by

Jenis Alat Ukur Tanah dan Fungsi dan Cara Penggunaannya

-Berita-144 views

Untuk melakukan pengukuran tanah, dibutuhkan beberapa alat yang mendukung supaya memperoleh penghitungan yang akurat. Nanti hasil penghitungan itu bisa bermanfaat untuk kebutuhan seperti survei penskalaan pada permukaan bumi. Sama seperti yang kita kenali, wujud relief permukaan bumi tidak rata, telah selayaknya bila kita membutuhkan alat – alat yang pas untuk hitung dan ketahui besarnya pojok dan jarak pada permukaan bumi.

Beberapa alat yang dipakai terhitung alat yang simpel tetapi ada pula yang membutuhkan alat dengan tehnologi yang lebih kekinian. Tingkat kesusahan alat yang dipakai bergantung dari langkah pemakaian dan elemen yang berada di alat itu. Berdasar modenya, alat ukur tanah bisa digolongkan jadi 3 jenis yakni alat ukur simpel, alat ukur optik, dan alat ukur electronic.

Alat ukur simpel bisa dipakai untuk menghitung satu jenis ukuran, alat ukur optik memakai kontribusi lenca optik untuk memperoleh hasil pengukur, sedangak alat ukur electronic sebagai alat ukur tanah yang mempunyai keakuratan kecermatan tertinggi karena dalam pemakaianya memiliki elemen berbentuk infra merah. Untuk pahami alat ukur tanah lebih dalam, berikut nama – nama alat ukur tanah dan langkah pemakaiannya.

Disebut sederhana karena dalam menggunakan alat ini cukup mudah dan sederhana, dan pemakaian alat ukur ini cuman dipakai untuk menghitung satu jenis ukuran saja. Alat – alat itu yaitu:

Meteran

Meteran atau pita ukur umumnya seperti pita yang mempunyai panjang tertentu. Meteran bisa juga disebutkan dengan rol mtr., karena saat diletakkan atau pada kondisi tidak dipakai, meteran akan digulung atau dirol. Ada 3 tipe meteran:

Meteran yang dari kain (metalic cloth): dibuat dari kain linen dan anyaman kawat lembut yang dari tembaga atau kuningan. Meteran yang dibuat dari baja , Meteran yang dibuat dari baja aloy (steel alloy): kombinasi baja dan nikel.

Peranan dari meteran untuk menghitung panjang dan jarak. Umumnya unit yang dipakai ada 2 ukuran yakni ukuran unit metrik (mm, cm, m) dan unit inggris (inch, feet, yard). Pembacaan angka 0 ada yang dibaca pas diujung meteran adapula yang dipastikan pada jarak tertentu di ujung meteran.

Langkah memakai meteran cukup hanya melebarkan meteran dari satu titik di titik yang lain di suatu object sektor yang hendak diukur. Untuk memperoleh hasil yang benar, sebaiknya dilaksanakan oleh 2 orang di mana salah satunya ada di titik awalnya atau angka 0 dan lainnya bergerak ke arah titik akhir penghitungan sekalian membaca angka pada meteran di titik itu.

Kompas

Komponen utama yang berada di alat ukur ini yakni jarum dan lingkaran bertaraf, di mana salah satunya ujung jarum itu dibikin dari magnet atau besi berani, sisi tengah jarum terpasang sebuah sumbu hingga jarum bisa bergerak bebas ke horisontal sesuai arah medan magnet bumi yakni utara dan selatan. Sebaiknya memakai kompas yang mempunyai cairan nivo yang berperan memantapkan pergerakan jarum dan alat pembidik atau visir.

Peranan dari kompas yakni tentukan arah dari mata angin dan petunjuk arah khususnya utara dan selatan. Disamping itu, kompas juga bisa sebagai pemasti arah dari satu titik di titik yang lain diperlihatkan pada besaran azimut (besarnya pojok yang diawali dari arah utara ke selatan), membuat siku – siku dan menghitung pojok horisontal.

Langkah pemakaian kompas yakni pegang dan mengatur supaya kompas pada kondisi mencatatr hingga jarum bisa bergerak dengan bebas. Bila kompas mempunyai cairan nivo, upayakan supaya gelembung pas ada di tengah.

Baca Juga : Jual total station.

