by

Trading Saham dapat Menjadi Solusi Bisnis di Masa Pandemi Covid-19

KOPI, Jakarta – Dampak dari Pandemi Covid-19 sangat berpengaruh di segala aspek, mulai dari ekonomi, politik, Sosial Budaya dan lain-lain. Berdasarkan laporan World Bank 2020, sedikitnya ada 35 % dari pekerja terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dikarenakan oleh Pandemi dan 65% lainnya mengalami penurunan pendapatan selama Pandemi Covid-19.

Salah satu bisnis dan peluang usaha yang dapat dilakukan saat Pandemi Covid-19 adalah dengan berinvestasi atau trading saham. Yang lebih menarik lagi, menjelang akhir tahun 2020 dimana perusahaan, Fund Manager serta Reksadana melakukan window dressing dengan cara memperbaiki atau kinerja keuangan dengan portofolio bisnis yang dimilikinya, dengan harapan menarik hati investor.

Saat dikonfirmasi oleh awak media Pewarta kepada salah seorang narasumber, yaitu Mahfudh, M.Eng., yang merupakan Founder Trading Coach ID Academy, ia mencoba mengulas beberapa hal tentang bisnis saham diantaranya pengertian saham, manfaat dan untung rugi dalam berbisnis saham. “Bahasa sederhananya, saham adalah sebuah bukti kepemilikan nilai sebuah perusahaan atau badan usaha. Jadi, kalau punya saham, berarti menjadi bagian dari pemilik perusahaan tersebut,” ujar Mahfudh, Selasa (1/12/2020), via whatsApp.

Lebih lanjut, ia menjelaskan manfaat dalam bisnis saham (trading/investasi saham) memiliki 2 (dua) keuntungan yaitu:

  1. Capital Gain yaitu keuntungan yang diperoleh atas selisih harga saham. Harga saham senantiasa mengalami pergerakan, kadang naik kadang turun. Seperti halnya perdagangan pada umumnya, penjualan saham disaat harganya mengalami kenaikan maka akan menghasilkan keuntungan dari selisih harga jual dengan harga beli. Misalnya, saat ini Anda beli saham perusahaan makanan Y seharga Rp. 3000.- per saham, kemudian setelah satu tahun ke depan Anda menjualnya seharga Rp. 4000,- per saham. Selisih Rp. 1000,- adalah keuntungan yang didapat.

Bayangkan jika Anda menyimpan saham dalam waktu lama, bisa jadi Anda akan meraih kebebasan finansial karena peningkatan harga saham yang signifikan. Tentu ini bisa terjadi jika Anda punya strategi yang tepat dalam memilih saham.

  1. Dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Secara sederhananya, siapa saja yang mempunyai dan memegang saham, maka mereka adalah pemilik perusahaan.

Setiap kali perusahaan beruntung atau rugi tentu saja akan berdampak kepada pemiliknya. Total laba bersih yang berhasil diraih perusahaan dengan kinerja yang baik secara langsung akan sisihkan bagi mereka yang mempunyai saham.

“Biasanya pemilik saham akan cenderung mencari keuntungan melalui Capital Gain karena sifatnya lebih cepat. Beli di saat harga murah dan jual di saat harga tinggi. Berbeda dengan Dividen yang nilainya lebih kecil karena tergantung dari kinerja perusahaan,” papar Mahfudh.

Selanjutnya, selain manfaat dan keuntungan yang disebutkan di atas, bisnis saham sama dengan usaha di bidang lainnya, dalam berdagang tentunya saham juga mempunyai resiko dan kekurangan seperti berikut:

  1. Capital Loss merupakan situasi ketika lembar harga saham yang kita miliki di bursa efek lebih rendah dibandingkan dengan harga saat membelinya. Hal ini berdampak besar jika situasi tidak cepat kembali stabil yang membuat nilai saham semakin anjlok.
  2. Suspend merupakan capital loss atau kerugian yang terus berlanjut dan tidak teratasi, harga saham perusahaan terus merosot, maka bursa efek sebagai regulator secara otomatis menjatuhkan suspend dalam jangka waktu tertentu sampai harga kembali stabil dan normal.

Hal ini dilakukan agar para investor tidak mengalami kerugian lebih dalam lagi, namun mempunyai dampak jelek kepada investor, dimana investor tidak bisa melakukan aktivitas saham apapun selama masih di dalam waktu suspend.

Adapun cara berdagang saham yang pertama dilakukan oleh trader/investor harus menjadi nasabah pada perusahaan sekuritas yakni perusahaan yang menjadi perantara atau broker antara investor dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam melakukan transaksi jual beli saham.

Untuk perusahaan sekuritas, di pasar saham dikenal dua istilah, yaitu:

  1. Perusahaan sekuritas ‘plat merah atau BUMN’.
  2. Perusahaan sekuritas swasta.

Khusus untuk jenis yang pertama adalah nama lain dari perusahaan sekuritas yang dikelola oleh perusahaan pemerintah atau BUMN. Sedangkan yang kedua adalah yang didirikan dan dikelola oleh perusahaan yang diluar dari usaha pemerintah.

Menurutnya, investasi saham juga tidak lepas dari manfaat dan resiko yang menyertainya, bahkan trader/investor berpengalaman pun juga tidak luput dalam menghadapi masa sulit mereka, terutama di saat kondisi ekonomi sedang dalam masa krisis. Namun tidak berarti bisnis saham hanya lebih sesuai untuk mereka yang aktif dan berpengalaman, sebaliknya investor pemula akan turut merasakan naik dan turunnya saham mereka.

“Belilah saham dari perusahaan yang punya fundamental bagus, oleh bursa dikategorikan dalam LQ45 (45 perusahaan yang likuid). Konstituen LQ45 ini memiliki market Capital yang besar dan punya pertumbuhan yang bagus setiap tahunnya, yaitu perusahaan blue chip,” jelas Mahfudh.

Bagi seorang pemula, disarankan untuk mengambil sekolah pasar modal yang diberikan oleh Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan iuran yang sangat murah, atau bisa mengambil pelatihan pasar modal seperti di Trading Coach ID Academy (http://tradingcoach.id)

“Trading Coach ID Academy merupakan wadah bagi trader/investor baik pemula maupun mahir untuk mengasah kembali keahlian teknikal analisis, didampingi oleh coach yang sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun di bursa efek maupun Forex,” tandas Mahfudh. (NJK-Dede)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini

Comment

WARTA MENARIK LAINNYA