by

Cara Daftar NPWP Online yang Perlu Kalian Ketahui

KOPI, Cara Daftar NPWP Online – NPWP ialah ringkasan dari Nomor Dasar Harus Pajak yang diberi Ditjen Pajak ke Harus Pajak. NPWP sebagai identitas harus pajak. Simpelnya, peranan NPWP sebagai fasilitas administrasi perpajakan, dan identitas sah atau tanda pengenal tiap harus pajak dalam pembayaran pajak dan admistrasi perpajakan saat ingin lapor pajak eform pdf (terbaru).

Maka NPWP  ini karakternya harus dipunyai oleh masyarakat negara Indonesia baik itu perseorangan/individu, perusahaan, koperasi, BUMN, Firma, PT, CV, kongsi, Persekutuan, Yayasan, Organisasi Massa dan Politik, dan lain-lain.

Pengertian NPWP Online

Awalnya, Harus Pajak cuman bisa membuat NPWP dengan bertandang ke kantor pajak. Sekarang Harus Pajak dapat membuat NPWP individu atau perusahaan lewat cara online. Direktorat Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) sudah mengenalkan langkah registrasi NPWP lewat Internet atau lewat cara online atau dikenal juga sebagai e-registration (E-REG DJP).

Mekanisme registrasi dan pengerjaan NPWP lewat cara online ini sudah pasti benar-benar menolong warga yang tinggal jauh dari posisi KPP (Kantor Servis Pajak). Warga yang mempunyai domisili berlainan dengan alamat rumah (yang tertera di KTP) dapat manfaatkan keringanan registrasi NPWP lewat cara online ini.

Info komplet sekitar NPWP sampai registrasi NPWP online dapat dijangkau lewat web sah Dirjen Pajak www.pajak.go.id. Agar gampang, kami akan membahas lengkap, persyaratan dan langkah membuat NPWP pada tahun 2021 lewat cara online.

Siapkan Dokumen yang Dibutuhkan

Saat sebelum lakukan registrasi NPWP lewat cara online, Anda perlu menyiapkan beberapa berkas document berikut ini:

Wajib Pajak Orang Pribadi (tidak menjalankan usaha):

  • WNI :  foto copy Kartu Tanda Warga (KTP/e-KTP) atau Surat Ijin Berkendara (SIM) yang berlaku.
  • WNA : foto copy paspor, foto copy Kartu Ijin Tinggal Terbatas (KITAS) atau kartu Ijin Tinggal Masih (KITAP) yang berlaku.

Wajib Pajak Orang Pribadi Usahawan (menjalankan usaha atau bekerja):

  • WNI :  foto copy Kartu Tanda Warga (KTP/e-KTP) atau Surat Ijin Berkendara (SIM) yang berlaku.
  • WNA : foto copy paspor, foto copy Kartu Ijin Tinggal Terbatas (KITAS) atau kartu Ijin Tinggal Masih (KITAP) yang berlaku.
  • Fotokopi surat ijin aktivitas usaha yang diedarkan oleh lembaga yang berkuasa atau surat info tempat aktivitas usaha atau pekerjaan bebas dari petinggi pemda (minimum lurah/kades) atau helai bill listrik dari perusahaan listrik/bukti pembayaran listrik.
  • Fotokopi surat pengakuan di atas meterai dari harus pajak orang individu yang mengatakan jika yang berkaitan betul-betul jalankan bisnis atau pekerjaan bebas (freelancer).

Wajib Pajak Badan

  • Fotocopi kesepakatan kerja sama / akte pendirian atau surat info pemilihan dari kantor pusat untuk wujud usaha masih.
  • Fotokopi NPWP masing-masing pimpinan atau penanggung jawab Badan Usaha (perusahaan).
  • Fotocopi KTP / e-KTP dari faksi WNI  yang dipilih sebagai penanggung jawab dan foto copy paspor untuk WNA .
  • Fotokopi surat info tempat aktivitas usaha dari lembaga yang berkuasa atau dari petinggi pemda (Kepala Dusun).

Usaha Joint Operation (JO)

  • Fotokopi kesepakatan kerja sama/akte pendirian sebagai Joint Operation.
  • Fotocopi KTP untuk WNI  dan foto copy paspor untuk WNA  sebagai penanggung jawab.
  • Fotokopi NPWP salah satunya perusahaan/pimpinan/penanggung jawab Join Operation (JO).
  • Bagi WNA mengikutkan surat info rumah dari Petinggi Pemerintahan Wilayah sekurangnya Kepala Dusun.
  • Fotocopi surat info tempat aktivitas usaha dari lembaga yang berkuasa atau dari petinggi pemda (Kepala Dusun).

Wajib Pajak Pribadi (Pisah Harta) 

Sebagai kisah, wanita yang telah menikah tetapi menginginkan laporan pajaknya terpisah dengan suami. (NPWP suami-istri tidak masuk).

