by

Bupati Tamba Minta Perbankan Berlakukan Relaksasi bagi Nasabah di Masa PPKM Darurat

KOPI, Jembrana – Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, meminta pihak perbankan dan jasa keuangan lainnya agar memberikan relaksasi kepada nasabahnya berupa penangguhan angsuran. Hal tersebut kebijakan yang seharusnya dilakukan di tengah PPKM darurat guna mengatasi lonjakan kasus covid-19 saat ini.

Selama PPKM Darurat, kata Tamba, dampaknya sangat berpengaruh kepada penghasilan dan tingkat ekonomi masyarakat. Begitu banyak sektor terdampak secara langsung, baik itu pengusaha, para pedagang kecil di pasar-pasar maupun pegawai lepas lainnya di Kabupaten Jembrana.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tamba usai mengikuti Musrenbang tingkat Propinsi Bali secara daring di aula Rumah Jabatan Bupati, Senin(19/07/2021). “Dampak yang terparah adalah warga masyarakat yang tidak mempunyai penghasilan tetap. Mereka pasti memiliki hutang bank dan cicilan lainnya. Ini yang kita pikirkan. Untuk itu kami mohon kepada pihak perbankan dan jasa keuangan lainnya agar angsuran mereka dalam setiap bulannya selama PPKM Darurat ini diberikan penangguhan pembayarannya semacam relaksasi selama 2-3 bulan ke depan,” harap Bupati Tamba.

Bupati Tamba juga menjelaskan, sejak adanya PPKM Darurat Pemkab Jembrana sudah tidak memungut segala bentuk retribusi pasar maupun yang lainya. ”Selama PPKM Darurat, kami sudah membebaskan denda pembayaran PDAM dan tidak ada pencabutan meteran, serta pembayaran letter harian di pasar ditiadakan,” jelas Bupati Tamba. (Hms/AM)

Editor: NJK

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA