by

6 Cara Mengatur Keuangan untuk Suami Istri yang Berjauhan

KOPI, Jakarta – Hubungan jarak jauh atau long distance relationship tidak ada yang nikmat. Apa lagi apabila sudah menikah dan punyai anak. Tidak segampang yang dipikirkan. Banyak rintangan, halangan, bujukan yang bisa memunculkan pertikaian di kehidupan rumah tangga.

Selainnya keyakinan, permasalahan yang lain kemungkinan ada saat jalani jalinan jarak jauh ialah keuangan. Bisa jadi suami atau istri hidup terlampau boros pada tempat tinggal semasing. Berikut langkah supaya keadaan keuangan rumah tangga masih tetap konstan saat kamu dan pasangan jauh:

1. Terbuka tentang penghasilan

Hal pertama yang perlu dilaksanakan ialah sama-sama terbuka mengenai penghasilan masing-masing tiap bulan bila suami istri bekerja atau buka usaha. Misalkan suami di Jakarta bekerja, sementara istri di Yogyakarta membuka usaha berjualan online. Atau saat suami memperoleh bonus dari kantor, adukan semuanya.

Disamping itu, sendainya suami terkena pemangkasan upah, langsung beritahu ke istri supaya bisa memaklumnya. Istri juga bisa pahami kondisi suami dengan tidak minta uang lebih buat berbelanja setiap hari. Janganlah sampai ada yang ditutup-tutupi. Toh, uang itu punya kalian bersama-sama dan dipakai untuk kebaikan bersama juga. Ditambah lagi jika telah mempunyai buah hati.

2. Diskusikan pengeluaran bersama

Meskipun berjauhan, kamu bisa membahas pengeluaran bersama lewat video call. Dalam masalah ini, masih tetap memakai rumus mengelola keuangan 10-20-30-40. Prioritaskan keperluan dibanding kemauan. Penyukupan kebutuhan sudah pasti disamakan dengan standard pada tempat tinggal semasing.

Misalkan ongkos makan di Jakarta tentu tambah mahal daripada di Yogyakarta . Maka, peruntukan anggaran pasti semakin besar. Seterusnya jika ada bujet selingan, seperti istri ingin perawatan ke salon atau suami yang ingin memperdalam hobynya, dapat dibahas baik. Yang paling penting ialah komunikasi. Tanpa komunikasi, riskan berlangsungnya salah paham hingga berbuntut pada perselisihan.

3. Buat anggaran khusus untuk berdua

Namanya suami istri harus tetap bergabung. Instensitasnya disamakan dengan persetujuan bersama-sama dan keadaan keuangan. Bila jaraknya tidak begitu jauh, seperti Jakarta-Bandung dapat bergabung satu minggu sekali. Atau Jakarta-Yogyakarta, satu bulan 2x.

Sudah pasti perlu bujet khusus untuk beli ticket, sampai nanti pergi bersama untuk melepaskan kangen, seperti ke arah tempat wisata ajak anak-anak agar keserasian selalu terlindungi. Jika lagi banyak pengeluaran atau ingin hemat, kamu dan pasangan dapat mengganti waktu tatap muka. Misalkan dari satu minggu sekali jadi satu bulan sekali.

4. Siapkan dana darurat

Peristiwa yang tidak diharapkan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Tidak ada yang mengetahui akan hadirnya bencana . Maka, kamu dan pasangan harus tetap membagikan uang untuk dana genting.

Besarannya 10% atau 15% dari upah satu bulan. Jauhi mengambil dana genting untuk mengongkosi kepentingan yang tidak menekan. Diamkan dana genting masih tetap utuh di rekeningmu terkecuali apabila sudah pada keadaan genting.

5. Buat arah keuangan jangka panjang

Seseorang yang belum menikah saja punyai arah keuangan, apa lagi yang telah berumah-tangga. Betul kan? Arah keuangannya tidak lagi dalam periode pendek, tetapi juga periode panjang ingat makin bertambahnya keperluan yang perlu disanggupi.

Misalkan ongkos pengajaran anak, beli rumah, sampai dana pensiun kelak. Arah ini otomatis akan latih kerja-sama kamu dan pasangan sebagai mitra.Arah ini juga yang bakal latih kamu dan pasangan hidup lebih irit. Pemakaian uang menjadi lebih konsentrasi dan terukur untuk capai arah keuangan bersama.

6. Berinvestasi untuk masa depan

Siapa bilang investasi itu cuman untuk pasangan yang tinggal bersisihan? Kamu dan pasangan yang dipisah oleh jarak juga dapat melakukan investasi, seperti reksadana, saham, emas, obligasi, deposito, dan yang lain.

Dari pendapatan kamu dan pasangan tiap bulan, pinggirkan 10% atau 20% untuk investasi. Tentu saja di instrument yang sesuai persetujuan bersama. Atau juga bisa istri investasi emas, sedang suami investasi di instrument yang lebih agresif seperti saham . Maka, kamu punyai penganekaragaman investasi untuk meminimalkan rugi.

Nah, itulah 6 cara mengatur keuangan untuk suami istri yang berjauhan rangkuman dari Jasa Nikah Siri Jogja. Semoga artikel yang kami berikan dapat bermanfaat untuk Anda. Terimakasih

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA