by

Dosis, Tanda-tanda, dan Dampak Samping Vaksin Hepatitis B

KOPI, Jakarta – Vaksin penting diberi sejak awal kali untuk menggairahkan pembangunan anti-bodi pada penyakit tertentu. Umumnya, vaksinasi dilaksanakan saat bayi, walau ada banyak tipe yang diberi sesudah dewasa. Dari demikian tipe vaksin yang penting diberi, vaksin Hepatitis B adalah yang jangan terlewati. Bahkan juga, vaksin Hepatitis tipe ini harus diberi saat bayi baru lahir.

Info

Hepatitis B ialah tipe infeksi virus yang serang hati. Penyakit ini termasuk menyebar dan umumnya serang anak-anak. Penebaran virus Hepatitis B terjadi lewat darah atau cairan badan yang lain. Penyuntikan vaksin anak ini penting diberi semenjak bayi baru lahir karena mereka lebih beresiko tinggi terserang Hepatitis B dari ibu yang terkena, baik lewat proses persalinan normal atau caesar. Masalahnya seorang ibu yang menderita penyakit Hepatitis B sering tidak mengetahui jika dianya terserang penyakit itu karena tidak ada tanda-tanda yang dirasa.

Bukan hanya untuk bayi, vaksin Hepatitis B perlu diberi pada ibu yang dipastikan negatif Hepatitis B. Maksudnya sama untuk menahan infeksi Hepatitis B. Disamping itu, vaksinasi ini ditujukan untuk menahan beragam penyakit karena infeksi Hepatitis B seperti kanker hati dan sirosis. Bila telanjur terjadi infeksi, Anda bisa coba konsumsi Ricovir 300 mg – 30 Tablet – Tablet Respek Selaput 300mg (Rp21.514.500). Tapi sudah pasti, memang lebih bagus menahan dibanding menyembuhkan. Vaksin ini bisa menolong membuat anti-bodi dalam tubuh.

Dosis

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), waktu terbaik penyuntikan vaksin Hepatitis B yang pertama yakni 12 jam sesudah bayi lahir, dengan didului suntikan vitamin K1 minimum 30 menit awalnya. Selanjutnya, vaksin diberi kembali secara beruntun pada umur 2, 3 dan empat bulan . Maka, vaksin ini diberi sekitar 4 kali. Untuk anak atau remaja di bawah umur 19 tahun yang belum memperoleh vaksinasi ini, penting untuk selekasnya memperolehnya. Karena, vaksin Hepatitis B sebagai imunisasi harus di Indonesia.

Dosis vaksin Hepatitis B untuk kelompok umur di atas ialah 0.5 ml. Disamping itu, jumlah orang dewasa yang beresiko tinggi alami Hepatitis B yakni 1ml.

Kontraindikasi

Banyak hal yang penting jadi perhatian saat sebelum memperoleh vaksinasi Hepatitis B salah satunya seperti berikut.

  • Vaksin Hepatitis B jangan diberi pada seorang yang mempunyai reaksi alergi serius, seperti terguncang anafilaktik. Jika vaksinasi pertama alami reaksi alergi itu, karena itu orang itu tidak disarankan untuk memperoleh imunisasi Hepatitis B masa seterusnya.
  • Seorang yang batuk pilek kelompok sedang sampai berat, karena itu penyuntikan vaksin Hepatitis B harus diperhitungkan untuk diundur lebih dahulu sampai pulih. Dan bila cuman sakit batuk pilek enteng, tidak ada argumen untuk tunda vaksinasi.

Interaksi dengan Obat Lain

Vaksin ini akan menyusut efektifitas kerjanya jika di gabung dengan kelompok obat imunosupresif, seperti kortikosteroid dan antineoplastik.

Kelompok Orang Beresiko

Berdasar study yang sudah dilakukan pada hewan, penyuntikan vaksin ini memperlihatkan ada efek pada janin. Dan study termonitor pada wanita hamil belum juga dilaksanakan. Vaksin ini baru bisa dipakai jika faedah yang didapat semakin besar dari resiko yang diterima. Untuk wanita menyusui juga belum juga dijumpai apa vaksin Hepatitis B akan mempernyerap dalam ASI atau mungkin tidak. Karena itu, berikan keadaan Anda saat hamil atau menyusui pada dokter saat sebelum memperoleh vaksinasi ini.

Efek Samping

Beberapa efek yang terjadi sesudah penyuntikan vaksin Hepatitis B salah satunya seperti berikut.

  1. Demam
  2. Gatal-gatal
  3. Mual
  4. Ada ruam di kulit
  5. Terjadi bengkak diarea sekitaran suntikan
  6. Kesan terbakar di kulit
  7. Sakit di kepala
  8. Badan berasa capek

Cara Konsumsi

Penyuntikan vaksin Hepatitis B berbeda bergantung dari keadaan bayi. Vaksin diberi sekitar 3x dengan durasi waktu minimum antara pemberian yakni empat minggu. Sementara, pemberian lebih dari jumlah tidak disarankan karena tidak tingkatkan efektifitas. Agenda vaksinasi yang bagus yakni pertama saat bayi lahir, selanjutnya jumlah ke-2 dan ke-3 diberi bertepatan vaksin DPT pertama dan ke-3 . Jumlah pertama diberi saat 24 jam pertama bayi sehat. Dan pada bayi prematur yang lahir dengan berat kurang dari 2 kg, pemberian jumlah pertama saat umur urutan 1 bulan.

Tetapi, Indonesia tidak sediakan DPT tunggal dan sekarang vaksin Hepatitis B telah tergabung menjadi satu dengan DPT dalam vaksin pentabio. Oleh karenanya, IDAI mereferensikan penyuntikan vaksin ini jadi 4 tahapan yakni saat lahir, umur dua bulan, umur tiga bulan, dan paling akhir empat bulan. Selanjutnya, untuk anak, remaja, atau dewasa yang belum memperoleh vaksin Hepatitis B sama sesuai agenda di atas, imunisasi Hepatitis B masih tetap dapat diberi dalam 3 jumlah dalam jarak antara jumlah pertama dan ke-2 ialah empat minggu dan jarak antara jumlah pertama dan ke-3 yakni 16 minggu.

Jika terjadi interupsi atau penyuntikan vaksin tidak sesuai dengan agenda, jadi tidak perlu diulangi dari sejak awalnya. Bila interupsi terjadi sesudah jumlah pertama, karena itu selekasnya beri jumlah ke-2 dan jumlah ke-3 masih tetap diberi dalam jarak minimum empat minggu dari jumlah ke-2 . Bila jumlah ke-3 terlambat, selekasnya beri jumlah ke-3 .

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA