by

Manfaat Pijat bagi Ibu Hamil yang Penting Anda Ketahui

KOPI, Jakarta – Pijat untuk ibu hamil atau prenatal massage sering ditanyakan keamanannya. Di satu segi, tubuh ibu hamil sering pegal dan sakit-sakit hingga berasa perlu pijat. Tetapi, di lain sisi, pijat untuk ibu hamil dicemaskan akan mencelakakan untuk janin yang ada dalam perut. Lalu, apa pijat saat hamil diperbolehkan?

Pijat ibu hamil alias prenatal massage aman dan dibolehkan. Tetapi, American Pregnancy Association merekomendasikan supaya pijat saat hamil diawali saat umur kandungan 12 minggu atau di trimester 2. Karena, prenatal massage yang dilaksanakan saat hamil muda dicemaskan bisa tingkatkan resiko keguguran.

Berikut yang membuat pijat saat hamil muda jadi salah satunya larangan ibu hamil trimester pertama kali yang seharusnya dijauhi.

Syarat Melakukan Prenatal Massage

Pijat saat hamil ialah aman. Tetapi bila ingin coba, yakinkan Anda telah tanyakan lebih dulu sama dokter kandungan Anda. Kalau sudah memperoleh ijin, baru seterusnya cari tempat prenatal massage yang baik. Disamping itu, tentukan terapi pijat ibu hamil yang bersertifikasi dan sudah eksper.

Ini bermanfaat untuk menghindar resiko yang bakal mencelakakan Anda dan janin yang ada dalam perut. Saat sebelum mengawali pijat, beritahu dokter dan terapi bila Anda mempunyai keadaan klinis, misalnya:

  • Hipertensi dalam kehamilan
  • Preeklampsia
  • Pembengkakan parah
  • Sakit di kepala tidak tertahan
  • Penyakit jantung bawaan
  • Cidera atau pembandinghan
  • Transplantasi organ

Manfaat Pijat Untuk Ibu Hamil

Dikutip dari web gomassageindonesia.com, pijat untuk ibu hamil aman dan diperbolehkan dokter bila manfaat pijat yang didapatkan semakin besar dibanding resikonya. Apa manfaat prenatal massage ini?

Mengurangi Rasa Nyeri

Bersamaan perut jadi membesar dan berat badan naik, beban tambahan itu akan mengganti titik gravitasi tubuh hingga bentuk badan Anda jadi cenderung di depan atau justru punggung terlampau ke belakang. Ini yang tetap mendesak sendi dan otot tubuh. Ditambahkan lagi, otot dan sendi turut melembek untuk menampung proses kelahiran kelak.

Karenanya, pegal, nyeri, dan linu-linu di sekujur badan kemungkinan tidak dapat dijauhi. Bukanlah hal yang aneh jika ibu alami sakit punggung sampai sakit pinggang saat hamil. Ternyata, pijat ibu hamil bisa dibuktikan menolong redakan nyeri karena permasalahan ini.

Membuat Tidur Lebih Nyenyak

Saat hamil, ada beberapa hal yang mengakibatkan tidur jadi tidak nyenyak. Pemicu sulit tidur saat hamil salah satunya ialah:

  • Bolak-balik ingin buang air kecil larut malam
  • Muntah dan mual
  • Sakit punggung
  • Napas sesak
  • Kaki keram
  • Heartburn
  • Mimpi buruk yang terasa sangat nyata

Riset yang keluar pada jurnal The Journal of the Canadian Chiropractic Association menjelaskan, manfaat pijat saat hamil sanggup membenahi situasi hati dan kurangi kekhawatiran. Ini sanggup membuat ibu tidur lebih nyenyak dan lama karena tidak terusik insomnia.

Mengurangi Depresi

Telah diterangkan awalnya, pijat kurangi hormon yang memacu depresi, yakni hormon kortisol. Bukan hanya itu, pijat ibu hamil disampaikan sanggup tingkatkan kandungan dopamin dan serotonin yang memacu rasa tenang dan berbahagia.

Perihal ini pula yang mengakibatkan tubuh dapat berasa lebih rileks sesudah dipijat. Kenaikan dua hormon kebahagiaan ini dihubungkan dengan pengurangan resiko depresi pada ibu hamil.

Melancarkan Peredaran Darah

Manfaat pijat untuk ibu hamil juga bisa dibuktikan sanggup menangani ketaknyamanan berkaitan permasalahan peredaran darah. Karena tidak cuma membuat ibu lebih berbahagia, kesehatan kardiovaskular bertambah karena turunnya hormon kortisol.

Tekanan yang diberi sepanjang pijat pada ibu hamil bisa dibuktikan tingkatkan saluran darah dan limfatik. Otot yang menegang juga turut melembek karena darah tersebar lebih lancar.

Menurunkan Tekanan Darah

Menurut penelitian yang diedarkan pada Jurnal Keperawatan Kampus Padjadjaran, pemberian pijat prenatal di bagian kaki ibu hamil sanggup turunkan tekanan darah, khususnya pada pasien preeklampsia.

Karena, tekanan yang diberi pada pijatan menggairahkan tubuh hasilkan histamin dan asetilkolin hingga otot juga melembek dan pembuluh darah juga melebar. Disamping itu, pijatan sanggup menggairahkan saraf parasimpatis hingga detak jantung juga turun.

Bagian Tubuh Ibu Hamil yang Tidak Boleh Dipijat

Bagian tubuh yang bisa dipijat dan bisa dibuktikan sanggup kurangi keluh kesah ibu hamil ialah:

  • Kaki, termasuk paha dan betis.
  • Tangan dan lengan
  • Kepala
  • Punggung dan pundak

Tetapi, ternyata ada pula bagian-bagian tubuh yang jangan dipijat pada ibu hamil karena ditakuti akan mencelakakan ibu dan janin. Berikut sisi yang dilarang dipijat saat hamil:

Perut

Jika Anda menanyakan, “apa boleh ibu hamil dipijat perutnya?” jawabnya ialah “tidak”. Kenapa? Perut sebagai sisi tubuh Anda yang perlu untuk janin. Karena, di sanalah tempat dia berkembang dan tumbuh.

Tekanan yang terterima oleh perut sepanjang pijat ibu hamil, terutamanya pada trimester pertama, disampaikan sanggup membuat tanda-tanda morning sickness makin kronis.

Bila umur kandungan telah lumayan besar, baru Anda bisa memijat perut dengan tekanan halus dan pergerakan yang perlahan.

Baca : Tips Memilih Jasa Pijat Online

Beberapa Bagian Kaki

Pijat ibu hamil dengan mendesak beberapa titik tertentu (akupresur) ternyata sanggup memacu kontraksi dan persalinan awal. Ditambah umumnya saat hamil, volume darah bertambah sekitar 50 %.

Gabungan dari volume darah yang semakin bertambah tetapi perputarannya melamban membuat ibu hamil rawan alami pembekuan darah di kaki sisi bawah. Karena itu, seharusnya jauhi pijat ibu hamil pada kaki pada bagian:

  • Area pergelangan kaki sisi dalam, kurang lebih seluas tiga jari di atas tulang pergelangan kaki dalam
  • Tulang pergelangan luar kaki
  • Sudut jari kelingking, pas di kuku kaki.

Meskipun begitu, pijat ibu hamil dengan tehnik akupresur tidak bisa dibuktikan percepat kontraksi dan persalinan pada ibu yang baru hamil pertama kalinya. Supaya percaya aman, Anda harus tetap berjaga-jaga dengan menghindar sisi kaki ini supaya tidak memacu resiko yang mencelakakan.

Puting Payudara dan Areola

Payudara akan berasa nyeri dan tidak nyaman sepanjang hamil. Tetapi, tidak boleh pijat pada bagian areola dan puting. Ini ternyata beresiko memacu persalinan awal. Memberikan rangsangan pada puting payudara saat pijat ibu hamil sanggup melepas hormon oksitosin.

Hormon ini mengisyaratkan persalinan selekasnya diawali. Disamping itu, kontraksi juga jadi lebih lama dan kuat. Jika umur kehamilan Anda masihlah jauh dari hari prediksi lahir (HPL), seharusnya jauhi pijat di puting dan areola.

Kesimpulan

Manfaat pijat bagi ibu hamil sebagai cara yang aman untuk jaga kehamilan sehat. Tetapi, seharusnya kerjakan prenatal massage saat masuk umur kehamilan 12 minggu atau trimester 2. Ini mengecilkan resiko keguguran yang rawan terjadi saat hamil trimester pertama.

Disamping itu, janganlah lupa lakukan tiduran dengan status miring saat dipijat. Karena, tiduran telentang atau telungkup kelamaan malah tingkatkan tekanan darah dan mengakibatkan Anda pusing.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA