by

BSI dan Penguatan Ekosistem ZIS di Indonesia

KOPI, Jakarta – Sebagai anak bangsa, sebagian kita tentu masih memiliki kebanggaan bahwa Indonesia masih diposisikan sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim terbanyak di dunia. Posisi strategis ini disisi lain membuka ruang besar bagi munculnya potensi-potensi lain untuk negeri ini atau bagi dunia Islam melalui peran Indonesia. Salah satu potensi itu adalah penghimpunan Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) yang tinggi.

Berdasarkan data Baznas, per 2020 lalu, total dana ZISWAF yang terkumpul diperkirakan mencapai Rp12,5 triliun, tumbuh dari jumlah per 2019 yang ada di posisi Rp10,6 triliun. Sementara untuk tahun 2021 ini, jumlahnya diestimasi bisa naik hingga Rp19,77 triliun. Meski pengumpulannya terus meningkat setiap tahun, namun jumlah ZISWAF yang terakumulasi itu belum seberapa dibanding potensinya yang mencapai Rp327,6 triliun.

Potensi ZISWAF dan Generasi Milenial

Potensi ZISWAF yang sangat besar ini, tentu membutuhkan strategi yang tepat dan peran dari lembaga kemitraan dalam rangka membuka, menggali, dan mengoptimalkan potensi tersebut. Peran dari lembaga kemitraan, salah satunya adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk, (BSI). Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai otoritas badan amil zakat menyadari benar membutuhkan peran kemitraan, karena itu beberapa waktu yang lalu secara resmi telah menunjuk Unit Pengelola Zakat (UPZ) BSI sebagai salah satu mitra strategis dalam menghimpun, mengelola, dan menyalurkan zakat kepada mustahik (penerima zakat).

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan sinergi Bank Syariah Indonesia dengan Baznas untuk mengoptimalkan potensi manfaat zakat, infak dan sedekah (ZIS) di Indonesia. Hal yang senada juga disampaikan oleh Ketua Baznas Noor Achmad, “pembentukan UPZ Baznas Bank Syariah Indonesia merupakan bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan umat. Semoga kolaborasi kedua lembaga ini dapat merealisasikan potensi zakat muslim di Indonesia yang diperkirakan sebesar Rp 300 triliun,” ujar Noor Achmad.

Di sisi lain, dominasi penduduk Indonesia yang dihuni oleh kebanyakan kelompok generasi milenial membawa pergeseran dalam pemanfaatan era teknologi 4.0. Dengan jumlah usia produktif yang berlimpah dan didukung oleh inklusivitas digitalisasi ilmu pengetahuan dewasa ini. Pengumpulan dan penyaluran ZISWAF mau tidak mau juga harus memanfaatkan kemajuan tersebut. Terkait hal ini Bapak Hery Gunardi, mengatakan “Beberapa strategi dan program akan disusun agar target pengumpulan zakat segera tersalurkan. Selain pembentukan UPZ, juga pemanfaatan platform digital BSI Mobile melalui fitur pembayaran zakat, sinergi kerjasama pembukaan counter Baznas di daerah, kolaborasi fitur smart donation, serta menjalankan ekosistem dan literasi zakat,” tuturnya.

BSI Sebagai Penguatan Ekosistem ZIS

Dukungan terhadap optimalisasi pengumpulan serta penyaluran ZISWAF terus dilakukan oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk, (BSI). Dukungan yang diberikan karena selama ini potensi besar ZISWAF di Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal. Hery menambahkan, sebagai bagian dari lembaga keuangan syariah, peran Bank Syariah Indonesia sebagai lembaga keuangan syariah tentu harus sejalan dengan visi syariah yakni mensejahterakan ekonomi umat melalui berbagai instrumen syariah salah satunya adalah penguatan ekosistem ZIS.

BSI berkolaborasi dengan Baznas untuk mengumpulkan zakat secara transparan dan masyarakat dapat mengakses informasi terkini di situs UPZ BSI. Peran penting lainnya adalah bahwa zakat harus dipopulerkan di kalangan milenial agar mereka yang sudah berpenghasilan tetap, dapat menyalurkan ZIS kepada mustahik dengan bantuan kemajuan teknologi seperti BSI Mobile. Dengan adanya BSI Mobile harapannya masyarakat lebih mudah menunaikan ZIS dimanapun dan kapanpun.

Per Maret lalu, ada sekitar Rp3,26 miliar dana ZISWAF yang terkumpul melalui aplikasi BSI Mobile. Jumlah sumbangan ini berasal dari 99 ribu donatur, yang total transaksinya mencapai 303 ribu pada periode tersebut. Selain mengandalkan layanan pengumpulan dan pengelolaan dana ZISWAF melalui platform mobile, penggunaan kartu Co-Brand Tap Cash IB Hasanah.

Peran BSI dalam memperkuat layanan counter di seluruh daerah, dan melakukan kolaborasi melalui fitur smart donation dan promosi lainnya. Seperti halnya dalam publikasi dan literasi pada layanan ZISWAF. Mengingat tingkat literasi zakat di Indonesia masih tergolong menengah-rendah. Hal ini yang menyebabkan belum optimalnya realisasi ZISWAF selama ini, dan masih masih banyak masyarakat yang terbiasa mengumpulkan ZISWAF melalui pihak lain non-lembaga pengumpul resmi (di luar lembaga resmi).

Alhasil, untuk itu, Baznas sebagai lembaga pemerintah tengah gencar melakukan kampanye Gerakan Cinta Zakat yang telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo belum lama ini. Kampanye ini bertujuan untuk mendorong peran pengumpulan ZISWAF, dan memastikan penyalurannya tepat sasaran. Semoga dengan peran besar dari kolaborasi Baznas dan Lembaga lain salah satu BSI dapat memperkuat ekosistem Zakat, Infak dan Sedekah di Indonesia. Semoga.