by

Bupati Tamba Beserta Rombongan ‘Studi Banding’ di PT. MDP Ciamis

KOPI, Jembrana – Bupati Jembrana, I Nengah Tamba beserta rombongan melaksanakan ‘Studi Banding’ ke PT Mitra Desa Pamarican (PT MDP), Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (25/11/2021). Kedatangan Bupati dan rombongannya ke PT MDP bertujuan untuk belajar tentang program kewirausahaan petani di Jawa Barat serta sistem yang dibangun dalam mewujudkan petani sejahtera.

Hal tersebut dilakukan atas saran Menteri Erick Tohir saat berkunjung ke Jembrana sebelumnya. Bupati Tamba pun menggali informasi terkait masalah petani kepada menteri BUMN.

Dalam hal ini, Bupati Tamba sangat konsen mencari pemecahan permasalahan terkait kekecewaan nasib para petani yang selalu rugi pasca panen padi. Informasi tersebut didapatkan saat melakukan kegiatan audensi dengan para Kelian Subak.

Bupati menerima laporan dan data terkait permasalahan tersebut dari Dinas Pertanian serta informasi langsung dari para Kelian Subak yang merupakan sebagai petani juga.

Bupati Jembrana didampingi Sekda, Asisten II, Kadis Koperindag, dan Kadis Pertanian, disambut oleh Direktur PT MDP Soleh Hudin, Kepala Bank Mandiri Cabang Ciamis, Fajar.

Dalam paparannya, Soleh Hudin menerangkan bahwa permasalahan petani sebelum program ini, adalah Petani (termasuk penggarap sawah) belum sejahtera secara ekonomi, akses permodalan rendah, pengetahuan budidaya dan pasca panen yang terbatas, usia lanjut dan tingkat pendidikan yang rendah.

“Program ini sangat terintegrasi yang didukung oleh 8 BUMN di 9 Kabupaten dan merupakan perintis program kewirausahaan petani di Provinsi Jawa Barat akhir tahun 2017. Program tersebut merupakan sinergi antara BUMN, Kementan dan Kemendesa,” terang Soleh Hudin.

Dengan Program Kewirausahaan Petani, bertujuan menciptakan kegiatan bisnis petani secara profesional sehingga nanti mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. “Hal tersebut dilakukan untuk membentuk entitas bisnis PT yang dimiliki rakyat setempat seperti, Gapoktan, Koperasi, BUMDes dan BUMN, sehingga aktivitas/manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani dan/atau masyarakat,” ujar Soleh Hudin.

Mengutip dari pernyataan Presiden Joko Widodo yang melatarbelakangi kegiatan petani bahwa, “Tidak bisa kita biarkan petani itu berjalan sendiri-sendiri. Tidak bisa! Rakyat harus diorganisir, petani harus diorganisir. Kenapa korporasi bisa menjual produk dengan sangat murah? Karena skala ekonomi yang besar, kenapa mereka bisa lebih efisien? karena mereka memproduksi dalam jumlah massal, dalam jumlah banyak. Petani pun juga bisa seperti itu.”

Inilah yang membuat Bupati Tamba merasa penting untuk hadir di PT MDP, yaitu untuk mendapat gambaran sebuah proses bisnis dari perusahaan ini, mulai dari bagian Mesin, proses, sampai ke hasilnya. “Dari mulai truk angkut gabah kering dan basah, sampai beras kemasan premium. Dengan demikian banyak sekali manfaatnya untuk mensejahterakan masyarakat petani,” ungkap Bupati I Tamba.

Selain hal tersebut, Bupati Tamba memohon doa restu, semoga setelah kunjungan ini, apa yang dipelajari di PT MDP dapat diaplikasikan dan menjadi kenyataan di Kabupaten Jembrana,” pungkasnya. (Humas/AM)

Editor: NJK

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA