by

Ketua Forum Geusyik Aceh Timur Tanyakan Kendala Proyek Jalan Pereulak-Gayo Lues yang Mandeg

KOPI, Aceh Timur – Ketua Forum Geusyik, Sabirin Amin, yang juga selaku tokoh masyarakat dari Kecamatan Serbajadi Lokop, Penaron, dan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, meminta kepada Gubernur Aceh untuk segera memerintahkan rekanan pemenang tender Proyek Multiears Peningkatan Jalan Peureulak-Lokop-Gayo Lues tahun 2020-2022 agar segera dikerjakan.

Kepada awak media ini, Sabtu (10/7/21), Sabirin mengatakan bahwa pada awal bulan Januari 2021 lalu pihaknya pernah membaca di beberapa media memberitakan bahwa proyek tersebut sudah selesai ditenderkan, dan dimenangkan oleh 3 perusahaan dengan 3 segmen pekerjaan yang berbeda.

Berikut nama-nama perusahaan yang memenangkan tender proyek jalan tersebut antara lain:

  1. PT. Prapen Prima Mandiri sebagai pemenang tender segmen 1 dengan pagu anggaran Rp183 miliar. Menurut pantauan sampai saat ini proyek tersebut belum dikerjakan.
  2. PT. Sumber Sari sebagai pemenang tender segmen 2 dengan pagu anggaran Rp181 miliar. Menurut pantauan proyek tersebut sedang berjalan.
  3. PT. Wanita Mandiri sebagai pemenang tender segmen 3 dengan pagu anggaran Rp223,2 miliar. Menurut pantauan sampai saat ini proyek tersebut belum dikerjakan sama sekali.

Sabirin berharap Gubernur Aceh untuk memberikan jawaban yang kongkret terkait mandegnya pengerjaan proyek jalan tersebut. “Menurut issue yang terdengar bahwa ada masalah pada tender. Kami mewakili seluruh elemen masyarakat di Aceh Timur yang merupakan pengguna jalan tersebut meminta kepada Gubernur Aceh untuk tidak mengulur-ulur waktu lagi atau mempermasalahkan lagi,” ujar Sabirin.

Lanjutnya, mengingat waktu sudah sangat singkat dan jalannya masih rusak parah, berlubang yang mengakibatkan sulit dilewati oleh pengguna jalan. “Seperti kejadian yang terjadi hari Rabu (7/7/21) lalu, sebuah truk yang bermuatan bahan material seperti semen, seng, dan lain-lain, milik Toko Bangunan di pajak (pasar-red) Penaron yang memuat material dari Pereulak menuju Penaron. Tapi naasnya truk tersebut terjebak dalam lubang di jalan Perlak-Gayo Lues KM 43, Dusun Simpang Tiga, Desa Penaron Baro, Kecamatan Penaron, Aceh Timur, yang mengakibatkan kemacetan sepanjang hari,” papar Sabirin.

Ia berharap kepada Gubernur Aceh agar segera memerintahkan rekanan pemenang tender khususnya segmen 1 dan 3 agar segera mengerjakan proyek tersebut secepatnya. Soalnya walaupun segmen 2 sudah dikerjakan dengan baik, menurut Sabirin, jika segmen 1 dan 3 belum dikerjakan berarti sama halnya dengan tidak dikerjakan sama sekali.

“Karena mobilitas masyarakat Kecamatan Serbajadi Lokop, Penaron dan Ranto Peureulak searah semuanya, baik yang menuju Peureulak, Idi dan Langsa, harus melewati ruas jalan yang rusak di segmen 1,” jelasnya.

Sabirin menambahkan, masyarakat dari 3 Kecamatan termasuk warga Gayo Lues yang melintasi jalur ini sangat berharap kepada Gubernur Aceh agar di akhir tahun 2021 Jalan Lintas Peureulak-Lokop-Gayo Lues sudah normal dan tidak berlubang lagi. “Kami sudah sepakat, bila jalan tersebut tidak segera dikerjakan, kami dan beberapa perwakilan masyarakat akan bersilaturahmi dengan Gubernur Aceh untuk menanyakan apa penyebab proyek jalan tersebut belum dikerjakan?” tanya Sabirin.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi dari pihak terkait. (Bukhari Muslim, M.H.)

Editor: NJK

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA