkan, ” Tentunya saya merasa bersyukur dan bangga bisa mengikuti kegiatan ini, dengan tersusunnya Buku Sejarah Sumur Sentul yang di tulis oleh Drs Adung Haris, Saya sangat Apresiasi.

Masih di tempat yang sama, Andri Gunawan S.Kom (Ketua TBM Provinsi Banten) menuturkan,
” Dengan Acara ini, Kita memiliki Spirit baru. Bahwa Kita Masyarakat yang berbudaya untuk terus semangat gotong royong harus bangkit dari pandemi saat ini. Harapan Kami, dengan kegiatan Festival Literasi Budaya ini dapat memotifasi daerah – daerah lain, kita sebagai warga negara mampuh berkontribusi untuk tanah air di Republik Indonesia tercinta bahwa Indonesia bangsa yang kaya, bangsa yang maju dan bangsa yang sejahtera, ” tuturnya.

Dan sambutan terakhir oleh Drs Adung Abdul Haris sebagai penulis buku Sejarah Sumur Sentul menyampaikan,
” Dasar Tema atau ide menulis Sejarah Sumur Sentul ini, bahwa saya melihat Masyakat berbondong – bondong mendatangi Sumur sentul untuk berziarah dan bertabaruk, khususnya pada malam jum’at dan selasa ramai para pemgunjung dari berbagai daerah. Setelah di telisik bahwa Sumur sentul adalah Tapak Tilas para ulama atau pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, salah satunya adalah Ki Ahmad Khaerun yang juga Buyut dari Abuya Uci Turtusi Cilongok Tangerang Banten.

Sehingga saya termotivasi menulis sejarah Sumur sentul untuk mengingatkan kepada masyarakat kemiri umumnya masyarakat luas, bahwa Kita datang tidak hanya untuk berziarah dan bertabaruk tetapi cerdas memahami sejarah para ulama.Ulama dan kejawaraaan adalah 2 sejarah yang tak lepas dari Kemerdekaan Republik Indonesia khususnya wilayah Banten. dari proses awal penelitian, riset, penentuan tema atau judul kurang lebih 4 bulan sehingga Syukur alhamdulillah buku ini terbit diresmikan “, tururnya.

Dari Pantauan Awak Media Pewarta Indonesia, Kegiatan dihadiri oleh, Camat Kemiri Hadiyanto, S.ip MM, H.Fakhrudin S.pd (Dprd Kab Tangerang Fraksi ppp), Abos Madawie S.pd,I (Ketua panitia), Bhabinsa, Binamas, Dewi Sinta (MC), Wan Fatmah (Ketua FTBM Kab Tangerang), Andri Gunawan (Ketua FTBM Provinsi Banten), Ahmad Syaikhu M.Hum (Dosen STISNU Tangerang), Drs Adung Abdul Haris (Cendikiawan Muslim), Ade Irawan (Direktur Akademi Anti Korupsi), Ahmad Almuadam (FTBM Kab Tangerang), Muti Gafer (Fhotografer), Utam Lintar (TBM Mahakarya), Komunitas Bikin Orang Lebih Tersenyum (BOLT), Ormas PPBNI Satria Banten, Anshor, Banser, Pejuang siliwangi dan Padepokan Macan Putih Terumbu banten, Santri Hadaddan serta siswa SMAN 26 Tangerang.

Suhermanroy Pewarta Indonesia