  • Fotocopi KTP
  • Fotokopi NPWP suami
  • Fotocopi KK
  • Fotocopi surat kesepakatan pembelahan pendapatan dan harta atau surat pengakuan yang didalamnya menginginkan penerapan hak dan penuhi kewajiban perpajakan terpisah dari hak dan kewajiban perpajakan suami.

Baca Juga : Cara Lapor SPT Tahunan Untuk Bisnis Online Shop

Cara Daftar NPWP Online

  • Kunjungi situs ereg.pajak.go.id/login
  • Daftar account baru : Seterusnya, kerjakan registrasi account baru dengan masukkan e-mail yang aktif dan ulangi code Captcha yang tercantum. Kemudian, click “Daftar”. Check dan membuka kotak masuk/inbox e-mail Anda dan mencari e-mail masuk dari eregistration. Sesudah mendapatinya, click link klarifikasi. Kemudian, Anda akan tersambung secara automatis ke halaman registrasi. Isi data diri, alamat e-mail, dan sandi yang bakal dipakai kelak.
  • Aktivasi account baru lewat e-mail : Check dan membuka kotak masuk/inbox e-mail Anda kembali dan mencari e-mail masuk dari eregistration. Sesudah mendapatinya, click link klarifikasi.
  • Isi formulir registrasi NPWP : Seterusnya, Anda akan tersambung secara automatis ke halaman registrasi. Masukan e-mail dan sandi yang sudah didaftarkan awalnya. Lantas, isi formulir register data NPWP sesuai perintah yang diberi.
  • Unggah photo e-KTP Anda : Contreng kotak upload dan upload file photo e-KTP Anda di kolom “+Upload KTP Di Sini”. Turuti perintah seterusnya, lalu click “Taruh”.
  • Request Token Registrasi : Sesudah menyaksikan status registrasi NPWP, click “Meminta Token” dan masukan code Captcha yang tercantum. Lantas click “Submit” dan token akan terkirim secara automatis ke e-mail Anda.
  • Salin code token pada e-mail : Membuka kembali e-mail Anda, copy code token, balik ke halaman awalnya, dan click “Kirim Permintaan”.
  • Masukkan 9 digit token yang telah didapatkan : Contreng semua kotak pengakuan dan tulis ulangi token yang telah di-copy barusan. Lantas, click “Kirim”.
  • Permohonan NPWP usai dilaksanakan : Kesepakatan atau penampikan permintaan NPWP Anda akan diumumkan lewat e-mail.

-Bila statusnya ditampik, karena itu Anda harus membenahi beberapa data yang kurang komplet.

-Bila statusnya disepakati, karena itu kartu NPWP Anda akan selekasnya dikirimkan ke alamat pemohon lewat pos.

Status NPWP :  Berlaku Seumur Hidup

Sekarang ada pertanyaan, berapakah lamakah masa aktif kartu NPWP? Seperti sudah kita kenali, NPWP berperan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Harus Pajak dalam melakukan hak dan kewajiban perpajakannya.

Kartu NPWP berlaku sepanjang umur, jadi tidak ada istilah perpanjang kartu NPWP. Pada bagian bawah kartu NPWP memang tertera kata “Tercatat” yang dituruti dengan sebuah tanggal tertentu. Itu ialah tanggal yang memperlihatkan hari, bulan, dan tahun Harus Pajak pemegang kartu mendaftar NPWP-nya, baik lewat e-Registration atau tiba langsung ke KPP.

NPWP dapat dinonaktifkan atau dicabut

Triknya, Anda harus dengan pengajukan surat tercatat pada KPP Pertama (tempat Harus Pajak mendaftarkan) dan ajukan argumen atas permintaan pencabutan atau penonaktifan kartu NPWP. NPWP bisa ditarik atau dihapus bila argumen yang disodorkan penuhi persyaratan berikut ini:

  • Wajib Pajak sudah wafat
  • Wanita kawin yang tidak lakukan kesepakatan pisah harta dan pendapatan.
  • Warisan yang masih belum terdiri dari posisi sebagai subyek pajak, jika sudah usai dipisah diisyaratkan ada info mengenai selesainya pembagian peninggalan itu oleh beberapa pewaris.
  • Wajib Pajak Tubuh yang sudah buyar dengan cara resmi.
  • Badan Usaha Tetap yang karena suatu hal kehilangan statusnya.
  • Wajib Pajak yang lain yang tidak penuhi persyaratan kembali sebagai Harus Pajak.

Jadi telah jelaskah cara daftar NPWP online ini? Mudah-mudahan jelas sudah dan bisa langsung Anda kerjakan bila Anda belum mempunyai NPWP.

Ingat NPWP  sekarang perannya bermacam dalam mekanisme administrasi, bahkan juga untuk melamar pekerjaan, Anda harus mengikutkan NPWP, bahkan juga masalah perbankan dan investasi di pasar modal diharuskan mengikutkan NPWP.

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA