by

Tangse Diterjang Banjir Bandang, Repdem Aceh Salurkan Bantuan Sembako kepada Masyarakat

KOPI, Tangse – Relawan Perjuangan Demokrasi Aceh (Repdem Aceh) melakukan ‘Gerakan Sosial’ dengan menyalurkan bantuan sembako bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang di Tangse, Aceh, Kamis (4/11), di Mesjid Peunalom, Tangse Pidie. Dalam kegiatan tersebut, dihadiri Pengurus Repdem Aceh yaitu Kabid Penggalangan Buruh dan Kaum Miskin Kota Ilyas Abdullah, Kabid Advokasi Hukum dan HAM Bukhari, Sekretaris DPC Repdem Pidie M. Jafar AR beserta beberapa relawan lainnya; Camat Tangse; Koramil Tangse; serta Tokoh Masyarakat setempat.

Saat dikonfirmasi awak media ini melalui WhatsApp, M. Jafar AR selaku Sekretaris Repdem Pidie menyampaikan turut prihatin atas musibah banjir bandang yang terjadi di Tangse dengan wilayah terparah adalah Desa Pucok 1, Desa Pucok 2, Desa Layang, Desa Peunalom, Desa Pulo Mesjid. “Saya turut prihatin atas musibah ini, kepada masyarakat yang terkena banjir semoga diberi kesabaran,” ujar Jafar.

Lanjutnya, kedatangan Tim Relawan Repdem untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir bandang. “Saya harap dengan bantuan sembako ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah banjir,” tuturnya.

Lebih lanjut, Jafar dan Tim Relawan lainnya mengatakan bahwa menurut analisa dan hasil survey di lapangan serta wawancara dengan masyarakat di lokasi kejadian, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya banjir bandang di wilayah Tangse, diantaranya:

  1. Luas penampang sungai/ukuran sungai tidak mampu menampung debit air yang sangat besar.
  2. Debit air yang besar disebabkan karena daerah tangkapan air (water cathment area) di wilayah hulu tidak mampu menahan laju air permukaan akibat intensitas hujan yang tinggi.
  3. Ketidakmampuan menahan laju air permukaan ini disebabkan oleh perambahan hutan yang tinggi di wilayah hulu sungai.
  4. Balok-balok kayu hasil tebangan ditemukan di sepanjang jalan di tepi sungai dan merusak sebagian rumah penduduk.
  5. Apabila perambahan hutan tidak dihentikan, maka banjir bandang kemungkinan besar akan selalu terulang lagi.
Foto: Tim Repdem Aceh saat menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang di Tangse, Kamis (4/11/21).

Ia mengimbau Pemerintah Daerah, Dinas terkait, masyarakat beserta stakeholder lainnya bersama-sama serius dalam menangani banjir bandang ini. “Saya berharap kepada Pemerintah Daerah, masyarakat serta stakeholder, mari kita bersama-sama menjaga alam lingkungan kita. Jangan menebang hutan sembarangan. Jika hal tersebut terus terjadi maka musibah banjir bandang yang biasanya terjadi satu kali dalam setahun, maka akan menjadi 3 kali dalam setahun,” tandasnya.

Kemudian, hal yang lebih mendesak yaitu Dinas terkait harus memasang tanda peringatan atau alarm pada saat akan terjadi musibah, maka hal tersebut dapat menyelamatkan masyarakat yang tinggal di seputar hulu sungai. (JF/NJK)

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA