by

Drainase Jebol, Banjir Rendam Belasan Rumah, Warga Podor Tagih Janji DPRD

-Daerah-666 views

KOPI, Flores Timur – Jebolnya drainase di Dusun Podor, Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, membuat puluhan hektar tanaman padi dan belasan rumah terendam banjir, disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Boru dan sekitarnya dalam tiga hari terakhir, sejak Senin (1/2/2021) hingga Rabu (3/2/2021).

Drainase itu jebol diterjang banjir sejak 6 tahun silam sehingga saat musim hujan tiba, sejumlah rumah dan puluhan hektar tanaman padi menjadi lengganan banjir dan sampah.

Peristiwa tersebut menyulutkan keluhan warga atas lambatnya penanganan pemerintah. Heny dan warga Dusun Podor lainnya kepada wartawan mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya peristiwa tersebut sudah disampaikan kepada pemerintah. Bahkan ada anggota DPRD Kabupaten Flores Timur daerah pemilihan wilayah itu yang berjanji akan berjuang memperbaiki drainase yang jebol itu, namun janji itu tak kunjung datang.

“Sudah disuarahkan pada Musdus maupun Musdes. Bahkan, ada anggota Legislatif yang pernah berjanji untuk memperbaiki drainase yang jebol itu tetapi sampai sekarang belum ditindaklanjuti,” ungkapnya bersama warga lainnya.

Hal senada disampaikan Anis, Ia berharap pemerintah lebih serius untuk menanggapi peristiwa yang kerap menghantui warga Dusun Podor saat datangnya hujan. Dikatakannya, peristiwa kali ini lebih buruk dibandingkan musin hujan tahun kemarin. Beberapa warga terpaksa menggungsi ke rumah kerabat lantaran, aliran banjir masuk ke rumah warga hingga setingggi lutut.

“Tanggap darurat perlu dilakukan. Tetapi, untuk jangka panjangnya pemerintah perlu serius merealisasikan program penanganan banjir menangapi dan melakukan perbaikan sehingga kedepannya kami tidak lagi mengalami peristiwa ini,” tutur Anis.

Peristiwa tersebut ditanggapi oleh Camat Wulanggitang Drs. Fredy M. Moat Aeng. Dengan segera Camat Fredy bersama jajaranya meninjau langsung lokasi terdampak banjir, Kamis (4/2/2021).

Peristiwa yang bukan menjadi hal baru bagi warga Dusun Podor itu, tentunya menjadi atensi khusus pihak pemerintah Desa Boru maupun pemerintah Kecamatan Wulanggitang. Peninjauan lokasi kejadian oleh Camat Wulanggitang itu guna mencari solusi penanganan banjir tersebut.

Solusi yang diambil untuk tanggap darurat yakni akan dilakukan pagar pada titik drainase yang jebol itu dengan menggunakan kayu, semen beku dan material lainnya. Sedangkan solusi permanen jangka panjangnya, sebut Fredy, Ia akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna menjawab persoalan tersebut.

“Drainase yang jebol kita belum bisa perbaiki sekarang karena airnya belum surut. Untuk sementara kita pagari dengan kayu dan semen beku. Untuk permanenya nanti saya akan berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten untuk ditindaklanjuti,”tutur Camat Fredy.

Kepada seluruh warga masyarakat, Camat Fredy menghimbau agar selalu menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing dan tidak membuat sampah sembarangan, terutama di daerah aliran sungai maupun di parit atau selokan, sebab selain menyebabkan banjir, sampah juga sebagai salah satu penyebab penyakit demam berdarah dangue.

Pantauan media ini, luapan air mulai berkurang. Peristiwa tersebut tak menelan korban jiwa, namun warga setempat kesulitan masak dan tidur jika terjadi banjir susulan. Beberapa petani tentunya mengalami penurunan hasil panen, lantaran sebagian tanaman padinya rusak dihantam banjir. **Al

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA