by

Dalam Hitungan Jam, Polres Musi Rawas Ungkap Kasus Pembunuhan Gadis di E Wonokerto

KOPI, Musi Rawas – Kurang dari tiga jam pasca penemuan sesosok mayat perempuan di rumah kosong di Dusun V Desa E Wonokerto Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas (Mura), Satreskrim Polres Mura berhasil mengamankan satu orang yang diduga pelaku atas nama Bagus Tri Atmaja (23) warga Dusun V Desa E Wonokerto.

Kapolres Mura, AKBP Efrannedy didampingi Kasat Reskrim, Alex Andriyan mengatakan, sekitar pukul 16.00 WIB pihaknya mendapat informasi adanya penemuan mayat di Dusun V Desa E Wonokerto yang diduga menjadi korban pembunuban. Kemudian tim Satreskrim turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Alhamdulilah dari gerak cepat tim Satuan Reserse Polres Mura pelaku berhasil diamankan, Hasil dari introgasi, pelaku mengaku melakukan pembunuhan terhadap korban pada Rabu malam di TKP penemuan itu,” kata Kapolres.

Selanjutnya kata Kapolres, korban langsung dilakukan evakuasi ke Rumah Sakit Sobirin untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk sementara pelaku hanya satu orang atas nama Bagus,” beber Kapolres.

Ditambahkan Kapolres, motivnya untuk sementara ini adalah, dimana pelaku habis menerima layanan sek dari korban, kemudian setelah selesai terjadi cekcok, sehingga pelaku melakukan pengaaniayaan kepada korban.

“Namun untuk lebih pastinya menunggu hasil forensik, apakah penganiayaan atau yang lainnya. Atas pebuatannya, pelaku terancam pasal 340 dengan ancaman diatas 10 tahun atau 338 dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara. Palaku juga merupakan residifis kasus 365,” tutup Kapolres.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) E Wonokerto Kecamatan Tugumulyo, Hermanto menjelaskan, sekitar pukul 16.00 WIB, Sutrisno pemilik rumah tepat dibelakang lokasi penemuan mayat datang melaporkan penemuan mayat tersebut.

“Yang pertama kali menemukannya adalah istri Sutrisno bernama Supriyatin. Karena mencium bauk, dan ada lalat yang beterbangan keluar masuk melalui pentilasi,” kata Kades.

Dikatakannya, kemudian Supriyatin mencoba masuk berniat untuk membersihkannya, namun alangkah terkejutnya Supriyatin justru menemukan sesosok mayat. Karena terkejut vukan kepalang, Supriyatin langsung teriak histeris, hingga mengundang warga sekitar untuk melihatnya.

“Ternyata ada mayat perempuan yang sudah membengkak dan membusuk. Namun waktu itu belum ada yang berani menyentuhnya. Tak lama kemudian, datang petugas pihak kepolisian,” bebernya.

Ditambahkannya, mayat perempuam tersebut pertama kali ditemukan dalam kondisi duduk bersandar dipojok kamar mandi yang ditutupi dengan menggunakan sehelai seng. Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kemudian mayat dilakukan evakuasi. (*)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA