by

Jenis Kegiatan Belajar dan Cara Mendukung Kreativitas Anak Anda

KOPI, Jakarta – Belajar lebih luas dibanding sekadar ketahui dan pahami, membuat anak mempunyai pengetahuan dan wacana yang berbagai macam. Belajar sudah tentu lebih luas dibanding sekadar aktivitas mengingat rumus dan bermacam fakta info pengetahuan. Menurut avandaalvin, ada 4 jenis kegiatan belajar, yakni:

  • Learn to be (belajar tentang diri)
  • Learn to know (belajar untuk mengetahui)
  • Learn to do (belajar keterampilan)
  • Learn to live together (belajar hidup bersama)

Belajar Tentang Diri

Jenis kegiatan belajar mengenai diri atau learn to be ialah proses anak belajar berkenaan dianya. Anak belajar ketahui kemampuan dan kekurangan dianya, mengurus hatinya, belajar pahami peranannya di keluarga dan di kehidupan sosial.

Belajar untuk Mengetahui

Belajar untuk ketahui atau learn to know ialah proses belajar kognitif untuk pahami bermacam pengetahuan. Aktivitas ini terpopuler dan tersering dipraktikkan dalam mode pendidikan di Indonesia.

Belajar Keterampilan

Learn To Do atau belajar ketrampilan mempunyai dua dimensi, yakni ketrampilan lunak (soft skills) dan ketrampilan keras (hard skills). Ketrampilan lunak terkait dengan proses anak belajar berbahasa, berbicara baik verbal atau non-verbal, dan berorganisasi. Belajar tentang ketrampilan keras terkait dengan proses belajar memakai alat dan lakukan sebuah proses aktivitas.

Belajar Hidup Bersama

Learn To Live Together atau belajar hidup bersama ialah proses anak berhubungan dengan peradaban sosial disekelilingnya. Anak belajar memiliki empati, berbicara, lakukan perundingan, bekerja bersama dan bekerja dalam barisan.

Dengan pahami jika proses belajar mempunyai faktor yang luas, kita perlu dan bisa membuat beberapa kegiatan yang lebih berkualitas untuk beberapa anak kita.

Supaya anak mempunyai kemanusiaan yang lebih komplet, anak tidak hanya cukup pahami pengetahuan dan mempunyai wacana yang luas saja. Anak perlu diperkaya dengan faktor aktivitas lain, baik lewat mekanisme persekolahan, aktivitas dengan keluarga, dan dalam masyarakat. Berikut keterangan mengenai langkah memberikan dukungan kreativitas untuk anak Anda.

Cara Mendukung Kreativitas Anak

Beberapa anak ialah periset alami dengan imajinasi yang kuat. Kreasi, yang keliru satu pilarnya ialah imajinasi, memberi banyak faedah cendekiawan, emosional, serta kesehatan pada anak. Satu riset mendapati jika imajinasi beberapa anak menolong mereka menangani merasa sakit.

Kreatifitas menolong beberapa anak jadi lebih optimis, meningkatkan ketrampilan sosial, dan belajar lebih bagus. Kreasi salah satu ketrampilan penting untuk survive di abad 21. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mendukung kreativitas anak.

Sediakan Pojok Berkarya

Siapkan sebuah ruang tempat anak Anda bisa berkreasi. Ruangnya tak perlu eksklusif, sebuah pojok kecil dengan satu karung LEGO atau sekotak baju lama untuk bermain telah memenuhi.

Kreasi bisa berkembang di ruangan yang paling sempit, bahkan juga di wilayah kotor. Kunci intinya ialah supaya anak berasa jika mereka berkekuatan atas ruangan mereka sendiri.

Lakukan Kegiatan Bersama

Sama dengan ruang yang tak perlu eksklusif, mainan anak tak perlu yang terkini dan terbaik. Anda bisa ajak anak anda untuk bermain permainan dan rutinitas simpel. Misalkan bermain balok dengan anak tanpa perintah. Mereka akan memutar roda imajinasi mereka sendiri dan membuat apa yang mereka harapkan.

Berikan “Waktu Bebas”

Penting untuk anda untuk memberi anak waktu tanpa agenda apa saja. Waktu bebas ini bermanfaat supaya anak bisa pikirkan gagasan bermain dan lakukan aktivitas yang mereka harapkan.

Bantu Anak Menggunakan Daya Khayal

Beri anak banyak peluang untuk rasakan dan menyaksikan dunia dengan imajinasi mereka. Anda tak perlu lakukan perjalanan mahal atau aktivitas yang susah.

Ajak mereka untuk berangan-angan apa rasanya berkeliling-keliling dunia dan menyaksikan posisi yang jauh, seperti pegunungan Eropa. Binatang apa yang berada di sana? Kurang lebih cuacanya seperti apakah? Kita dapat menyaksikan apa ya di situ?

Bangun Kemampuan Kreatif Kritis

Saat anak telah makin besar, ajak mereka untuk berunding mengenai bermacam kesusahan dan permasalahan yang ada dan bertanya bagaimana pembaruannya menurutnya. Anda bisa juga ajak anak untuk pikirkan sebuah permasalahan dan memikirkan jalan keluar yang menurutnya pas untuk pecahkan permasalahan itu.

Kurangi Kontrol

Anak mempunyai kekuatan dasar untuk berlaku inovatif saat mereka bermain sendiri. Sayang, orangtua sering terlampau mengatur hingga kreasi dasar anak menyusut.

Bantu Anak untuk Mengejar Passionnya

Lihat apa sebagai minat anak dan tolong saranai supaya mereka bisa lakukan aktivitas itu. Jika anak Anda senang menggambar, karena itu Anda bisa menolong dengan memberinya kertas dan pensil warna.

Cari Waktu untuk Meningkatkan Kreativitas

Karena anak belajar pada menyaksikan orang tuanya, karena itu orangtua perlu untuk melakukan tindakan inovatif. Anda dapat turut menggambar dengan anak atau membaca buku bersama. Selain menolong anak jadi lebih inovatif, waktu bersama bisa juga jadi peluang baik untuk membuat ikatan (bonding) di antara anak dan orangtua.

Nah, itulah tadi ulasan singkat dari avandaalvin tentang jenis kegiatan belajar dan cara mendukung kreatifitas anak yang bisa Anda lakukan. Semoga artikel kali ini bermanfaat dan terima kasih.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA