by

Pemberdayaan Perempuan, Pakis Bali Gelar Pelatihan Tata Rias Diri

KOPI, Jembrana – Paiketan Krama Istri Bali (Pakis Bali) menggelar acara khusus berupa pelatihan terkait etika tata rias diri. Pelatihan yang diikuti sebanyak 25 orang berlangsung di wantilan Desa Gumbrih Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis(7/10/2021).

Di sela-sela pembukaan pelatihan tersebut, Bupati I Nengah Tamba yang didampingi Bendahara Pakis Bali, Gung Sri Satria Narada mengaku sangat mengapresiasi acara Pakis Bali yaitu menggelar pelatihan khusus tata rias diri bagi kalangan ibu-ibu rumah tangga. Pasalnya, selama ini kegiatan umat sangat kompleks.

“Ini patut kita lestarikan untuk keajegan Bali ke depan. Kita ketahui bersama bahwa, kalau saat ini kegiatan umat itu sangat luar biasa dan padat sekali sehingga pelatihan tata rias diri nantinya akan sangat membantu dan meringankan beban ibu-ibu,” ujarnya.

Bupati Tamba menambahkan bahwa, Pemerintah Provinsi Bali saat ini, sangat konsen dengan hal yang berbau konten Bali. ”Pak Gubernur saat ini sangat konsen dengan hal yang berisikan konten Bali. Misalnya, uyah bali, arak bali, buah bali,  sastra Bali dan saat ini menghias Bali. Kami sangat mendukung program dan kegiatan ini untuk kelestarian dan keajegan Bali ke depan,” terangnya.

Sementara ketua Pakis Bali yang diwakili Bendahara, Ny. Sri Satria Narada yang didampingi Ketua TP. PKK Kabupaten Jembrana, Ny. Candra Tamba mengaku, bahwa pelatihan yang dilakukan di Kabupaten Jembrana dilaksanakan di 2 (dua) Desa Adat yaitu, Desa Adat Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, dan Desa Adat Kelurahan Dauhwaru Kecamatan Jembrana.

”Setiap Kabupaten akan kami tentukan di dua Desa Adat. Setiap Desa Adat akan diberikan pelatihan hanya sehari saja dan untuk Desa Adat Gumbrih kita laksanakan hari ini, Kamis (8/10/2021) dan untuk Desa Adat Kelurahan Dauhwaru akan menyusul,” ujarnya.

Ny. Satria Narada menambahkan, materi yang diajarkan mulai dari etika busana adat Bali, pusung tagel, tengkuluk lelunakan. Pelatihan diharapkan akan memberikan manfaat bagi kalangan ibu-ibu di desa.

“Kita ketahui kegiatan umat dan adat di Bali sangat padat. Untuk meringankan biaya dan beban ibu-ibu itu dalam urusan tata riasnya maka pelatihan ini menjadi solusi. Harapannya, mereka nantinya bisa menghias dirinya sendiri tanpa mengeluarkan biaya apalagi saat pandemi Covid-19,” pungkasnya. (AM)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA