by

Bupati Tamba Hadiri Karya Atma Wedana di Griya Gede Mambal Pasraman

KOPI, Jembrana – Bupati Jembrana I Nengah Tamba beserta Istri Nyonya Candrawati Tamba menghadiri Upacara Manusa Yadnya Metatah, Ngelungah/Ngelangkir dan Atma Wedana Mamukur yang dilaksanakan di Grya Gede Mambal Pasraman, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, Rabu (29/09/2021). Dalam Upacara tersebut, tetap mengedepankan Protokol Kesehatan (Prokes).

Turut hadir Asisten II Pembangunan Dan Kesejahteraan Rakyat I Gusti Ngurah Sumber Wijaya, Camat Jembrana, beserta seluruh masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.

Bupati I Nengah Tamba yang didampingi Istri Nyonya Candrawati Tamba pada kesempatan itu mengapresiasi semangat Krama. Meskipun masa pandemi tetap Guyub melaksanakan Yadnya sebagai sebuah tanggungjawab dan Dharmaning Leluhur. Dengan demikian kepada semua Krama dan panitia, Beliau mengingatkan tetap harus mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

“Kami atas nama Pemkab Jembrana merasa bangga melihat gotong-royong Krama yang difasilitasi Grya Gede Mambal Pasraman sehingga mampu melaksanakan Upacara seperti ini, terlebih di tengah wabah Covid-19. Astungkara (Mudah-mudahan) Upacara yang dilaksanakan ini berjalan dengan lancar dan Labda Karya,” ujar Bupati Tamba.

Lebih lanjut Bupati Tamba mengharapkan kepada Krama masyarakat dan Panitia Karya agar terus memperhatikan Prokes dengan baik sampai nanti seluruh rangkaian Karya tersebut selesai. “Walaupun saat ini terdapat pelonggaran-pelonggarsn di masa PPKM Level III, termasuk didalam kelonggaran kegiatan keagamaan tentu kembali lagi. Saya ingatkan agar tidak lengah dan tetap waspada. Kita bersama harus menjaga bersama-sama kondisi yang sudah membaik ini, jangan sampai menimbulkan klaster baru,” harap Bupati Tamba.

Dalam hal ini, Manggala Karya Ida Bagus Gede Prasetya Wibawa menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Jembrana serta undangan lainnya, dalam rangka Karya Manusa Yadnya Metatah, Ngelungah/Ngelangkir dan Atma Wedana Mamukur yang dilaksanakan di Grya Gede Mambal Pasraman ini. Dan dapat dilaporkan, bahwa untuk Upacara Ngaben dan Nyekah diikuti sebanyak 89 Puspa Lingga dan untuk biaya u
Upacara bersumber dari pemilik sawah dengan cara iuran.

“Puncak Karya dilaksanakan malam ini, dilanjutkan dengan rangkaian Upacara lainnya sampai Santi Prosesi meajar-ajar sampai Melinggihan di Sanggah masing-masing keluarga. Untuk Prokes dalam Karya ini sudah diupayakan dilaksanakan secara optimal, termasuk Panitia selalu mengingatkan warga yang ikut dalam upacara ini untuk selalu menjaga Prokes,” pungkasnya. (Humas/AM)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA