by

Gambaran Umum dan Manfaat Operasi Bypass Jantung

KOPI, JAKARTA – Operasi Bypass Jantung atau Coronary Artery Bypass Graft (CABG) ialah operasi jantung yang sudah dilakukan membuat aliran baru ke arah arteri yang alami penyumbatan atau pembekuan. Aliran itu sebagai cangkok dari vena sehat yang dari anggota badan lain. Arah dari operasi ini ialah membuat lancar saluran darah.

Operasi Bypass Jantung atau CABG ditujukan untuk pasien penyakit jantung koroner, di mana terjadi penimbunan karies atau lemak pada arteri. Lama-lama, timbunan itu mengeras yang mengakibatkan pecahnya arteri dan membuat gumpalan darah. Ini membuat jantung kekurangan oksigen, dan pada akhirnya stop berperan, sampai memacu infark miokard atau penyakit serangan jantung.

Biasanya, operasi bypass jantung bukan opsi pertama untuk menangani penyakit jantung koroner karena beresiko tinggi dan bisa mencelakakan nyawa pasien. Bila keadaan tidak demikian serius, dokter specialist jantung umumnya merekomendasikan peralihan pola hidup dan konsumsi obat jantung koroner.

Siapakah yang Perlu Jalani Operasi Bypass Jantung

Operasi bypass jantung atau CABG perlu diperhitungkan, bila penyakit jantung pasien tidak bisa diobati dengan angioplasty dan/atau penempatan ring jantung (dikenali dengan istilah interferensi jantung perkutan). Ini sebagai proses minimum agresif untuk melebarkan arteri yang menyempit dengan meningkatkan balon yang ditempatkan lewat kateter.

  • Bila arteri koroner yang mampet lebih satu
  • Jantung menurun karena beberapa sumbatan
  • Arteri koroner samping kiri mampet

Resiko operasi bypass jantung lumayan tinggi, tetapi pada beberapa kasus, faedahnya jauh melewati resikonya, yakni tingkatkan kesehatan jantung. Pasien yang jalani proses operasi jantung ini bisa hidup sekurang-kurangnya sepuluh tahun kembali, dengan sedikit atau bahkan juga tanpa tanda-tanda sama sekalipun. Hingga, kualitas hidup pasien bertambah. Pasien dapat mengontrol beberapa faktor pemicu penyakit jantung koroner dengan jalani pola hidup aktif. Tetapi, sampai saat ini cuman 10% pasien penyakit jantung koroner yang diobati dengan operasi bypass jantung.

Metode Kerja Operasi Bypass Jantung

Operasi bypass jantung memiliki arti mengubah saluran darah dari arteri yang mampet atau menyempit, ke aliran yang baru dicangkok. Umumnya, vena yang dipakai sebagai cangkokan diambil dari dada (arteri mamaria interna), tungkai kaki (vena safena), atau pergelangan tangan (arteri radialis). Jumlah cangkok yang dibutuhkan bergantung pada faktor-faktor. Seperti, keparahan keadaan dan jumlah arteri yang mampet.

Operasi bypass bisa dilaksanakan dengan sistem agresif atau minimum agresif. Awalannya, CABG cuman dapat dilaksanakan dengan sistem agresif, memiliki arti bedah jantung terbuka. Di mana irisan besar akan dibikin untuk buka dada dan memperoleh akses ke jantung, dan pasien ada di bawah dampak bius keseluruhan.

Sepanjang operasi, jantung akan stop berperan dan diganti oleh mesin bypass jantung-paru untuk menyalurkan darah ke semua badan. Belakangan ini ada proses operasi bypass baru yang dikenali dengan panggilan off-pump CABG, di mana mesin bypass tidak dipakai. Jantung pasien diperbarui saat berdetak.

Kedua proses bisa dilaksanakan pada lebih satu sumbatan arteri. Bila cuman ada satu arteri yang mampet dan di jantung sisi depan, dokter akan lakukan operasi bypass minimum agresif. Dengan membuat irisan kecil pada bagian toraks dan memakai instrument bedah memiliki ukuran kecil juga. Irisan akan ditutup dengan kawat, hingga tulang dada bisa kembali kuat. Ketika telah pulih, kawat tak perlu diangkat karena bersatu dengan organ badan. Operasi bypass memerlukan waktu sepanjang 6 jam, dan periode pengobatan memerlukan waktu sedikitnya tiga bulan.

Kemungkinan Kompleksitas dan Risiko Operasi Bypass Jantung

Salah satunya peluang kompleksitas dan resiko CABG ialah kematian, dan terjadi pada sekitaran 3% pasien. Kematian dapat terjadi saat operasi berjalan, selekasnya sesudah operasi, atau beberapa hari bahkan juga minggu sesudah operasi (umumnya karena penyakit serangan jantung). Ada pula pasien yang wafat karena morbiditas periode panjang karena stroke. Sementara, ada pula kekuatan permasalahan yang lain misalnya:

  • Reaksi alergi pada bius
  • Infeksi pada cedera
  • Menurunnya otot jantung
  • Ngilu dada
  • Infeksi pada otot jantung dan/atau paru-paru
  • Cidera pada perikardium jantung
  • Tidak berhasil ginjal
  • Permasalahan kognitif atau lenyapnya daya ingat

Operasi bypass tidak jamin jika persempitan pembuluh darah tidak ada kembali yang akan datang. Tetapi, dokter specialist akan menolong pasien untuk kurangi factor resiko, sesudah mereka pulih.

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA