by

Optimalkan PAD, Bupati Tamba Sosialisasikan Retribusi Sektor Perikanan di PPI Pengambengan

KOPI, Jembrana – Guna mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengadakan sosialisasi Retribusi Sektor Perikanan. Kegiatan sosialisasi dihadiri 71 perwakilan Nelayan dan pemilik Perahu, di Kantor PPN Pengambengan, Selasa (28/09/2021).

Saat dikomfirmasi awak media Pewarta, Bupati Tamba menyampaikan bahwa Retribusi khusus perikanan di Pangkalan Pendaratan Ikan Pengambengan (PPI) berpotensi besar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jembrana. Namun, saat ini dianggap belum maksimal. Hal tersebut, diduga karena ada kebocoran.

Lanjutnya, keberadaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) ini menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah bagi Kabupaten Jembrana. Namun faktanya saat ini sumber Pendapatan ini belum maksimal, karena berbagai permasalahan.

“Kami hadir hari ini menemui para Pemilik Kapal dan Pedagang Ikan guna menyelaraskan keseluruhan elemen tersebut sehingga berjalan dengan baik. Karena mengingat ini lingkup yang besar, potensi kebocoran juga tinggi, maka ke depannya kita akan kaji ulang lagi bersama-sama dengan tim penegak hukum sehingga kebocoran-kebocoran ini bisa diminimalisir baik dari Pemilik Kapal maupun dari Pemda Jembrana,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati Tamba juga memantau keberadaan TPI Pengambengan, menurutnya, TPI sangatlah penting, karena merupakan tempat berkumpulnya masyarakat bekerja. Banyak tenaga kerja yang terserap dan hal itu haruslah dilindungi dengan baik. 

“Jadi sekali lagi, bagaimana hal ini haruslah diselaraskan dengan baik, mulai dari Pemilik Kapal, Pedagang Ikan dan Pemkab Jembrana termasuk membentuk pola-pola atau mekanisme pembenahan ke arah yang lebih baik,” jelas Bupati Tamba.

Terakhir Bupati juga menuturkan target Pendapatan nantinya akan dinaikkan. Jika  berjalan dengan baik, Bupati yang berasal dari Desa Kaliakah ini, Optimis bahwa Pendapatan Asli Daerah bisa bertambah 100 persen. 

Oleh karena itu, beliau berharap kedisiplinan dari Petugas Penimbang harus juga ditingkatkan. Apalagi jika kedapatan Petugas timbang tersebut ikut bermain curang.

Beliau mengaku akan menindaktegas anak buahnya yang kedapatan bermain curang, sanksinya bahkan pemecatan.

“Kita benahi dulu di penimbangan karena nanti Pelabuhan akan direvitalisasi menjadi pelabuhan Modern. Namun nanti jika ada revitalisasi bukan berarti tukang panol kehilangan pekerjaan. Mereka tetap bekerja. Intinya kami ingin PAD Jembrana meningkat dengan berbagai pembenahan,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan Dan Perikanan Jembrana I Made Maharimbawa menyampaikan Jumlah Kapal Perikanan di Kabupaten Jembrana Tahun 2020 yang beroperasi sebanyak 2.754 unit dengan rincian sebagai berikut :

1. Purse Seine sebanyak 39 unit.
2. Bubu sebanyak 48 unit.
3. Gillnet sebanyak 956 unit.
4. Pancing Ulur sebanyak 1589 unit.
5. Pancing Ulur tanpa Motor sebanyak 51 unit.

Sedangkan jumlah nelayan sendiri di Kabupaten Jembrana totalnya sebanyak 8.653 orang, yang terdiri dari 5755 orang nelayan utama, dan 2898 orang sebagai nelayan sambilan dan keseluruhan melaut malam sehari (one day fishing). 

“Terkait produksi di Tahun 2020 tercatat sebesar 23.674,81 Ton, dimana terjadi penurunan sebesar 7,31 persen atau 1.730,09 Ton dibandingkan dengan Tahun 2019. Hal ini diakibatkan karena faktor cuaca di laut (Selat Bali) yang kurang mendukung, dilihat hari melaut Nelayan pada Tahun 2020 sebanyak 316 hari, lebih sedikit 10 hari dibandingkan dengan Tahun 2019 yaitu 326 hari,” pungkasnya. (Humas/AM)

Editor: NJK

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA