by

Bupati Tamba Terima Audensi Masyarakat Desa Adat Pengeragoan dan Dukung Pembangunan Krematorium

KOPI, Jembrana – Bupati Jembrana I Nengah Tamba, S.H, menerima audensi masyarakat Desa Adat Pengeragoan Kecamatan Pekutatan, di Rumah Jabatan kawasan Civic Center Kelurahan Dauh Waru, Jembrana, Bali, Kamis (22/12/2921). Audensi tersebut terkait usulan pembangunan krematorium yang berbasis Desa Adat.

Sebelumnya sempat terjadi dinamika pro kontra dikalangan masyarakat terkait rencana pembangunan krematorium teesebut, Ada pihak yang menolak dan ada pihak yang setuju, dari pihak yang menolak beralasan bahwa keberadaan krematorium belum dibutuhkan, bagi pihak yang setuju beralasan karena mengikuti perkembangan zaman tanpa mengurangi makna beradya sehingga krematorium dianggap penting di kabupaten Jembrana. 

Dari beberapa Desa Adat di Kabupaten Jembrana yang mengusulkan krematorium, salah satunya dari Desa Adat Pengeragoan, dinilai sudah siap terkait pembangunan krematorium. Bentuk jenis kesiapan tersebut dibuktikan melaui proses penyelesaian tahap demi tahap, mulai dari sosialisasi, pembuatan pararem hingga penentuan lokasi pembangunan krematorium.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyambut baik dengan rencana pembangunan krematorium oleh Desa Adat Pengeragoan. Hal itu sejalan dengan visi misi Bupati yakni Atma Kerthi sebagai pilar adat dan budaya. Dengan adanya krematorium menurutnya umat akan dimudahkan tidak perlu jauh lagi untuk kremasi. “Saya sangat setuju adanya krematorium di Jembrana masyarakat akan lebih mudah dan terbantu. Sesuai dengan tujuan keberadaan krematorium yaitu untuk meringankan beban masyarakat dalam melangsungkan ritual ngaben. Sehingga nantinya apabila ada umat yang ingin melaksanakan kremasi tidak jauh lagi,” ujar Bupati Tamba.

Akan tetapi keberadaan krematorium di Desa Pengeragoan menurut Bupati Tamba tidak lepas dari pariwisata, mengingat Desa Pengeragoan berdampingan dengan kawasan wisata keberadaannya sehingga harus mendukung hal tersebut.

Bupati Tamba juga memberikan apresiasinya terhadap langkah Desa Adat Pengeragoan untuk menjadi terdepan melaksanakan pembangunan krematorium, apalagi rencana pembangunannya mandiri menggunakan anggaran Desa Adat. “Ini patut diapresiasi, tapi saya ingatkan, ke depan jika sudah terwujud besar, agar tetap konsisten membantu dan melayani umat, jangan sampai ada perbedaan atau sesuatu yang dapat merusak apa yang sudah dibangun,” ujar Bupati Tamba.

Bendesa Adat Pengeragoan Made Sugiarta saat melakukan audensi dengan Bupati Jembrana menyampaikan, rencana pembangunan Krematorium tersebut sudah berdasarkan hasil diskusi Desa Adat Pengeragoan. “Kedatangan kami di sini untuk minta saran dan persetujuan dari Bapak Bupati Tamba, terkait rencana pembangunan krematorium, dan astungkara (Mudah-mudahan) Bapak Bupati menyetujui dan mendukung penuh,” ucap Made Sugiarta.

Ia menjelaskan, berdasarkan Rencana Anggara Biaya (RAB) bahwa pembangunan krematorium diperkirakan menelan biaya sebesar Rp 1,4 milyar, akan dibangun di setra adat setempat. “Kita sudah dalam tahap pembangunan untuk pelinggih prajapati, tembok panyengker keliling, wantilan, tempat pemuhunan, toilet, bale pemiosan dan tempat sampah menghabiskan biaya sebesar Rp 500 juta, dari dana desa adat,” jelasnya.

Adapun pembangunan tersebut dilakukan secara bertahap, kami juga mengajukan proposal ke Bapak Bupati. Ke depan apabila krematorium sudah selesai dibangun akan dikelola
Desa Adat dan menjadi salah satu unit usaha Badan Usaha Praduwen Desa,” pungkasnya. (AM)