Klinometer

Salah satu alat ukur simpel ini dipakai untuk menghitung pojok elevasi di antara garis datar dengan garis yang menyambungkan sebuah titik yang ada di garis datar dengan titik pucuk sebuah object. Keseluruhannya klinometer untuk menghitung ketinggian atau panjang sebuah object dengan manfaatkan pojok elevasi.

Peranan klinometer untuk tentukan besaran pojok elevasi saat menghitung tinggi object otomatis. Langkah pemakaian alat ini seharusnya dilaksanakan oleh dua orang. Salah satunya orang menggenggam dan lakukan penilaian atau mengincar object yang diukur. Dan lainnya membaca pojok dan menulis hasil penilaian.

Alat Ukur Optik

Alat ini dilengkapi dengan peralatan optik hingga memperoleh hasil penghitungan yang pas serta lebih detil bila dibanding dengan alat ukur simpel. Alat ukur optik ini umumnya terbagi dalam beberapa alat yang dirangkai dalam sebuah alat, hingga bisa menghitung lebih satu pengukur.

Theodolit

Alat ukur optik ini dibikin untuk tentukan tinggi dari tanah pengukur pojok yang berbentuk pojok tegak (pojok vertikal) dan pojok mencatatr (pojok horisontal). Ada 3 jenis theodolit:

Theodolit Reterasi: ada pelat lingkaran rasio (horizontal) sebagai satu sama pelat lingkaran nonius dan tabung sumbu pada kiap. Theodolit ini mempunyai skrup pengunci pelat nonius.


Theodolit Repetisi: pelat lingkaran rasio horizontal bisa berputar-putar sendiri dengan tabung kutub sebagai sumbu putar. Ada skrup pengunci lingkaran horizontal dan sekrup nonius.


Theodolit Elektro Optis: mekanisme penoprasian sama dengan theodolit optis namun mikroskop pada pembacaan rasio lingkaran memakai mekanisme sensor sebagai elektro optis mode (alat yang menerima gelombang elektromagnetis).

Peranan dari theodolit untuk pengukur polygon, penskalaan keadaan dan penilaian matahari. Tidak itu saja, theodolit bisa juga berperan seperti PPD bila pojok vertikalnya diganti jadi 90o. Teropong yang berada di theodolit, membuat bisa mengincar ke semua arah. Pada konstruksi bangunan, theodolit bisa berperan untuk tentukan pojok siku -siku pada fondasi dan menghitung ketinggian bangunan tingkat.

Untuk memakai theodolit yakinkan statuskan tripod atau penyangga panjang pada lokasi yang datar dan mengatur ketinggiannya sekitaran tinggi dada. Mengencangkan skrup pengunci pada kaki penyangga panjang. Upayakan pelat tribar (untuk menempatkan theodolit) pada kondisi datar. Letakan theodolit selanjutnya mengencangkan skrup pengunci. Mengatur nivo sampai sumbu I ada pada status vertikal dan mengatur nivo pada tabung supaya sumbu II ada pada status mencatatr, mengatur theodolit pada sampai ada pada status tengah titik ikat (BM).

Waterpas

Termasuk ke dalam alat ukur optik yang berperan untuk menghitung berbeda tinggi dari 1 titik ataupun lebih, pemakaian waterpas sekarang ini benar-benar luas. Ada banyak persyaratan dalam memakai waterpas, yakni persyaratan aktif (sumbu 1 vertikal) dan persyaratan statis (garis yang mencatatr di bagian diafragma sejajar sumbu 1, garis nivo tegak lempeng sumbu 1, garis incar pada teropong sejajar dengan garis arah nivo).

Langkah memakai waterpas ini seharusnya memakai tripod atau kaki tiga sebagai penyangga dan statuskan di titik koordinat yang telah ditetapkan. Yakinkan tripod dalam status konstan dan kuat dan pelat tempat dudukan waterpas tidak pada kondisi miring. Letakan waterpas di atas pelat itu, upayakan waterpas tidak untuk bergerak atau pada kondisi konstan. Mengatur sumbu I vertikal dan sumbu II horisontal dengan memakai skrup pengimbang nivo. Tepatkan gelembung nivo ada di tengah lingkaran.

______________

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksi@pewarta-indonesia.com. Terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA